Telset.id β Hewlett Packard Enterprise (HPE) mengirim Spaceborne Computer 4 ke Bulan sebagai bagian dari misi Astrolab Flex Lunar Innovation Platform (FLIP) lunar rover. Komputer generasi keempat ini akan bertugas di kutub selatan Bulan dalam misi berdurasi satu tahun, dan berpotensi menjadi superkomputer tercepat yang pernah beroperasi di Bulan.
Spaceborne Computer 4 merupakan bagian dari program Commercial Lunar Payload Services milik NASA. Sistem ini akan tiba di Bulan melalui lander Voyager Technologies Griffin-1, setelah diluncurkan dari Kennedy Space Center milik NASA di Florida menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy.
HPE sendiri merupakan komponen korporasi dari Hewlett-Packard lama yang berfokus pada segmen enterprise dan berbasis di Texas. Pelibatan Spaceborne Computer 4 menempatkan HPE sebagai mitra kunci dalam misi Astrolab FLIP, bergabung dengan proyek-proyek lain di bawah payung program NASA tersebut.
Tugas Komputasi AI di Kutub Selatan Bulan
Setibanya di Bulan, Spaceborne Computer 4 akan diuji dengan tugas-tugas kecerdasan artifisial (AI) dan high performance computing (HPC). Sistem ini akan membantu misi rover sekaligus berpotensi menjadi superkomputer tercepat di Bulan. HPE diketahui telah menjadi penyedia sistem komputasi orbital untuk International Space Station (ISS) dan membangun serangkaian superkomputer yang makin kuat dari generasi ke generasi.
Rangkaian Spaceborne Computer dimulai dari Spaceborne Computer 1 yang bergabung dengan ISS pada 2017. Setelah berbagai iterasi untuk membuktikan operasi yang andal di kondisi microgravity, edge computing, serta pemrosesan AI terhadap data ilmiah, generasi keempat kini mengandalkan CPU berdaya rendah dan storage mirrored berkapasitas 1TB pada sepasang SSD Kiovia.

Spesifikasi persis Spaceborne Computer 4 masih dirahasiakan, tampaknya karena kekhawatiran terhadap risiko kegagalan hardware. Sebagai pembanding, Spaceborne Computer 3 yang diluncurkan pada 30 Januari 2024 untuk ditempatkan di ISS memiliki daya komputasi dan memori yang belum pernah ada sebelumnya untuk misi orbital, lengkap dengan storage 130TB.
Karena Spaceborne Computer 4 memiliki storage lebih kecil, berukuran hanya 5 x 10 inci, dan ketebalan sekitar 1 inci, kapasitasnya yang lebih ramping masuk akal mengingat pembatasan bobot untuk perjalanan cislunar. Ukuran dan kapasitas yang lebih kecil ini menjadi konsekuensi langsung dari kebutuhan misi menuju Bulan.
Baca Juga:
Peran Edge Compute dan Efisiensi Bandwidth
Meski detail spesifik peran Spaceborne Computer 4 dalam misi belum diketahui, sistem ini dipastikan menyediakan local edge compute. Dengan adanya jeda waktu untuk pemrosesan data kembali ke Bumi, kehadiran Spaceborne Computer 4 akan mempermudah pemrosesan data telemetri dan informasi lain yang dikumpulkan oleh FLIP.
CEO Astrolab Jaret Matthews kepada The Register menyatakan pentingnya mengirim insight ke Bumi ketimbang seluruh data mentah bila memungkinkan. Menurutnya, kemampuan edge compute untuk memproses data mentah secara lokal akan menghemat bandwidth kembali ke Bumi.
βItβs important to ship back insight to Earth rather than all the raw data whenever possible. So having the edge compute capability to process the raw data locally, save on bandwidth back to Earth,β ujar Jaret Matthews.
Kebutuhan akan komputasi lokal ini menjadi alasan utama di balik desain Spaceborne Computer 4. Alih-alih mengirim seluruh data mentah ke Bumi, sistem dapat memprosesnya lebih dulu di Bulan sehingga hanya informasi penting yang dikirim kembali. Pendekatan ini sejalan dengan keterbatasan bandwidth komunikasi antariksa yang menjadi pertimbangan dalam setiap misi luar angkasa.
Bagi HPE, pelibatan Spaceborne Computer 4 menandai kelanjutan perjalanan panjang perusahaan dalam menyediakan sistem komputasi untuk lingkungan antariksa. Sejak Spaceborne Computer 1 bergabung dengan ISS pada 2017, HPE secara bertahap menguji dan menyempurnakan kemampuan sistemnya untuk beroperasi di luar Bumi, mulai dari ketahanan di microgravity hingga pemrosesan AI terhadap data ilmiah.
Misi menuju kutub selatan Bulan ini menjadi ujian berikutnya bagi sistem komputasi HPE. Berbeda dari operasi di ISS yang berada di orbit rendah Bumi, misi ke Bulan menghadirkan tantangan tersendiri, termasuk pembatasan bobot untuk perjalanan cislunar yang memaksa Spaceborne Computer 4 hadir dalam ukuran lebih ringkas dibanding generasi sebelumnya.
Dengan peluncuran yang dijadwalkan dari Kennedy Space Center menggunakan SpaceX Falcon Heavy, misi ini akan menguji sejauh mana komputasi edge dan HPC dapat diandalkan di permukaan Bulan. Spaceborne Computer 4 akan menjalani misi selama satu tahun di kutub selatan Bulan, bekerja bersama rover FLIP yang dikembangkan Astrolab.
Keberadaan Spaceborne Computer 4 di Bulan juga memperluas cakupan program Commercial Lunar Payload Services milik NASA, yang kini mencakup sistem komputasi orbital generasi keempat dari HPE. Sistem ini akan menjadi bagian dari infrastruktur yang mendukung pemrosesan data telemetri dan informasi ilmiah selama misi berlangsung.
Untuk konteks teknologi sehari-hari, pengguna di Bumi bisa melihat bagaimana inovasi komputasi terus berkembang lewat panduan seperti Cara Kirim Foto dan Cara Membuat Stiker yang relevan bagi pengguna perangkat mobile.
Pelibatan HPE dalam misi Astrolab FLIP menegaskan posisi Spaceborne Computer 4 sebagai sistem komputasi yang dirancang untuk bekerja di lingkungan ekstrem. Dengan storage 1TB mirrored pada sepasang SSD Kiovia dan CPU berdaya rendah, sistem ini mengutamakan efisiensi daya dan keandalan, dua hal yang krusial untuk operasi berdurasi panjang di Bulan.
Misi ini juga menandai bahwa komputasi antariksa tidak lagi hanya soal membawa hardware ke orbit, tetapi tentang bagaimana data diproses secara cerdas di lokasi. Spaceborne Computer 4 memungkinkan pemrosesan data telemetri dan informasi ilmiah langsung di Bulan, mengurangi ketergantungan pada pengiriman data mentah ke Bumi yang memakan bandwidth.
Dengan jadwal peluncuran dari Florida menggunakan SpaceX Falcon Heavy dan pendaratan melalui lander Griffin-1, Spaceborne Computer 4 akan menjadi sistem HPE pertama yang beroperasi di permukaan Bulan. Selama satu tahun misi, sistem ini akan menguji kemampuan AI dan HPC di lingkungan yang jauh berbeda dari ISS, sekaligus membuktikan apakah komputasi edge dapat menjadi standar untuk eksplorasi luar angkasa berikutnya.
[AI_GENERATED_CONTENT]
Ya, konten ini dihasilkan oleh AI.





Komentar
Belum ada komentar.