Telset.id – Otoritas Meksiko membongkar tambang kripto ilegal di Tlaola, Puebla, yang diduga dioperasikan jaringan kartel narkoba. Polisi menyita sekitar 300 GPU, infrastruktur listrik, dan perangkat satelit dalam penggerebekan yang menandai semakin dalamnya keterlibatan kartel narkoba Meksiko di bisnis penambangan kripto.
Reuters melaporkan, polisi setempat menemukan fasilitas rahasia tersebut di kawasan pegunungan Sierra Norte, Puebla. Operasi yang boros daya itu diduga mencuri listrik langsung dari jaringan di Presa de Necaxa, sebuah PLTA di dekat lokasi. Penemuan ini bukan insiden tunggal, melainkan yang keempat di kawasan yang sama sejak awal tahun lalu.
Menurut analis keamanan yang berbasis di Meksiko, temuan tersebut menunjukkan kartel narkoba Meksiko makin canggih dalam menjalankan operasinya. Otoritas federal Meksiko, Angkatan Laut, dan polisi negara bagian menyita sekitar 300 GPU, 80 terminasi tegangan menengah, satu transformer, serta delapan antena satelit dalam penggerebekan terbaru.
Keterkaitan kartel dengan dunia kripto bukan hal baru. Blockchain analytics firm Chainalysis, seperti dikutip Reuters, memperkirakan transaksi kripto ilegal tumbuh dari US$59 miliar pada 2024 menjadi US$154 miliar pada tahun lalu. Lonjakan itu dikaitkan dengan upaya penghindaran sanksi yang melibatkan sejumlah pemerintah. Namun di Amerika Selatan, kartel makin tertarik memakai jalur ini untuk pencucian uang.

Operasi penambangan juga menjadi bagian dari skema tersebut, karena mencuri listrik relatif mudah bagi kejahatan terorganisir. Penambangan GPU konsumen arus utama berakhir pada paruh kedua 2022, yang membanjiri pasar dengan kartu grafis bekas. Kondisi itu justru membuka jalan bagi aktor ilegal untuk memanfaatkan perangkat keras murah di lokasi terpencil.
Baca Juga:
Laporan sumber tidak menyebut bagaimana otoritas menemukan tambang kripto tersebut. Warga di kawasan terpencil Puebla itu mungkin melaporkan operasi tersebut kepada aparat. Dua orang dari komunitas tetangga mengatakan kepada Reuters bahwa mereka bisa mendengar kebisingan tambang kripto, seperti suara transformer dan pendingin, dari jarak satu kilometer (0,6 mil). Lokasinya hanya berjarak 2 km (1,2 mil) dari desa terdekat.
Tiga tambang kripto lain yang baru-baru ini ditemukan juga berada di dekat PLTA yang sama. Tlaola adalah komunitas kecil berpenduduk sekitar 20.000 jiwa, sehingga tingkat kebisingan dan konsumsi daya tambang kripto sangat terasa meski kartel berusaha menyembunyikannya jauh di pegunungan.
Komunitas terpencil seperti Tlaola menjadi lokasi populer bagi tambang kripto rahasia karena listriknya murah dan sebagian besar wilayahnya berada di bawah perlindungan kartel. Contohnya, Cartel Jalisco Nueva Generación (CJNG) dan sayap bersenjatanya, La Barredora, memiliki kehadiran terkuat di Puebla.

Menurut SILIKN, firma keamanan siber Meksiko, penggunaan penambangan kripto untuk mencuci uang naik setidaknya 55,8 persen pada tahun lalu di Meksiko. Kartel narkoba seperti Cartel de Sinaloa dan CJNG dilaporkan mendirikan tambang kripto untuk menambang Bitcoin (BTC), Monero (XMR), dan Tether (USDT).
Fasilitas penambangan kripto ilegal yang serupa juga ada di berbagai belahan dunia. Reuters mengingatkan kembali adanya penggerebekan di Brasil, Amerika Serikat, dan Thailand. Sementara itu, analis memperkirakan kejahatan terkait kripto akan mencapai titik tertinggi baru dalam beberapa tahun mendatang.
Kasus ini menambah panjang daftar tantangan keamanan siber global, mulai dari aksi kelompok penjahat siber hingga ancaman komputasi kuantum. Pemerintah dan pelaku industri pun dituntut memperkuat pengawasan terhadap aktivitas kripto yang menyalahgunakan infrastruktur listrik dan perangkat keras.
Bagi pengguna di Indonesia, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa aktivitas penambangan kripto ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi pencurian listrik, tetapi juga menjadi jalur pencucian uang lintas negara. Pengawasan terhadap transaksi kripto dan infrastruktur penambangan menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kejahatan terkait aset digital.





Komentar
Belum ada komentar.