Telset.id â Epic Games merilis Epic Games Launcher baru yang diklaim 46% lebih cepat saat start up dibanding Steam, tetapi perusahaan justru menyarankan developer Unreal dan pemain kompetitif tetap memakai launcher lama. Launcher ini dikembangkan dengan pendekatan yang disebut Epic sebagai âvibe codedâ, dan kini tersedia dalam fase preview untuk Windows, macOS, serta Linux.
Keputusan Epic menahan sebagian pengguna di versi lama menjadi sinyal bahwa launcher hasil vibe coding ini belum sepenuhnya matang, meski klaim kecepatannya menjadi sorotan utama. Launcher baru dapat diunduh sekarang melalui landing page resmi Epic Games, dan siapa pun bebas mencobanya selama periode preview yang disebut sebagai bentuk open beta.
Epic Games menyatakan launcher baru ini âway fasterâ dan lebih responsif dibanding versi saat ini, dengan tampilan yang baru. Perusahaan juga menyiapkan rilis stabil di masa depan setelah mengumpulkan dan menindaklanjuti masukan dari pengguna.
Klaim Kecepatan dan Fitur Baru
Angka yang paling disorot Epic adalah performa start up. Epic mengklaim launcher barunya 46% lebih cepat dibanding Steam dari kondisi cold start, serta 14% lebih cepat saat dipulihkan dari system tray. Namun, Epic menyebut metrik kedua hanya mencakup selisih 0,06 detik.
Pengujian tersebut dipesan Epic kepada Keywords Studios, dan hasilnya dikumpulkan dari lima pengujian di 13 platform Windows. Menariknya, Epic tidak memberikan detail performa launcher baru jika dibandingkan dengan launcher lamanya, selain pernyataan bahwa versi baru jauh lebih cepat dan responsif.

Dari sisi fitur, launcher baru ini membawa sejumlah kemampuan yang sebelumnya sudah jadi standar di Steam. Kini tersedia halaman khusus untuk setiap game di library, halaman unduhan yang terpadu, serta fitur collections yang memungkinkan pengguna mengelompokkan library ke dalam berbagai kategori.
Di landing page-nya, Epic mengklaim library baru ini â30x fasterâ, tanpa memberikan detail lebih lanjut soal angka tersebut. Klaim ini menjadi salah satu poin yang paling mencolok dalam materi promosi Epic, meski belum disertai penjelasan metodologi.
Baca Juga:
Keterbatasan dan Peringatan Epic
Meski membawa sejumlah peningkatan, launcher baru ini masih kasar di beberapa bagian. Menu sosial baru kini mengikuti pengguna dari store ke library, tanpa opsi untuk menutup atau mengubah ukurannya. Epic juga mengakui bahwa âcertain social features and account management optionsâ belum tersedia di launcher baru, dan perusahaan menyatakan sedang mengejar âfeature parityâ.
Yang menjadi perhatian, Epic Games menyarankan developer yang mengerjakan proyek Unreal serta pemain kompetitif di Fortnite dan Rocket League untuk tetap menggunakan launcher lama. Tidak dijelaskan alasan di balik arahan tersebut, sehingga memunculkan pertanyaan soal celah apa yang masih ada di launcher hasil vibe coding ini.

Dalam pembaruan pada 14 Oktober pukul 2:12 pm ET, Brian Sharon, senior communications manager Epic Games, memberikan pernyataan resmi. Menurutnya, launcher baru ini masih dalam tahap Preview untuk pengujian, dan seperti beta pada umumnya, bisa muncul masalah.
âTo be clear: once youâre in a game youâre good to go. The same goes for developer tools and non-gaming applications. All of the services will work as intended, and thereâs nothing that would prevent casual or competitive play,â ujar Brian Sharon. Epic Games juga memperbarui blog post-nya dengan menghapus rekomendasi agar developer dan pemain kompetitif menghindari preview tersebut.
Epic Games Launcher preview tersedia untuk diunduh sekarang dengan versi native untuk Windows, macOS, dan Linux. Windows 10 dan 11 didukung, begitu pula macOS 12 atau lebih baru. Untuk Linux, pengguna memerlukan setidaknya Ubuntu 22.04 LTS, Fedora 43, atau Debian 12.

Langkah ini sejalan dengan pivot Epic Games menjadi perusahaan AI-first, setidaknya menurut Epic boss Tim Sweeney. Perusahaan dilaporkan menunda sebuah game shooter berbasis Disney, dengan seorang direktur menyampaikan ke staf bahwa seharusnya tidak ada lagi âhandwritten codeâ dan bahwa seni akan âgenerated with full AI workflowsâ.
Bagi pengguna yang ingin mengikuti perkembangan kebijakan platform Epic di perangkat lain, konteks persaingan ekosistem aplikasi juga masih bergulir, seperti yang terlihat pada kebijakan Apple dan kembalinya Aptoide ke Google Play.
Dengan status preview dan sejumlah fitur yang belum lengkap, Epic Games Launcher baru ini menjadi opsi uji coba bagi pengguna yang ingin merasakan performa lebih cepat. Namun untuk kebutuhan kerja developer Unreal dan permainan kompetitif, Epic sendiri masih mengarahkan ke launcher lama hingga feature parity tercapai.





Komentar
Belum ada komentar.