Ilustrasi prosesor Intel Core Ultra generasi terbaru dengan desain dual-tile

Intel Nova Lake Tembus 474W, Desktop Paling Boros Daya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Intel Nova Lake-S flagship 52-core memiliki PL2 (Power Limit 2) sebesar 474 watt
  • Informasi dibocorkan oleh LC Tech Leaks dan dikonfirmasi oleh Jaykihn
  • Batas daya setinggi ini hanya berlaku untuk model kelas atas dengan arsitektur dual-tile
  • Platform baru menggunakan soket LGA1954 dan motherboard generasi baru
  • Motherboard Z990 dirumorkan memiliki tiga konektor EPS 8-pin untuk overclocking ekstrem
  • Seri Core Ultra 400S akan menjadi pembaruan arsitektur desktop terbesar Intel
  • Konfigurasi core mulai dari 6 hingga 52 core dengan dukungan DDR5-8000
  • Fitur termasuk grafis Xe3, Thunderbolt 5, PCIe 5.0, dan NPU untuk AI
  • Desain Big Last Level Cache (bLLC) untuk menyaingi 3D V-Cache AMD
  • Kekhawatiran tentang panas dan biaya operasional bagi pengguna rumahan

Telset.id – Intel dikabarkan akan menghadirkan prosesor desktop paling boros daya dalam sejarah dengan seri Nova Lake. Bocoran terbaru mengungkapkan bahwa varian flagship 52-core akan memiliki batas daya PL2 (Power Limit 2) sebesar 474 watt, sebuah angka yang jauh melampaui generasi sebelumnya.

Informasi ini pertama kali dibagikan oleh LC Tech Leaks dan dikonfirmasi oleh Jaykihn, seorang pembocor yang memiliki rekam jejak akurat terkait perangkat keras Intel. PL2 sendiri merupakan batas daya maksimum yang dapat ditarik CPU selama periode boost singkat. Meski demikian, perlu dicatat bahwa batas daya setinggi ini kemungkinan hanya berlaku untuk model kelas atas dengan arsitektur dual-compute tile.

Bocoran sebelumnya bahkan menyebutkan Intel mungkin memiliki batas darurat PL4 di atas 700 watt. Angka ini tentu memunculkan pertanyaan serius tentang sistem pendingin dan konsumsi daya yang dibutuhkan untuk menjalankan prosesor tersebut secara optimal. Pengguna yang berencana membangun PC dengan prosesor ini harus mempertimbangkan investasi besar pada sistem pendingin dan catu daya.

Core Ultra 200K Plus

Selain daya, bocoran ini juga mengungkap detail platform baru yang akan digunakan. Nova Lake-S dikabarkan akan menggunakan soket LGA1954 yang sebelumnya sudah dirumorkan, dan membutuhkan motherboard generasi baru. Vendor motherboard diperkirakan akan mengklasifikasikan produk mereka berdasarkan level daya PL1 yang berkelanjutan, dengan konfigurasi untuk CPU 35W, 65W, 125W, dan 175W.

Motherboard kelas enthusiast, kemungkinan seri Z990, juga dirumorkan akan memiliki tiga konektor daya CPU EPS 8-pin alih-alih dua konektor tradisional. Meskipun vendor memiliki opsi untuk menyertakan konektor ketiga, tujuan utamanya adalah untuk mendukung overclocking ekstrem dan tidak akan memengaruhi profil performa standar CPU.

Seri Nova Lake-S diperkirakan akan menggunakan nama ‘Core Ultra 400S’ dan menjadi pembaruan arsitektur desktop terbesar Intel dalam beberapa tahun. Bocoran spesifikasi sebelumnya menunjukkan konfigurasi mulai dari 6 hingga 52 core, dengan dukungan memori DDR5-8000. Model flagship 52-core diperkirakan akan memiliki 16 performance core, 32 efficiency core, dan desain Big Last Level Cache (bLLC) baru untuk menyaingi dominasi gaming 3D V-Cache milik AMD.

Intel juga dikabarkan akan menghadirkan grafis terintegrasi Xe3, Thunderbolt 5, konektivitas PCIe 5.0, dan NPU yang ditingkatkan untuk beban kerja AI. Meskipun spesifikasi ini belum dikonfirmasi, jelas bahwa Intel menargetkan peningkatan substansial dalam gaming, performa multi-threaded, dan kemampuan platform secara keseluruhan dengan prosesor generasi berikutnya.

Langkah Intel ini juga terkait dengan strategi jangka panjang perusahaan di industri semikonduktor. Intel Rekrut Eks CEO SK hynix untuk memimpin divisi packaging foundry, menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menguasai rantai pasok manufaktur chip. Selain itu, kerja sama dengan AMD dalam merilis standar AI baru untuk CPU x86 juga menjadi indikasi bahwa persaingan di pasar prosesor desktop semakin ketat.

Konsumsi daya setinggi 474W tentu menjadi perhatian utama bagi para penggemar PC. Seperti yang disuarakan oleh salah satu komentator di forum Tom’s Hardware, “meskipun hanya PL2, itu adalah panas yang sangat banyak yang dibuang ke dalam ruangan. Untuk gaming, tambahkan GPU dengan konsumsi daya serupa dan monitor, Anda efektif tidak bisa gaming di musim panas tanpa AC menyala penuh.” Komentar ini mencerminkan kekhawatiran realistis tentang implikasi termal dan biaya operasional dari prosesor semacam itu.

