šŸ“‘ Daftar Isi

Laboratorium AASHVAST Indian Army untuk inspeksi drone militer

Lab AASHVAST India Deteksi Cip China di Drone Militer

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Indian Army buka lab AASHVAST di New Delhi untuk inspeksi drone militer
  • Fokus deteksi cip China dan komponen tak sesuai dokumen pengadaan
  • Teknisi cari kata sandi tersembunyi dan jalur perintah rahasia
  • Perangkat lunak QuickPay Tech tandai kode dan komponen mencurigakan
  • Proses offline cegah kebocoran data rahasia angkatan darat
  • Jenderal Dhiraj Seth resmikan fasilitas di Delhi Cantonment
  • Efektivitas kurangi ketergantungan komponen asing masih belum pasti

Telset.id – Indian Army resmi membuka laboratorium baru di New Delhi yang dirancang untuk menginspeksi drone militer dari cacat perangkat lunak tersembunyi dan komponen tidak sah. Fasilitas bernama Assessment and Analysis of Electronic Systems Hardware for Vulnerabilities and Security Threats (AASHVAST) ini memeriksa apakah komponen drone benar-benar sesuai dengan yang tercantum dalam dokumentasinya, serta menandai kasus-kasus di mana suku cadang tampak telah ditukar.

Langkah ini menjadi penting karena penyelidik akan memberikan perhatian khusus pada sirkuit dan cip yang mungkin berasal dari pemasok China, bukan dari produsen yang disetujui dalam catatan pengadaan. Menurut pejabat India, bahkan penyimpangan kecil pada penandaan perangkat keras atau tata letak sirkuit dapat memicu pemeriksaan lebih ketat terhadap rantai pasok drone.

Teknisi AASHVAST mencari setiap pengendali onboard dan unit kamera untuk menemukan kata sandi tersembunyi, jalur perintah rahasia, serta kunci enkripsi yang tertanam yang bisa memberikan akses tidak sah. Tim juga memeriksa batas kontrol penerbangan yang diubah dan alat yang mungkin memungkinkan seseorang mengambil alih kendali jarak jauh pesawat. Mereka selanjutnya mengonfirmasi apakah setiap drone hanya akan memasang pembaruan yang dikeluarkan oleh produsen aslinya, menutup jalur umum untuk manipulasi.

AASHVAST

Selain itu, tim mengukur seberapa baik navigasi drone bertahan saat terpapar sinyal jamming atau spoofing yang dimaksudkan untuk menyesatkannya. Seluruh proses berlangsung tanpa koneksi internet, dan tidak ada data dari drone yang diuji dapat disalin ke sistem eksternal. Pemeriksaan juga dilakukan tanpa mengubah perangkat lunak drone itu sendiri, sehingga tidak ada yang ditulis kembali ke perangkat keras pada tahap mana pun.

Desain offline ini menunjukkan niat untuk mencegah informasi rahasia keluar dari penguasaan angkatan darat atau jatuh ke tangan yang salah. Setelah kerentanan ditemukan, kerentanan tersebut diperingkat berdasarkan tingkat keparahan dan dikumpulkan ke dalam satu laporan tertulis. Dokumen tersebut memungkinkan teknisi yang menguji drone dan perwira yang menyetujuinya membaca informasi identik sebelum menandatangani.

Perangkat Lunak QuickPay Tech Dukung Inisiatif Angkatan Darat

AASHVAST berjalan pada rangkaian perangkat lunak yang dibangun oleh QuickPay Tech, sebuah perusahaan teknologi UAV yang berbasis di Noida. Rangkaian perangkat lunak tersebut dirancang untuk menandai kode yang diubah, komponen tak terduga, dan perubahan konfigurasi yang biasanya tidak terdeteksi selama pemeriksaan rutin.

Laboratorium ini berada di dalam direktorat teknis angkatan darat, sebuah badan yang bertanggung jawab atas evaluasi teknis dan perbaikan berbagai kendaraan serta sistem elektronik angkatan darat. Jenderal Dhiraj Seth, kepala angkatan darat, secara resmi meresmikan lokasi tersebut di Delhi Cantonment, menandai pembukaannya untuk penggunaan yang lebih luas di seluruh pasukan.

Pejabat angkatan darat mengatakan inisiatif ini harus meningkatkan pertahanan siber platform sensitif sekaligus mendukung elektronik yang diproduksi di dalam sektor pertahanan negara. Namun, analis menilai bahwa memverifikasi asal perangkat keras hanyalah satu bagian dari memastikan kelaikan udara drone secara keseluruhan untuk penempatan operasional di lapangan. Apakah pemeriksaan ketat semacam itu akan secara signifikan mengurangi ketergantungan pada komponen bersumber asing di seluruh program drone India masih belum pasti.

DJI Mavic 3 Pro drone in flight on a intermittent cloudy day

Pemeriksaan perangkat keras menyelidiki rantai pasok drone. Teknisi menelusuri setiap komponen untuk memastikan tidak ada bagian yang berasal dari pemasok di luar daftar yang disetujui. Proses ini menjadi krusial di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap keamanan rantai pasok teknologi pertahanan.

Laboratorium ini beroperasi sepenuhnya secara offline, sebuah keputusan yang menegaskan prioritas keamanan informasi. Tidak ada data yang dapat dieksfiltrasi dari drone yang sedang diuji, dan tidak ada perubahan yang ditulis kembali ke perangkat keras. Pendekatan ini memastikan bahwa integritas pengujian tetap terjaga sekaligus melindungi kerahasiaan metode evaluasi yang digunakan.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, temuan dikumpulkan dalam satu laporan tertulis yang komprehensif. Laporan ini menjadi dasar bagi teknisi dan perwira penyetuju untuk membuat keputusan berbasis data yang sama. Dengan demikian, proses persetujuan kelaikan drone menjadi lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keberadaan AASHVAST menandai langkah baru dalam upaya Indian Army memperkuat keamanan platform udara nirawak mereka. Fokus pada deteksi cip China dan komponen tak sah menunjukkan perhatian serius terhadap risiko infiltrasi melalui rantai pasok. Meski demikian, efektivitas jangka panjang dari inisiatif ini dalam mengurangi ketergantungan pada komponen asing masih menjadi pertanyaan terbuka yang belum terjawab.

[ META_DESCRIPTION ]
Indian Army buka lab AASHVAST di New Delhi untuk deteksi cip China dan celah keamanan di drone militer, periksa rantai pasok dan perangkat lunak.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.