Telset.id ā Proyek keyboard open source bernama Keybytes memungkinkan pengguna merakit layout keyboard sendiri dengan menghubungkan tombol-tombol individual ke sebuah controller pusat. Dikembangkan oleh mahasiswa MIT, Nathan Alspaugh, sistem ini mengandalkan koneksi magnetik dan mikrokontroler khusus pada setiap tombol untuk mendukung susunan yang fleksibel. Namun, fleksibilitas tersebut datang dengan konsekuensi biaya yang tidak kecil: merakit versi full-size diperkirakan menelan sekitar US$900 atau setara Rp14 jutaan.
Keybytes terdiri dari dua elemen utama, yaitu controller bernama Keyword dan modul tombol individual yang disebut Keybit. Modul-modul ini terhubung secara magnetik untuk membentuk keyboard yang dipersonalisasi. Dengan pendekatan ini, pengguna tidak lagi terikat pada layout tetap seperti pada keyboard konvensional.
Setiap Tombol Punya Mikrokontroler Sendiri
Perbedaan mendasar Keybytes terletak pada arsitekturnya. Setiap Keybit mengandung mikrokontroler RISC-V sendiri, sehingga tiap tombol dapat beroperasi secara independen alih-alih sepenuhnya bergantung pada satu prosesor pusat. Setiap Keybit berukuran 19,05 x 19,05mm, yang sesuai dengan satuan unit keyboard standar 1U.
Koneksi pogo pin empat sisi pada Keybit membawa daya dan komunikasi I2C, memungkinkan modul terhubung melalui sisi yang berbeda dan mengakomodasi berbagai susunan. Sementara itu, modul Keyword di tengah terdiri dari dua circuit board bertumpuk. Board atas menampung mikrokontroler Arm Cortex-M4, antena Bluetooth, dan flash memory. Board bawahnya menyediakan konektivitas USB-C, fungsi pengisian daya, serta buck-boost converter untuk manajemen daya.
Setiap Keybit juga menampung switch mekanikal Cherry MX, sehingga perakit memiliki opsi memilih switch kompatibel sesuai preferensi pengalaman mengetik mereka. Koneksi magnetik memungkinkan tombol dipasang di sekitar controller Keyword atau bersebelahan dengan modul lain, menghapus batasan layout tetap yang ditemukan pada keyboard biasa.

Baca Juga:
Biaya Merakit dan Keterbatasan Proyek
Meski menawarkan fleksibilitas, Keybytes masih berstatus proyek tahap awal. Alspaugh melaporkan bahwa sistem dasar baru saja mencapai kondisi berfungsi. Dokumentasi proyek yang tersedia untuk publik saat ini hanya menunjukkan kombinasi modul yang terbatas, bukan layout keyboard full-size yang sudah selesai.
Pengembang memperkirakan bahwa merakit versi full-size menggunakan sekitar 2 controller Keyword dan 110 Keybit akan menelan biaya sekitar US$900. Angka tersebut menunjukkan betapa cepatnya pengeluaran menumpuk ketika setiap tombol tambahan membutuhkan circuit board, mikrokontroler, dan komponen elektronik lainnya.
Perakit juga harus memperhitungkan produksi printed circuit board, pembelian komponen, penyolderan, dan enclosure cetak 3D kustom. Kebutuhan ini membuat layout besar jauh lebih menantang dibandingkan konfigurasi kecil yang dirancang untuk beberapa shortcut saja.
Desain saat ini juga memiliki keterbatasan pada opsi pencahayaan, karena Keyword hanya menyertakan indikator status sementara Keybit individual tidak memiliki pencahayaan khusus. Versi mendatang berpotensi menambahkan fitur seperti RGB lighting yang dapat dikustomisasi, kontrol rotary, modul pengenalan sidik jari, atau touchpad kompatibel. Namun semua itu masih berupa usulan tambahan, bukan pengembangan yang sudah dikonfirmasi.
Alspaugh telah mempublikasikan file proyek, aset desain, dan detail konstruksi di GitHub di bawah lisensi MIT yang permisif. Lisensi ini memungkinkan pihak lain memeriksa desain, merakit unit sendiri, dan memodifikasi hardware sesuai kebutuhan mereka. Bagi yang terbiasa mengikuti perkembangan perangkat open source, pendekatan ini sekaligus membuka ruang eksperimen bagi komunitas.
Di sisi lain, industri periferal terus bergerak dengan beragam pendekatan. Beberapa waktu lalu, Amazon merilis Echo Show 16 sebagai bagian dari lini perangkat berbasis Alexa+, sementara Microsoft 365 Family kini batasi penyimpanan pada paket layanannya. Perubahan-perubahan semacam ini menunjukkan bagaimana ekosistem perangkat dan layanan terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna.
Keybytes sendiri menempatkan diri sebagai eksperimen hardware terbuka yang menantang asumsi soal layout keyboard. Dengan setiap tombol membawa prosesornya sendiri, biaya dan kompleksitas perakitan menjadi konsekuensi yang harus diterima. Informasi lebih lanjut mengenai proyek ini dapat ditelusuri melalui dokumentasi yang dipublikasikan Alspaugh di GitHub.





Komentar
Belum ada komentar.