Namun, perlu diingat bahwa batas daya 474W kemungkinan hanya akan tercapai pada kondisi overclocking ekstrem dengan CPU dual-tile, bukan dalam penggunaan standar. Seperti yang dicatat dalam artikel sumber, “batas daya ini mungkin hanya berlaku untuk model kelas atas dengan arsitektur dual-tile.” Dengan kata lain, sebagian besar pengguna mungkin tidak akan pernah mendekati angka tersebut dalam penggunaan sehari-hari.

Yang lebih menarik adalah bagaimana kurva performa per watt (perf/W) dari prosesor ini. Seperti yang dikomentari oleh pengguna lain, “akan menarik untuk melihat seperti apa kurva perf/W. Bottleneck memori mungkin akan lebih membatasi CPU daripada batas daya, dalam sebagian besar workload multi-threaded.” Ini menunjukkan bahwa meskipun daya puncak sangat tinggi, efisiensi pada rentang daya normal mungkin tetap kompetitif.

Bagi pengguna rumahan, prosesor dengan jumlah core tertinggi mungkin bukan pilihan terbaik. “Inilah mengapa saya biasanya tidak memilih CPU dengan jumlah core tertinggi di rumah. Saya tidak cukup sering melakukan kompilasi di mesin pribadi saya untuk membenarkan sistem pendingin yang dibutuhkan untuk CPU besar, juga saya tidak ingin mengeluarkan panas sebanyak itu,” komentar pengguna lain. Sebagian besar game tidak diskalakan dengan baik dengan jumlah core, dan konsumsi daya gaming rata-rata pada CPU high-end biasanya hanya sekitar 128W.

Meskipun demikian, Intel tampaknya serius untuk merebut kembali tahta gaming dari AMD. Dengan desain bLLC yang dirancang khusus untuk menyaingi 3D V-Cache, serta dukungan memori DDR5-8000, Nova Lake-S menjanjikan lompatan performa yang signifikan. Namun, semua ini masih berupa bocoran dan rumor yang belum dikonfirmasi secara resmi oleh Intel.

Yang jelas, persaingan di pasar prosesor desktop akan semakin memanas. AMD dengan Ryzen-nya yang efisien dan Intel dengan Nova Lake yang bertenaga, keduanya menawarkan pendekatan yang berbeda. Bagi konsumen, pilihan akan bergantung pada prioritas: apakah performa mentah maksimal atau efisiensi daya yang lebih baik.

Keputusan Intel untuk mendorong batas daya hingga 474W juga memiliki implikasi pada ekosistem secara keseluruhan. Motherboard dengan tiga konektor EPS 8-pin, catu daya dengan kapasitas sangat besar, dan sistem pendingin cair yang canggih akan menjadi kebutuhan bagi mereka yang ingin memaksimalkan potensi CPU ini. Ini berarti biaya total kepemilikan (TCO) akan meningkat secara signifikan.

Di sisi lain, bagi pengguna yang tidak membutuhkan performa ekstrem, varian dengan jumlah core lebih rendah dan daya lebih rendah akan tetap tersedia. Intel diperkirakan akan menawarkan berbagai pilihan konfigurasi, mulai dari 6 core hingga 52 core, sehingga konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan dan anggaran mereka.

Kita masih harus menunggu informasi resmi dari Intel mengenai jadwal peluncuran, harga, dan spesifikasi pasti dari seri Nova Lake. Namun, bocoran ini memberikan gambaran awal tentang apa yang bisa kita harapkan dari prosesor desktop generasi berikutnya. Satu hal yang pasti: era prosesor dengan konsumsi daya sangat tinggi tampaknya akan segera tiba.

Bagi mereka yang tertarik dengan perkembangan terkini di industri chip, Intel juga menghadapi tantangan lain. Apple-Intel: Trump Klaim Kesepakatan Chip AS menunjukkan dinamika politik yang memengaruhi bisnis semikonduktor. Sementara itu, Intel Hadapi Dua Tenggat Kritis untuk Fab 14A, yang akan menentukan masa depan manufaktur chip perusahaan.

Dengan semua perkembangan ini, tahun 2026 akan menjadi tahun yang menarik bagi industri prosesor desktop. Intel Nova Lake-S dengan daya 474W mungkin menjadi simbol dari era baru performa ekstrem, tetapi juga menjadi pengingat bahwa efisiensi daya tetap menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan.

Kesimpulannya, bocoran tentang Intel Nova Lake dengan PL2 474W ini memberikan gambaran tentang ambisi Intel untuk mendominasi kembali pasar prosesor desktop. Meskipun angka tersebut terdengar ekstrem, penting untuk diingat bahwa ini hanya berlaku untuk model flagship dalam kondisi tertentu. Bagi pengguna biasa, varian dengan daya lebih rendah akan tetap menjadi pilihan yang lebih realistis dan terjangkau.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.