Telset.id β Mesin kopi Keurig milik sepasang orang tua di Amerika Serikat mengirimkan satu terabyte data hanya dalam 10 hari. Temuan ini mencuat setelah anak mereka, seorang ahli IT yang dikenal dengan nama Nomad, membagikan laporan tersebut di X dan langsung viral. Ia memutuskan mencabut koneksi perangkat dari internet karena menilai perangkat IoT yang bermasalah seperti itu tidak layak dibiarkan terhubung.
Peristiwa ini menyoroti persoalan yang lebih luas soal perangkat rumah pintar. Sebab, kejadian serupa juga dialami TechRadar. Mesin kopi Lavazza yang mereka gunakan meminta akses ke kontak dan log panggilan. Permintaan izin tersebut tidak berkaitan langsung dengan fungsi utama menyeduh kopi.
Yang lebih mengganggu, fitur pintar mesin kopi itu ternyata tidak berjalan mulus. Memulai proses penyeduhan lewat aplikasi resmi mesin tersebut tidak berhasil. Ketika diminta menyeduh espresso melalui Google Home sesuai panduan manual, muncul keterangan bahwa mesin kopi itu tidak mendukung pemilihan jenis minuman tertentu seperti espresso lewat perintah smart home.
TechRadar mengaku telah menghubungi kedua perusahaan untuk meminta komentar terkait temuan tersebut. Mereka berjanji memperbarui informasi begitu ada detail lebih lanjut.
Data yang Diminta Perangkat Pintar
Kasus Keurig diduga terjadi karena sebuah bug. Nomad menyatakan ia memutus perangkat tersebut karena tidak mau menyimpan perangkat IoT yang berpotensi bermasalah dan menyebabkan saturasi seperti yang terjadi. Artinya, transfer data sebesar satu terabyte itu bukan bagian dari perilaku normal mesin kopi.
Di sisi lain, permintaan izin aplikasi Lavazza ke kontak dan log panggilan menjadi pertanyaan tersendiri. Sebab, fungsi-fungsi itu tidak berhubungan dengan proses menyeduh kopi. Sampai berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Lavazza maupun Keurig soal alasan di balik permintaan akses tersebut.

Persoalan ini bukan hanya soal satu atau dua mesin kopi. Consumer Reports di Amerika Serikat sudah lama memberi peringatan soal peralatan rumah tangga pintar. Awal tahun ini mereka mengingatkan bahwa peralatan rumah tangga yang mengandalkan aplikasi mobile untuk fungsi utama, sekaligus mengumpulkan data pengguna, semakin menjadi standar. Artinya, ketika membeli produk baru di kategori apa pun, fitur internet dan aplikasi pendamping yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya semakin sulit dihindari.
Pengalaman langsung TechRadar pun sejalan. Boiler pemanas rumah dan mesin pencuci piring mereka memiliki aplikasi. Keduanya cukup agresif mengumpulkan data yang tidak ada hubungannya dengan menghangatkan rumah atau mencuci piring. Itu baru data yang diminta secara terbuka oleh aplikasi.
Consumer Reports melalui Steve Blair menemukan sebuah mesin pengering yang mengirim data setara 135.000 pesan teks per minggu ke produsennya. Blair mempertanyakan apa yang sebenarnya ingin disampaikan mesin pengering sampai volumenya sebesar itu.
Baca Juga:
Risiko Keamanan dan Langkah Antisipasi
Perangkat terhubung memang punya sisi positif. TechRadar menyebut mereka menyukai perangkat smart home. Ada Instant Pot yang aplikasinya bisa mengunduh instruksi slow cooking untuk hidangan tertentu, dan ada juga kemudahan memanaskan mobil hybrid dari jarak jauh saat cuaca dingin.
Namun ada sisi buruknya. Menurut TechRadar, risiko terbesar bukanlah pengawasan tersembunyi, melainkan terbukanya pintu bagi pihak yang tidak bertanggung jawab. Perusahaan peralatan rumah tangga umumnya tidak dikenal karena keahlian software atau keamanan website mereka. Kondisi itu membuka risiko data berakhir di tempat yang tidak seharusnya, atau munculnya eksploitasi yang bisa menyerang perangkat tersebut maupun perangkat lain di jaringan yang sama.
Kesimpulannya, semakin sedikit akses yang dimiliki sebuah perangkat, semakin baik. Consumer Reports merekomendasikan agar pengguna memikirkan keamanan data sebelum membeli produk terhubung. Pertanyaan seperti apakah kulkas perlu terhubung ke Wi-Fi layak diajukan lebih dulu.
Consumer Reports juga menyarankan pengguna menyiapkan jaringan terpisah di router khusus untuk perangkat pintar. Dengan begitu, jika perangkat tersebut disusupi, penyerang tidak berada di jaringan yang sama dengan laptop atau ponsel. Langkah ini menjadi relevan di tengah ekspansi perangkat pintar, termasuk yang tengah dikembangkan industri. Beberapa waktu lalu, Apple Gandeng LG untuk menggarap perangkat smart home yang dikabarkan meluncur pekan depan. Ada pula langkah Apple Bangun Kamera smart home yang mengandalkan AI tanpa merekam video.
Di sisi lain, pengguna juga perlu mencermati perangkat yang mereka beli. Contohnya produk yang baru bocor seperti Casio CRW-002 Bocor, sebuah smart ring bergaya jam tangan retro yang siap rilis November. Sementara itu, industri komponen sendiri tengah menghadapi tekanan, dengan Krisis RAM Ancam 230 juta smartphone murah hingga 2030.
Bagi Nomad, keputusannya mempublikasikan kasus mesin kopi orang tuanya justru membawa konsekuensi tak terduga. Ia mengaku selalu bermimpi dikenal karena printer aneh yang ia rancang dan pekerjaan menariknya di Prusa. Ia ingin meninggalkan warisan kreativitas dan kekacauan. Kini ia justru paling dikenal karena mesin kopi nakal, padahal ia bahkan tidak menyukai kopi.
[ META_DESCRIPTION]
Mesin kopi Keurig kirim 1 terabyte data dalam 10 hari dan memicu kekhawatiran soal privasi perangkat IoT rumah pintar.





Komentar
Belum ada komentar.