📑 Daftar Isi

Ilustrasi modul RAM di atas motherboard komputer dengan latar belakang gelap

Krisis RAM Makin Parah: Harga GPU Diprediksi Naik Hingga 40%

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Krisis RAM 2026 semakin parah dengan kenaikan harga GPU 20-40% di Asia
  • Gigabyte naikkan harga GPU 20-40% di Jepang, MSI dan Asus siapkan kenaikan 20% di China
  • Nvidia RTX 5000 series naik 30% di Korea Selatan bulan ini
  • Samsung dan SK Hynix prediksi krisis RAM memburuk hingga 2027
  • Apple kesulitan mengamankan pasokan RAM dari China
  • Rekomendasi: waktu terbaik membeli GPU adalah sekarang sebelum harga makin naik
  • Laptop gaming kelas atas juga disarankan dibeli lebih awal
  • Upgrade RAM tidak direkomendasikan kecuali sangat diperlukan
  • Potensi rush pembelian GPU bisa memperparah kelangkaan stok

Telset.id – Krisis RAM yang melanda industri teknologi sepanjang 2026 menunjukkan eskalasi yang semakin mengkhawatirkan. Setelah sebelumnya harga memori melonjak signifikan, kini kabar terbaru menyebutkan bahwa harga kartu grafis (GPU) diprediksi akan mengalami kenaikan hingga 40 persen di berbagai pasar Asia, sebuah perkembangan yang berpotensi merembet ke pasar global termasuk Indonesia.

Kabar ini menjadi pukulan telak bagi para gamer dan kreator konten yang selama ini menantikan harga GPU yang lebih bersahabat. Berdasarkan laporan yang dihimpun, Gigabyte berencana menaikkan harga kartu grafisnya sebesar 20 hingga 40 persen di Jepang, sementara MSI akan menaikkan harga GPU Nvidia di China sebesar 20 persen atau lebih. Asus pun disebut-sebut sedang menyiapkan kenaikan serupa sebesar 20 persen.

Yang lebih meresahkan, Nvidia RTX 5000 series dikabarkan akan mengalami kenaikan harga hingga 30 persen di Korea Selatan pada bulan ini. Kenaikan harga yang terjadi di berbagai negara Asia ini bukanlah fenomena lokal yang terisolasi, melainkan bagian dari pergeseran harga yang hampir pasti akan tercermin secara global.

An Nvidia GeForce RTX 5070 being held in a hand

Akar Masalah: Harga Video RAM yang Meroket

Seluruh kenaikan harga ini berakar pada meningkatnya harga video RAM (VRAM) yang digunakan pada kartu grafis. Kenaikan biaya produksi VRAM ini pula yang disebut-sebut menjadi penyebab tertundanya peluncuran refresh RTX 5000 Super, karena kartu-kartu tersebut akan dibekali VRAM dalam jumlah besar.

Krisis ini sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Samsung baru-baru ini menyatakan bahwa krisis RAM akan semakin parah pada 2027, dan bos SK Hynix bahkan berpendapat bahwa 2027 akan menjadi tahun terburuk dalam sejarah industri RAM. Nvidia CEO Jensen Huang juga pernah menyebut bahwa krisis RAM akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan.

Bahkan Apple, perusahaan teknologi terbesar di dunia, dikabarkan kesulitan mengamankan pasokan RAM baru dari China. Hal ini menunjukkan betapa parahnya situasi saat ini, di mana bahkan raksasa sekelas Apple pun ikut terimbas.

Dampak pada Berbagai Komponen PC

Krisis ini tidak hanya berdampak pada RAM dan GPU, tetapi juga merambat ke komponen lain seperti CPU dan perangkat jadi seperti PC, laptop, hingga ponsel. Framework, produsen laptop modular, baru-baru ini mengumumkan kenaikan biaya yang sangat signifikan untuk RAM mobile, sementara satu indikator harga DDR5 telah melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa.

Hand holding two DDR5 RAM memory modules in front of gaming computer with RGB lighting

Namun yang paling menonjol dalam sebulan terakhir adalah sorotan pada kartu grafis. Industri telah menyaksikan kebangkitan GPU-GPU lawas untuk mencoba menopang stok kartu yang lebih terjangkau, namun hal ini tampaknya tidak cukup mengimbangi tekanan harga yang terus meningkat.

Rekomendasi: Waktu yang Tepat untuk Membeli GPU

Dengan situasi yang semakin memburuk, pertanyaan besarnya adalah: apa yang harus dilakukan konsumen? Berdasarkan analisis terhadap tren yang ada, rekomendasi yang muncul adalah membeli GPU sekarang sebelum harga semakin melonjak.

Jika Anda sedang mempertimbangkan upgrade GPU untuk tahun ini atau tahun depan, waktu sekarang adalah momen yang tepat untuk membeli, terutama untuk model kelas menengah ke bawah yang masih tersedia dengan harga MSRP. Namun untuk GPU kelas atas Nvidia yang sudah mahal, rekomendasinya lebih sulit karena harga yang sudah sangat tinggi dan berpotensi naik lagi.

Meskipun Black Friday tidak lama lagi, tidak bijak untuk terlalu berharap pada diskon besar-besaran. Potensi diskon yang ada kemungkinan besar akan tergerus oleh kenaikan harga yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Computer memory RAM on motherboard background

Untuk laptop gaming kelas atas, pembelian lebih awal juga merupakan langkah yang bijak karena perangkat ini dilengkapi GPU mobile dengan VRAM yang besar. Secara umum, membeli laptop apa pun sesegera mungkin juga bukan keputusan yang buruk, mengingat tekanan harga RAM akan terus mendorong kenaikan harga notebook.

Sementara itu, untuk RAM dan SSD, meskipun harga sudah naik drastis, tampaknya masih akan ada kenaikan lanjutan. Namun ada batas atas di mana konsumen akan menahan diri dari pembelian karena harga yang dianggap tidak realistis. Jika Anda menemukan harga yang relatif masuk akal, pembelian tersebut kemungkinan tidak akan Anda sesali dalam beberapa tahun ke depan. Namun rekomendasi untuk upgrade RAM di level harga saat ini tidak disarankan kecuali memang benar-benar diperlukan.

Ancaman Rush Pembelian GPU

Satu hal yang perlu diwaspadai adalah potensi rush pembelian GPU. Sebuah retailer Jepang telah memperingatkan bahwa penjualan Nvidia RTX 5000 meningkat tajam hanya dengan kabar rumor kenaikan harga, sebelum konfirmasi resmi keluar. Harga sudah mulai naik dan restock RTX 5070 Ti serta RTX 5080 mulai dilabeli sebagai “tidak stabil”, mengindikasikan bahwa inventaris bisa cepat habis.

Laporan tersebut memang hanya satu dan berkaitan dengan pasar kelas atas, jadi belum perlu panik berlebihan. Namun masuk akal jika harga mulai merangkak naik, semakin banyak pemilik PC yang akan bertindak untuk melakukan upgrade GPU. Fenomena ini berpotensi menambah tekanan pada pasokan dan pada akhirnya semakin mendorong harga naik.

Yang jelas, krisis RAM yang terjadi saat ini bukanlah badai jangka pendek. Dengan berbagai indikator yang menunjukkan bahwa situasi akan memburuk pada 2027, konsumen perlu membuat keputusan pembelian dengan bijak dan mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.