📑 Daftar Isi

Ilustrasi smart TV LG yang dituding memata-matai pengguna

LG Bantah Tudingan Smart TV Jadi Alat Mata-mata Pengguna

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • LG membantah tudingan Gamers Nexus bahwa smart TV-nya beroperasi sebagai "216.000.000 TV mata-mata"
  • LG menegaskan hanya memproses data suara saat tombol voice ditekan atau wake word "Hi LG" terdeteksi
  • Fitur Far-Field Voice Recognition harus diaktifkan manual oleh pengguna sebelum TV mendengarkan
  • LG mengakui TV-nya memindai perangkat di jaringan lokal sebagai fungsi standar smart TV
  • Fitur ACR bersifat opt-in dan tidak digunakan untuk iklan tanpa persetujuan pengguna
  • LG tidak menanggapi klaim penyimpanan transkrip dalam bentuk teks biasa
  • Tom's Hardware belum memverifikasi secara independen klaim Gamers Nexus maupun bantahan LG

Telset.id – LG Electronics secara tegas membantah klaim bahwa smart TV produksinya secara konstan merekam dan mengunggah data pengguna, termasuk merekam audio saat perangkat dalam kondisi standby. Bantahan ini disampaikan LG menyusul investigasi yang dipublikasikan oleh kanal YouTube Gamers Nexus yang menuding LG mengoperasikan 216.000.000 “TV mata-mata”.

Dalam pernyataan resmi kepada Tom’s Hardware, LG menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar. Perusahaan asal Korea Selatan ini menjelaskan bahwa TV mereka hanya memproses data suara ketika tombol voice pada remote ditekan dan ditahan, atau ketika kata kunci seperti “Hi LG” dikenali setelah pengguna mengaktifkan fitur pengenalan suara jarak jauh (Far-Field Voice Recognition).

Investigasi Gamers Nexus yang dirilis awal pekan ini mengklaim adanya sejumlah masalah keamanan dan privasi pada smart TV LG. Video berdurasi dua jam tersebut menyebutkan bahwa TV LG secara konstan mencatat dan mengunggah data pengguna, bahkan saat perangkat offline atau dalam mode standby. TV tersebut juga diklaim memindai jaringan Wi-Fi, merekam log audio, dan mengambil sampel input audio serta video untuk mengidentifikasi apa yang sedang ditonton pengguna.

Pengujian yang dilakukan bekerja sama dengan dua peneliti keamanan, MrBruh dan uturn, melibatkan packet capture dan analisis firmware. TV tersebut dilaporkan dapat mengidentifikasi perangkat lain di jaringan lokal, termasuk ponsel, printer, dan lainnya. Klaim paling signifikan berkaitan dengan penangkapan audio melalui mikrofon TV, bahkan ketika perangkat dalam keadaan mati, dengan laporan yang menyatakan TV menyimpan data saat offline untuk diambil kembali nanti.

Pernyataan Resmi LG Soal Privasi Pengguna

Menanggapi berbagai tuduhan tersebut, LG memberikan klarifikasi rinci melalui pernyataan resminya. Perusahaan menegaskan bahwa TV LG tidak mengumpulkan, merekam, atau mentransmisikan percakapan ambient di rumah, kecuali fungsi suara telah diaktifkan secara sengaja oleh pengguna.

“Klaim yang dibuat dalam video yang baru-baru ini dipublikasikan tidak benar,” demikian pernyataan LG. “TV LG memproses data suara hanya ketika tombol voice pada remote control ditekan dan ditahan, atau ketika kata kunci seperti ‘Hi LG’ dikenali setelah pengguna mengaktifkan fitur pengenalan suara jarak jauh.”

LG menambahkan bahwa di luar kasus-kasus tersebut, TV mereka tidak mengumpulkan atau merekam percakapan ambient. Jika kata kunci tidak dikenali, maka tidak ada data suara yang ditransmisikan dari TV ke server. Pemrosesan audio untuk deteksi kata kunci dilakukan di perangkat (on-device) dan segera dihapus.

