Telset.id – Apple resmi memperbesar kapasitas baterai iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, dengan peningkatan yang terungkap lewat label energi Uni Eropa. iPhone 18 Pro kini dibekali baterai 4.056 mAh, sedangkan iPhone 18 Pro Max naik ke 5.391 mAh. Apple menyebut lonjakan pada model Pro Max sebagai “peningkatan daya tahan baterai terbesar yang pernah ada” di iPhone. Bagi calon pembeli di Indonesia, ini menjadi sinyal bahwa generasi terbaru membawa perubahan nyata pada dua area yang paling sering dikeluhkan pengguna flagship: daya tahan dan kemampuan kamera.
Angka tersebut muncul karena regulasi Uni Eropa mewajibkan produsen mempublikasikan detail kapasitas baterai perangkat yang dijual di kawasan itu. Label energi yang disematkan pada kedua ponsel menunjukkan kenaikan 1,45% untuk iPhone 18 Pro dan 11,8% untuk iPhone 18 Pro Max dibanding model tahun sebelumnya. Perbedaan besaran peningkatan itu membuat Pro Max menjadi model dengan perubahan paling menonjol di lini iPhone 18 Pro.
Dampaknya langsung terasa pada klaim daya tahan. Apple menyatakan iPhone 18 Pro Max mampu memutar video hingga 45 jam dalam sekali pengisian daya, sementara iPhone 18 Pro mencapai 36 jam. Angka ini menjadi acuan praktis bagi pengguna yang mengandalkan ponsel untuk konsumsi konten, navigasi, atau kerja mobile sepanjang hari tanpa akses charger.
Kapasitas Uni Eropa dan Modem yang Berbeda
Ada satu catatan penting yang perlu dipahami sebelum menyimpulkan spesifikasi akhir. Kapasitas baterai yang terungkap merujuk pada iPhone yang dijual di Uni Eropa, yaitu model dengan slot SIM fisik. Unit yang dijual di Amerika Serikat dan sejumlah wilayah lain hadir eSIM-only, sehingga kapasitas baterainya berpotensi lebih besar lagi. Artinya, angka 4.056 mAh dan 5.391 mAh adalah batas bawah, bukan angka final untuk semua pasar.
Perbedaan juga muncul pada sisi modem. Informasi yang beredar menyebut setiap unit iPhone 18 Pro dan Pro Max menggunakan modem buatan Apple sendiri, yakni C2, kecuali iPhone 18 Pro Max yang dijual di Amerika Serikat. Model tersebut disebut memakai chip Qualcomm, yang kemungkinan besar adalah Qualcomm Snapdragon X85. Perbedaan ini terlihat dari kode di iOS 27: V64 untuk iPhone 18 Pro Max dengan modem Qualcomm, dan V64s untuk iPhone 18 Pro Max dengan modem C2.
Sampai saat itu, perbedaan tersebut belum dikonfirmasi resmi karena pre-order baru dikirim pada Jumat, 18 September. Meski begitu, tidak ada perbedaan performa yang signifikan antara Apple C2 dan Qualcomm Snapdragon X85. Apple sendiri menyebut C2 menawarkan kecepatan lebih tinggi dibanding pendahulunya, C1X. Alasan kehadiran chip Qualcomm di satu model itu belum jelas, namun diduga berkaitan dengan kewajiban kontrak.
Baca Juga:
Kamera Aperture Variabel Jadi Pembeda Utama
Selain baterai, iPhone 18 Pro dan Pro Max membawa pembaruan besar pada kamera utama 48MP dengan aperture variabel. Di dalam lensa terdapat bilah baja yang dipotong laser dan dapat membuka atau menutup untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai kondisi pemotretan. Tujuannya, menghasilkan foto yang lebih baik tanpa perlu campur tangan pengguna, sekaligus memberi kontrol kreatif lebih luas lewat kontrol Pro yang baru.
CEO Apple John Ternus menjelaskan teknologi ini secara langsung. “Variable aperture adalah teknologi yang luar biasa. Kami punya bilah-bilah kecil ini. Jumlahnya enam, dan semuanya bisa membuka dan menutup. Saat aperture dibuka, lebih banyak cahaya masuk, sehingga hasil fotografi low-light jadi lebih baik,” ujarnya dalam wawancara dengan Tom’s Guide dan TechRadar.
Terdapat empat pengaturan aperture yang bisa dipilih kamera: f/1.48, f/1.8, f/2.8, dan f/4.0. Untuk foto potret, iPhone 18 Pro dapat memilih f/1.48 yang memasukkan cahaya paling banyak dan menciptakan blur latar. Sebaliknya, pada foto grup keluarga yang membutuhkan ketajaman merata, kamera bisa memilih f/4.0 dengan bilah menutup ke titik terkecil untuk menghasilkan depth of field maksimal.
“Saat memotret grup, kemampuan memastikan orang di depan dan di belakang sama-sama fokus itu sangat kuat,” kata Ternus. Pengguna juga dapat memanfaatkan pengaturan lain secara kreatif, misalnya menonjolkan sumber cahaya titik dengan f/2.8 atau f/4.0 untuk menciptakan efek stardust pada hasil akhir.
Bagi penggemar fotografi dan profesional kreatif, iPhone 18 Pro dan Pro Max menyediakan Pro controls untuk pertama kalinya. Fitur ini memungkinkan pemilihan salah satu dari empat pengaturan aperture secara manual dan langsung. Kontrol Pro lain mencakup kecepatan rana serta white balance, jenis pengaturan yang sebelumnya hanya tersedia lewat aplikasi pihak ketiga seperti Halide. “Ini semacam gabungan yang terbaik dari dua dunia. Anda bisa memilih untuk tidak memikirkannya, atau menyelami lebih dalam,” ujar Ternus.
Perlu dicatat, iPhone Duo yang foldable tidak mendapatkan lensa telephoto zoom seperti pada iPhone 18 Pro dan Pro Max, dan juga tidak dilengkapi kamera utama aperture variabel. Bagi pengguna yang mengejar kualitas kamera tertinggi, kedua model Pro tetap menjadi pilihan utama di jajaran produk terbaru Apple.
Dari sisi keamanan perangkat, pengguna tetap perlu memperhatikan risiko yang sudah diketahui. Isu semacam ini sering dibahas dalam laporan tentang Ancaman Keamanan Siber yang menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap celah yang telah teridentifikasi.
Untuk pasar Indonesia, belum ada keterangan resmi mengenai tanggal ketersediaan maupun harga iPhone 18 Pro dan Pro Max. Yang jelas, pre-order telah dibuka di sejumlah pasar dan pengiriman dimulai pada Jumat, 18 September. Pengguna yang menunggu model standar iPhone 18 harus bersabar, karena perangkat tersebut diperkirakan hadir pada Maret bersama iPhone 18e dan iPhone Air 2. Sementara itu, dinamika industri komponen dan perlindungan desain chip terus bergerak, seperti terlihat pada langkah China Ubah Definisi sirkuit terpadu yang memperkuat perlindungan desain chip.
Secara keseluruhan, kombinasi baterai lebih besar dan kamera aperture variabel menempatkan iPhone 18 Pro dan Pro Max sebagai pembaruan yang menyentuh kebutuhan harian pengguna, bukan sekadar perubahan spesifikasi di atas kertas. Angka daya tahan yang lebih panjang dan kontrol pemotretan yang lebih dalam menjadi dua alasan utama yang bisa dipertimbangkan sebelum memutuskan upgrade.






Komentar
Belum ada komentar.