📑 Daftar Isi

Ilustrasi robot memanipulasi otak manusia melambangkan kompleksitas persamaan Navier-Stokes

Kontroversi OpenAI dan Solusi Navier-Stokes yang Belum Tuntas

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱4 menit membaca
Bagikan:
  • OpenAI mengklaim tim internalnya memecahkan kondisi solusi Navier-Stokes, salah satu Millennium Prize Problems
  • Ilmuwan NYU Tristan Buckmaster menuduh OpenAI memanfaatkan riset pribadinya bersama Levent Alpöge dari Anthropic
  • Kolaborasi Buckmaster-Alpöge berlangsung setahun dengan bantuan Claude dan Codex, diverifikasi menggunakan Lean
  • OpenAI menawarkan dua opsi publikasi yang mengecualikan Alpöge karena afiliasinya dengan Anthropic
  • SĂ©bastien Bubeck disebut mengancam karier Buckmaster saat negosiasi gagal
  • OpenAI mengakui tidak dapat mengesampingkan penggunaan data pengguna untuk melatih model
  • Bukti masih memerlukan tinjauan sejawat bertahun-tahun sebelum Millennium Prize dapat diklaim

Telset.id – OpenAI mengklaim tim internalnya telah memecahkan kondisi solusi persamaan Navier-Stokes, salah satu dari tujuh Millennium Prize Problems. Klaim tersebut langsung memicu kontroversi setelah ilmuwan NYU, Tristan Buckmaster, menuduh OpenAI memanfaatkan hasil riset pribadinya bersama Levent Alpöge dari Anthropic tanpa izin. Perseteruan ini tidak hanya mempertanyakan etika ilmiah, tetapi juga praktik penggunaan data pengguna untuk melatih model AI.

Menurut laporan Bruno Ferreira di Tom’s Hardware, Buckmaster dan Alpöge telah bekerja selama sekitar satu tahun pada pembuktian persamaan Euler, yang diakui sebagai batu loncatan untuk memecahkan Navier-Stokes. Keduanya menggunakan asisten AI seperti Claude dari Anthropic dan Codex dari OpenAI untuk pekerjaan administratif dan pengecekan logika. Kolaborasi ini murni personal, tanpa keterlibatan resmi dari institusi atau perusahaan tempat mereka bekerja, dan biaya komputasi besar ditanggung sendiri oleh Buckmaster.

Pada 15 Agustus 2026, tim kecil tersebut berhasil memperoleh “hasil blowup dengan forcing halus untuk persamaan Boussinesq dan Euler.” Pendekatan baru ini didasarkan pada karya sebelumnya oleh Diego Córdoba dan Luis Martínez-Zoroa. Buckmaster bahkan menyebut Zoroa layak menerima Fields Medal. Meski pembuktian yang dihasilkan LLM disebutnya sebagai “AI slop” yang paling mengerikan yang pernah ia lihat, tim berhasil memverifikasinya pada 22 Agustus menggunakan Lean, bahasa pemrograman standar yang dirancang khusus untuk verifikasi pembuktian matematika.

Kronologi Kebocoran Informasi dan Tuduhan Plagiarisme

Masalah dimulai pada 3 September ketika Alpöge memberi tahu Buckmaster tentang rumor yang beredar bahwa Anthropic telah memecahkan masalah matematika penting, yang hampir pasti merujuk pada pekerjaan mereka. Rumor tersebut bahkan berspekulasi bahwa masalah yang dipecahkan adalah Navier-Stokes. Alpöge meyakini OpenAI telah mendengar kabar ini, sehingga Buckmaster mengirim email ke seorang matematikawan terkemuka di OpenAI untuk mengklarifikasi bahwa upaya tersebut adalah kolaborasi pribadi yang tidak terkait dengan Anthropic.

Matematikawan tersebut membalas dengan meminta detail dan menawarkan waktu komputasi OpenAI, dengan alasan “akan berguna untuk menghindari persaingan.” Pada 6 September, Buckmaster berbicara dua kali dengan matematikawan anonim tersebut dan SĂ©bastien Bubeck dari OpenAI, tanpa kehadiran Alpöge. Dalam percakapan itu, Buckmaster diberi tahu bahwa OpenAI telah membuktikan blowup waktu-hingga untuk persamaan Navier-Stokes yang dipaksa, sebuah subset dari masalah tersebut. Klaim ini menggunakan ide “forced blowup” yang sama persis dengan pendekatan yang dipilih tim Buckmaster secara diam-diam.