Smart TV LG

Mengenai fitur Far-Field Voice Recognition atau “Hi LG”, LG menyatakan bahwa fitur ini harus diaktifkan secara manual oleh pengguna sebelum TV mulai mendengarkan kata kunci tertentu. Mekanisme ini disebut mirip dengan fitur “Hey Siri” pada iPhone buatan Apple. Saat TV dalam mode standby dan tampak mati, perangkat hanya memantau kata kunci “Hi LG” jika pengguna sebelumnya telah mengaktifkan fitur Far-Field. Jika tidak ada kata kunci yang terdeteksi, audio yang digunakan untuk deteksi diproses secara lokal di TV, segera dihapus, dan tidak dikirim ke server LG.

LG juga mengakui bahwa fungsionalitas smart TV mereka mencakup pemindaian perangkat di jaringan yang sama. Namun, perusahaan menegaskan bahwa ini adalah fungsi standar yang umum disediakan oleh semua smart TV dan perangkat rumah pintar lainnya. Kemampuan ini diperlukan untuk mengaktifkan fitur seperti konektivitas perangkat, berbagi konten, atau fungsionalitas smart home.

Fitur ACR dan Komitmen Keamanan LG

Soal Automatic Content Recognition (ACR), LG menjelaskan bahwa fitur ini disediakan secara opt-in untuk memberikan rekomendasi konten yang dipersonalisasi, layanan, dan iklan. Jika pengguna tidak menyetujui perjanjian opsional yang berlaku, data ACR tidak digunakan untuk tujuan periklanan.

LG menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan pengalaman pengguna yang aman. Perusahaan menyatakan terus memantau platform mereka dan bermitra dengan pakar keamanan independen untuk mengidentifikasi kerentanan dan memberikan pembaruan keamanan tepat waktu.

LG juga menegaskan komitmennya untuk menolak praktik menipu (dark patterns), memastikan pengguna dapat memilih opsi privasi dan persetujuan yang mereka inginkan langsung melalui pengaturan TV. Fitur seperti ACR, Voice Recognition untuk kontrol hands-free, dan Interest-Based Advertising memerlukan persetujuan opt-in eksplisit yang terpisah dan dapat dinonaktifkan kapan saja melalui pengaturan TV.

Menariknya, LG tidak menanggapi beberapa klaim dan kerentanan lain yang ditunjukkan dalam video Gamers Nexus, seperti penyimpanan transkrip dalam bentuk teks biasa. Tom’s Hardware sendiri menyatakan belum memverifikasi secara independen baik klaim yang dibuat Gamers Nexus dalam dokumenternya maupun bantahan LG mengenai masalah tersebut.

Insiden ini menunjukkan betapa sensitifnya isu privasi di era perangkat pintar. Tuduhan yang dilontarkan Gamers Nexus, jika terbukti, tentu akan menjadi pukulan telak bagi kepercayaan konsumen terhadap LG. Sebaliknya, jika bantahan LG akurat, maka kekhawatiran yang muncul mungkin berlebihan.

Yang jelas, pengguna smart TV perlu lebih cermat dalam memahami pengaturan privasi perangkat mereka. Mengaktifkan fitur hanya saat dibutuhkan, meninjau opsi persetujuan, dan memahami kebijakan privasi adalah langkah bijak yang bisa dilakukan. Perdebatan ini juga mengingatkan bahwa fitur kenyamanan sering kali datang dengan trade-off tertentu dalam hal data.

LG sendiri menekankan bahwa keamanan data adalah prioritas utama perusahaan. Mereka mengklaim terus memantau platform dan bekerja sama dengan pakar keamanan independen untuk mengidentifikasi kerentanan dan memberikan pembaruan keamanan secara tepat waktu. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah komitmen ini sejalan dengan praktik nyata di lapangan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.