πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi penurunan pengiriman PC global kuartal ketiga 2026 akibat kelangkaan memori

Pengiriman PC Global Q3 2026 Anjlok 20,1 Persen, Harga Masih Mahal

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pengiriman PC global Q3 2026 anjlok 20,1 persen YoY atau 15,8 juta unit
  • Penurunan lebih tajam dari kontraksi 3,8 persen pada kuartal sebelumnya
  • Penyebab utama: harga memori naik hingga 500 persen akibat boom AI data center
  • Lenovo, HP, dan Dell paling terdampak meski tetap memimpin pangsa pasar
  • IDC sebut harga tetap tinggi, promosi jangka pendek mungkin muncul
  • Acer prediksi harga turun paruh kedua 2027 saat kapasitas memori Tiongkok aktif

Telset.id – Pengiriman PC global anjlok 20,1 persen year-over-year pada kuartal ketiga 2026, setara penurunan 15,8 juta unit. Menurut riset IDC Global, ini adalah kontraksi yang jauh lebih tajam dibanding penurunan 3,8 persen year-over-year pada kuartal sebelumnya, sekaligus turun 9,1 persen dari kuartal kedua tahun ini.

Penurunan ini bukan akibat melemahnya permintaan secara tiba-tiba, melainkan buntut dari strategi vendor dan channel yang menumpuk inventori pada kuartal kedua 2026. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga yang dipicu kelangkaan memori. Alhasil, pola musiman pasar PC yang biasanya menempatkan Q3 lebih besar dari Q2 menjadi terbalik.

β€œApa yang kami lihat adalah hasil dari pull-in yang kuat di paruh pertama. Vendor dan channel menumpuk inventori lebih awal tahun ini untuk mendahului kenaikan harga, dan itu mengacaukan musiman biasa, di mana Q3 biasanya lebih besar dari Q2,” ujar IDC consumer devices research director Jitesh Ubrani.

Ubrani menambahkan bahwa channel kini khawatir membawa terlalu banyak inventori ke pasar yang permintaannya tertekan harga tinggi. Kondisi itu bisa berujung pada promosi dan sedikit kelegaan jangka pendek bagi konsumen, tetapi harga tidak akan kembali seperti setahun lalu. Ia menyebut harga akan tetap tinggi, dan dengan kondisi makro yang memburuk, risiko outlook beberapa kuartal ke depan justru memburuk sebelum membaik.

Harga Memori Melonjak, Tiga Vendor Terbesar Paling Terdampak

Kenaikan harga ini dipicu langsung oleh boom AI data center. Hyperscaler menggelontorkan dana besar untuk HBM yang dibutuhkan guna mendukung GPU AI. Produsen memori pun beralih ke teknologi tersebut, sehingga kapasitas produksi untuk memori konsumen menyusut. Salah satu contohnya adalah Micron, yang mematikan brand Crucial RAM dan SSD pada akhir 2025 agar bisa fokus pada produksi data center.

Person holding three RAM DIMMs with soft blurred bokeh background

Ketika pembuat PC berebut pasokan chip memori yang menipis, harga memori naik hingga 500 persen. DDR5 128GB kini dibanderol setinggi 3.399 dolar AS. Sejumlah pihak sebelumnya telah memperingatkan hal ini sejak akhir tahun lalu, dengan IDC memperkirakan pasar PC bisa menyusut hingga 9 persen dan sektor budget menjadi yang paling terpukul.

Dampaknya paling terasa pada tiga vendor PC terbesar. Lenovo kehilangan 22,6 persen, HP mengirim 30,9 persen unit lebih sedikit, dan Dell mengalami kontraksi pengiriman 25 persen. Apple mencatat penurunan 11,3 persen, sementara Asus turun 8,6 persen, dan sisa pasar mengirim 14 persen lebih sedikit year-over-year.

Meski terpukul paling keras, Lenovo, HP, dan Dell masih mempertahankan posisi terdepan dengan pangsa pasar masing-masing 23,8 persen, 16,5 persen, dan 12,1 persen. Situasi ini sejalan dengan tekanan yang juga melanda pasar perangkat lain, seperti yang terlihat pada pasar smartphone AS yang anjlok dengan harga terus naik di Q2 2026.

Acer Prediksi Harga Turun di Paruh Kedua 2027

Sejumlah pemimpin industri memperkirakan situasi tidak akan membaik dalam beberapa tahun ke depan. Namun Acer CEO Jason Chen justru menentang arus tersebut. Ia menilai kekhawatiran itu hanya dihype untuk melindungi margin produsen chip memori.

CXMT

Chen memperkirakan harga PC akan menurun pada paruh kedua 2027 seiring kapasitas chip memori asal Tiongkok mulai beroperasi. Menurutnya, hanya komponen high-end seperti LPDDR5X-9600 dan CPU niche seperti Nvidia N1 dan N1X yang tetap dalam kondisi pasokan terbatas.

Terlepas dari perbedaan pandangan itu, pasar PC saat ini berada di tengah tekanan biaya komponen yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Para pembuat PC harus bersaing memperebutkan pasokan memori yang terus menyusut, sementara konsumen dihadapkan pada harga perangkat yang jauh di atas level normal.

Kondisi ini juga menempatkan peluncuran produk baru dalam posisi sulit. Ketika komponen mahal dan pasokan terbatas, produsen perlu menghitung ulang strategi harga dan waktu peluncuran. Situasi serupa tengah dihadapi pasar lain yang juga menunggu momentum pemulihan, seperti yang tercermin pada dinamika pasar ponsel Eropa pada kuartal kedua.

Bagi konsumen, sinyal dari IDC cukup jelas: promosi jangka pendek mungkin muncul karena channel berusaha mengurangi inventori, tetapi harga tidak akan kembali ke level setahun lalu. Selama alokasi produksi memori masih berpusat pada kebutuhan AI data center, pasar PC akan berjalan dengan harga yang tetap tinggi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.