Telset.id – Garmin Connect IQ Store dilaporkan menerima “enormous influx” atau gelombang besar kiriman aplikasi dan watch face dalam sebulan terakhir. Dampaknya, proses peninjauan (review) submission yang biasanya hanya 1–2 hari kini bisa memakan waktu hingga 13 hari. Keluhan ini mencuat di forum Garmin, dengan dugaan kuat bahwa lonjakan tersebut dipicu oleh kiriman aplikasi hasil AI.
Informasi ini pertama kali mencuat dari diskusi para developer watch face dan aplikasi di forum Garmin. Menurut beberapa pengembang, proses review yang normalnya selesai dalam 1–2 hari sekarang molor signifikan. Garmin sendiri mengonfirmasi bahwa keterlambatan ini bukan akibat bug, melainkan karena volume kiriman yang melonjak drastis.
Seorang moderator sekaligus perwakilan Garmin Connect IQ bernama Brandon menyatakan langsung dalam salah satu thread: “This is not due to a bug — we have gotten an enormous influx of app submissions in the last month, with no signs of slowing down, and are working through approvals as quickly as we can.” Ia menambahkan bahwa sebelumnya masalah seperti ini tidak pernah terjadi, kecuali keterlambatan akibat libur panjang seperti Natal.
Developer Keluhkan Kualitas dan Antrean Review
Lonjakan kiriman ini memicu kekhawatiran soal kualitas. Seorang pengguna Garmin menanggapi pernyataan Brandon dengan usulan pembatasan: “You need to limit the upload frequency for each developer; those poorly made AI-generated watch faces will consume everything.” Tanggapan lain menyoroti tren yang makin memburuk: “I have observed this trend worsening significantly as well. The Connect IQ Store is increasingly flooded with low-effort, repetitive submissions that hurt discoverability, degrade user trust, and crowd out well-crafted apps.”
Dampaknya tidak hanya dirasakan developer, tetapi juga pengguna Garmin yang memakai jam tangan seperti seri terbaru untuk mengunduh aplikasi pihak ketiga. Pengguna kini harus menyaring lautan watch face hasil AI untuk menemukan aplikasi dan tampilan yang dibuat secara manual oleh pengembang manusia. Situasi ini juga merugikan developer yang dikenakan biaya $100 per tahun untuk bisa menjual aplikasi di Connect IQ Store.
Baca Juga:
Fenomena ini bukan kali pertama terjadi di ekosistem digital. TechRadar melaporkan sejak 2023 bahwa e-book hasil AI membanjiri Kindle Unlimited sehingga menyulitkan pengguna menemukan buku baru, dan masalah tersebut makin parah seiring waktu. Pola serupa kini muncul di toko aplikasi dan hampir semua jenis storefront produk digital. Bagi pengguna yang ingin memaksimalkan fitur jamnya, panduan optimalkan sleep tracking bisa jadi alternatif tanpa harus bergantung pada aplikasi tambahan dari store.
Di sisi lain, lini perangkat Garmin terus menjadi perhatian pasar. Kabar soal Garmin Enduro 4 yang disebut meluncur akhir 2026 menunjukkan ekosistem perangkat dan layanan Garmin tetap aktif berkembang, meski kualitas kurasi di Connect IQ Store kini jadi sorotan.
TechRadar menyebut telah menghubungi Garmin untuk meminta komentar atas situasi ini dan akan memperbarui artikel jika ada respons. Sementara itu, pengguna Connect IQ yang merasakan perubahan di store diminta membagikan pengalamannya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari Garmin soal langkah yang akan diambil untuk menekan banjir kiriman aplikasi AI. Yang jelas, antrean review yang memanjang hingga 13 hari menjadi indikator nyata bahwa kurasi konten di toko digital kini menghadapi tekanan baru dari produk-produk hasil kecerdasan artifisial.
[ META_DESCRIPTION]
Garmin Connect IQ Store kebanjiran aplikasi dan watch face AI, bikin review tertunda hingga 13 hari dan pengguna harus saring konten berkualitas rendah.





Komentar
Belum ada komentar.