Yang lebih mencurigakan, Bubeck mengungkapkan bahwa ada tim manusia nyata yang bekerja pada Navier-Stokes, bukan sekadar model AI. Prompt teks yang menghasilkan pembuktian Navier-Stokes itu sendiri dihasilkan dengan meminta Codex, dengan kebutuhan komputasi yang “tidak masuk akal.” Ketika Buckmaster bertanya kapan prompt awal dikeluarkan, jawaban OpenAI “dalam beberapa hari terakhir” datang setelah jeda. Pertanyaan krusial tentang apakah model dilatih pada sesi Codex mereka tidak pernah dijawab secara memuaskan.

Tawaran Publikasi dan Ancaman Karier

OpenAI disebut menawarkan dua opsi kepada Buckmaster. Opsi pertama: Buckmaster dan Alpöge mempublikasikan pembuktian Euler mereka lebih dulu, lalu OpenAI memposting pembuktian Navier-Stokes pada hari berikutnya untuk memberi prioritas kepada keduanya. Opsi kedua: Buckmaster sendiri, tanpa Alpöge, menulis makalah tentang pembuktian Navier-Stokes dengan mengakui bahwa model internal OpenAI yang menyelesaikannya. Bubeck bersikeras mengeluarkan Alpöge dari pembuktian Euler karena pekerjaannya di Anthropic dianggap “mengganggu.”

Buckmaster menolak kedua opsi tersebut dan mengancam akan mempublikasikan temuannya jika OpenAI memilih opsi pertama. Hal ini memicu apa yang ditafsirkan Buckmaster sebagai ancaman dari Bubeck: “Jika kamu tidak ingin aku bersikap baik, maka aku tidak harus bersikap baik.” Bubeck kemudian menghubungi Alpöge dan mempertanyakan kewarasan Buckmaster, yang ditolak Alpöge dengan mengarahkan pertanyaan kembali ke rekannya.

Perseteruan ini menyoroti pertanyaan serius tentang apa yang sebenarnya dilakukan OpenAI terhadap data pengguna yang dikumpulkan melalui LLM-nya. Dalam siaran pers tentang Navier-Stokes, OpenAI menyatakan “tidak ada data pengguna spesifik yang diakses untuk memecahkan masalah ini,” tetapi “tidak dapat mengesampingkan bahwa data teridentifikasi yang berasal dari penggunaan produk kami membantu meningkatkan model kami.” Pernyataan ini justru memperkuat kekhawatiran tentang praktik pelatihan model AI.

Robots manipulating a human brain

Bukti Navier-Stokes dari OpenAI masih memerlukan tinjauan sejawat yang diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun sebelum pihak mana pun dapat membawa pulang Millennium Prize. OpenAI sendiri menyatakan tidak berniat mengklaim hadiah tersebut. Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman membela timnya sebagai berniat baik dan kooperatif, mendukung Bubeck dengan mengatakan “sulit untuk menawarkan opsi publikasi yang sama kepada Levent.” Baik Altman maupun Bubeck tidak membahas apakah OpenAI menggunakan riset Buckmaster dan Alpöge sebagai data pelatihan.

Kontroversi ini menambah daftar panjang persoalan etika yang melibatkan OpenAI. Sebelumnya, perusahaan tersebut juga menghadapi kritik atas berbagai insiden keamanan dan transparansi. Bagi Buckmaster dan Alpöge, pertarungan untuk mendapatkan pengakuan atas penemuan mereka kemungkinan akan berlangsung panjang dan rumit. Namun, yang lebih penting, kasus ini menjadi peringatan tentang bagaimana persaingan antar laboratorium AI dapat mengorbankan integritas ilmiah dan hak kekayaan intelektual para peneliti individu.

Terlepas dari siapa yang akhirnya mendapatkan kredit atas penemuan ini, kasus ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan regulasi yang lebih jelas tentang penggunaan data pengguna dalam pengembangan AI. Tanpa transparansi yang memadai, insiden serupa akan terus terulang dan merusak kepercayaan publik terhadap industri AI yang sedang berkembang pesat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.