Telset.id – Ford resmi menantang kritik pemerintah Amerika Serikat terkait ketergantungan pada perusahaan China melalui peluncuran Fathom, pikap listrik murah dengan harga mulai US$28.350 atau sekitar Rp460 juta sebelum biaya pengiriman. Langkah ini menjadi jawaban langsung CEO Ford Jim Farley terhadap tuduhan Menteri Transportasi AS Sean Duffy yang menyebut Ford “secara aktif menjalin masa depan dengan perusahaan-perusahaan milik negara China”.
Fathom dibangun di atas platform Universal EV terbaru Ford dan menggunakan teknologi baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dilisensikan dari CATL, raksasa baterai asal China. Ford menegaskan bahwa perusahaan tetap memiliki dan mengoperasikan fasilitas produksi baterai BlueOval Battery Park Michigan di Marshall, sehingga sel baterai tetap dirakit di Amerika Serikat. Produksi sel baterai LFP untuk pikap listrik murah ini sedang ditingkatkan, dan Ford menyatakan berada di jalur yang tepat untuk mengirim baterai pada 2026.
Jim Farley membantah keras tuduhan tersebut. Kepada The Wall Street Journal, ia menyebut kritik itu sebagai “kesalahpahaman dasar, ketidakbenaran, atau kata apa pun yang ingin Anda gunakan”. Farley menegaskan, “Kami tidak memungkinkan orang China masuk ke sini. Justru Anda bisa berargumen sebaliknya.”
[IMAGE: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/CiCAgv3zKNzDhBJJAQYbB.jpg | Alt: “A Ford Fathom EV next to Ford CEO Jim Farley”]
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan di situs media Ford HQ, perusahaan menegaskan diri sebagai “produsen otomotif paling Amerika”. Ford mengklaim memproduksi lebih banyak kendaraan di AS, mempekerjakan lebih banyak pekerja manufaktur per jam, dan mengekspor lebih banyak kendaraan dari AS dibandingkan produsen otomotif lainnya. Klaim ini menjadi bantahan langsung atas tuduhan bahwa Ford menyerahkan kendali masa depannya kepada China.
Spesifikasi dan Strategi Fathom
Fathom merupakan hasil kerja tim “skunkworks” Ford, unit khusus yang dibentuk untuk mencari inovasi di ruang EV sekaligus menekan biaya produksi agar mampu bersaing dengan kendaraan listrik China yang semakin canggih. Pikap ini akan dijual dengan MSRP awal US$28.350 (sekitar £20.970 / AU$39.540) sebelum biaya tujuan, menjadikannya salah satu pikap listrik paling terjangkau di pasar Amerika.
Dari sisi spesifikasi, Fathom akan menggunakan salah satu paket baterai LFP baru Ford dan dilengkapi port pengisian NACS. Pikap ini juga mendukung pengisian bidirectional, memungkinkan pemiliknya memberi daya pada peralatan dan aksesori lain dari baterai. Setiap unit Fathom akan memiliki perangkat keras yang dibutuhkan untuk sistem mengemudi hands-free BlueCruise generasi berikutnya dari Ford.
Secara desain, Fathom hadir dengan empat pintu, kapasitas lima penumpang, bak belakang yang lega, dan bagasi depan untuk penyimpanan tambahan sebagai standar. Ford menargetkan ukuran midsize dengan ruang penumpang lebih luas dibandingkan Toyota RAV4. Kombinasi ini menempatkan Fathom sebagai pikap listrik keluarga yang mengutamakan kepraktisan harian.
Baca Juga:
Farley menyebut penciptaan platform Universal EV sebagai “momen Model T” bagi Ford. Ia menyatakan platform ini akan membantu menghadirkan truk dan kendaraan listrik ke pelanggan dengan harga yang lebih terjangkau. Platform tersebut diharapkan menjadi tulang punggung berbagai model EV baru Ford di masa depan.
Meski begitu, detail lengkap Fathom masih belum diungkap seluruhnya. Ford baru mengonfirmasi bahwa harga jualnya akan berada di bawah US$30.000 sebelum biaya pengiriman saat mulai dijual. Informasi terkait varian, jangkauan baterai, dan tanggal peluncuran resmi masih ditunggu.
Nasib F-150 Lightning dan Peta Persaingan
Peluncuran Fathom berjalan beriringan dengan perubahan lini produk Ford lainnya. Produksi versi saat ini dari F-150 Lightning akan dihentikan tahun ini. Meski begitu, F-150 Lightning tidak sepenuhnya dimatikan. Ford merencanakan generasi berikutnya, yaitu F-150 Lightning EREV, yang akan menawarkan jangkauan gabungan lebih dari 700 mil dengan kombinasi baterai dan generator berbahan bakar bensin.
Di pasar pikap listrik murah, Fathom akan berhadapan dengan Slate truck yang didukung Jeff Bezos. Pikap tersebut dibanderol mulai dari kurang dari US$25.000 (sekitar £18.490 / AU$34.870) sebelum biaya pengiriman, menjadikannya kompetitor langsung yang menekan dari sisi harga. Ford berharap teknologi yang ditawarkan serta harga yang sangat kompetitif mampu membuat truk listriknya diterima pasar massal.
[IMAGE: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/ZwgkzjJQ7PuUZ2XjFQBP9V.jpg | Alt: “Ford Fathom Pick-up Truck”]
Ketegangan antara Ford dan pemerintah AS mencerminkan dinamika lebih luas dalam industri otomotif Amerika. Menteri Transportasi Sean Duffy menuduh Ford “secara aktif menjalin masa depan dengan perusahaan milik negara China”, merujuk pada pabrik yang melisensikan teknologi dari CATL. Tuduhan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran Washington terhadap penetrasi teknologi China dalam rantai pasok kendaraan listrik AS.
Ford merespons dengan menegaskan bahwa fasilitas BlueOval Battery Park Michigan tetap dimiliki dan dioperasikan perusahaan, dengan sel baterai dirakit di Amerika Serikat. Perusahaan mengumumkan rencana memproduksi baterai LFP sendiri pada 2023 di fasilitas yang baru dibentuk tersebut. Ford juga menegaskan bahwa teknologi dan keahlian dari CATL hanya dilisensikan, bukan menyerahkan kendali operasional.
Posisi Ford sebagai “produsen otomotif paling Amerika” menjadi argumen utama perusahaan dalam menghadapi kritik. Ford menekankan rekam jejaknya dalam produksi kendaraan domestik, lapangan kerja manufaktur, dan ekspor sebagai bukti komitmen terhadap industri AS. Argumen ini sekaligus menjadi tameng terhadap narasi bahwa Ford terlalu bergantung pada China.
Bagi konsumen Amerika, kehadiran Fathom menawarkan opsi pikap listrik dengan harga di bawah US$30.000, segmen yang selama ini jarang tersentuh. Dengan harga mulai US$28.350, Fathom berpotensi memperluas akses kendaraan listrik ke pembeli yang sebelumnya terkendala harga tinggi. Fitur seperti pengisian bidirectional dan kesiapan BlueCruise menambah daya tarik fungsionalnya.
Namun, keberhasilan Fathom juga bergantung pada bagaimana Ford menavigasi tekanan politik dan regulasi terkait rantai pasok baterai. Ketegangan dengan pemerintah AS atas keterkaitan dengan CATL bisa memengaruhi persepsi publik maupun kebijakan yang berdampak pada produksi dan distribusi. Ford tampaknya memilih jalur berimbang: memanfaatkan teknologi lisensi untuk efisiensi biaya, sembari menegaskan kendali dan produksi tetap di Amerika.
Dengan produksi baterai yang ditargetkan mulai dikirim pada 2026 dan harga yang telah diumumkan, Fathom menjadi taruhan besar Ford di segmen pikap listrik murah. Farley dan timnya berharap platform Universal EV benar-benar menjadi “momen Model T” yang mendemokratisasi kendaraan listrik, sekaligus membuktikan bahwa Ford dapat bersaing tanpa menyerahkan masa depannya kepada pihak lain.
[IMAGE: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/XQNjKGpm2zMgJnohMJV33T.jpg | Alt: “2025 Ford F-150 Lightning Flash”]





Komentar
Belum ada komentar.