Eksperimen TecLab menyolder kabel daya langsung ke PCB RTX 5090 tanpa konektor 16-pin

Eksperimen TecLab: RTX 5090 Tanpa Konektor 16-Pin Berhasil Dinyalakan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø5 menit membaca
Bagikan:
  • TecLab, YouTuber asal Brasil, berhasil menyalakan RTX 5090 tanpa konektor 16-pin dengan menyolder kabel langsung ke PCB
  • GPU yang digunakan adalah Galax HOF OC LAB XOC RTX 5090D dengan dual connector dan dukungan BIOS OC hingga 2.000W
  • Eksperimen dilakukan dengan liquid cooling menggunakan dua kipas 120mm dan liquid chiller industri
  • Kartu berjalan pada daya sekitar 600W dengan arus 50A pada jalur 12V
  • TecLab mengkritik desain konektor 16-pin Nvidia yang dianggap tidak andal
  • Eksperimen berhasil meskipun metode ini sangat berisiko dan tidak direkomendasikan untuk ditiru
  • Menunjukkan bahwa penyolderan langsung bisa lebih andal daripada solusi pabrikan Nvidia

Telset.id – YouTuber asal Brasil, TecLab, berhasil menyalakan Nvidia GeForce RTX 5090 tanpa menggunakan konektor daya 16-pin yang selama ini menjadi sumber masalah. Alih-alih menggunakan konektor standar, mereka memilih untuk menyolder kabel daya langsung ke PCB kartu grafis tersebut, sebuah eksperimen ekstrem yang memicu perdebatan baru di komunitas pengguna GPU.

Eksperimen ini dilakukan pada varian Galax HOF OC LAB XOC dari RTX 5090D, kartu grafis kelas atas yang berbeda dari RTX 5090 standar. Jika RTX 5090 biasa hanya memiliki satu konektor 16-pin untuk TDP 575W, varian khusus ini justru dilengkapi dua konektor dengan dukungan BIOS OC hingga 2.000W. TecLab kemudian melepas heatsink dan kipas bawaan, menggantinya dengan sistem liquid cooling untuk mendinginkan inti GPU.

Metode yang digunakan TecLab cukup sederhana namun berisiko tinggi. Mereka mengambil dua set kabel dan menyoldernya tepat di atas masing-masing konektor daya pada PCB, menghubungkannya ke jalur (trace) konektor tersebut. Dua adapter digunakan untuk mengintersep kabel daya 16-pin standar dari PSU dan mengubahnya menjadi kabel telanjang yang mudah disolder.

Meskipun hasil penyolderan terlihat kurang rapi dan berpotensi membahayakan, eksperimen ini ternyata berhasil. Kartu grafis dapat dinyalakan dan berjalan normal, bahkan mampu melakukan benchmarking dengan hasil yang cukup baik. Perlu dicatat, GPU tersebut tidak menggunakan cooler sama sekali—hanya dua kipas 120mm yang diikat longgar ke PCB dengan zip-tie dan sebuah liquid chiller industri yang mengalirkan air es ke seluruh inti GPU.

Tidak ada data suhu yang diungkapkan dalam eksperimen ini, namun berdasarkan pembacaan power meter yang dijepitkan ke jalur 12V, kartu grafis tersebut berjalan pada daya sekitar 600W dengan arus sekitar 50A. Angka ini menunjukkan bahwa GPU tersebut bekerja di luar spesifikasi standarnya, menjadikan eksperimen ini semakin berisiko.

Soldering power wires directly to the PCB of an RTX 5090

TecLab menjelaskan bahwa mereka lelah dengan keluhan yang terus berulang tentang konektor daya 16-pin pada RTX 5090 yang menyebabkan berbagai masalah. Mereka secara sarkastis mempersembahkan ā€œsolusiā€ ini sebagai jawaban bagi pengguna yang terlalu banyak mengeluh tentang kartu grafis mahal mereka yang meleleh. Eksperimen ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan kepada Nvidia ā€œbagaimana seharusnya cara melakukannya.ā€

Meskipun eksperimen ini berhasil, penting untuk dicatat bahwa metode ini sama sekali tidak aman dan tidak boleh ditiru di rumah. Menyolder kabel langsung ke PCB kartu grafis berdaya tinggi seperti RTX 5090 membutuhkan keahlian teknis yang sangat tinggi dan membawa risiko kerusakan permanen, kebakaran, atau bahkan cedera fisik.

Yang membuat eksperimen ini semakin menarik adalah kenyataan bahwa penyolderan kabel yang dilakukan secara terburu-buru ke GPU 900W ternyata berpotensi lebih andal dibandingkan solusi yang dikembangkan pabrikan Nvidia. Situasi ini dinilai absurd oleh banyak pengamat, mengingat Nvidia adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia dengan sumber daya riset dan pengembangan yang sangat besar.

Selama ini, berbagai alat monitoring eksternal telah diciptakan khusus untuk menyelamatkan kartu grafis 16-pin dari kerusakan. Setiap solusi baru yang muncul justru semakin memunculkan pertanyaan besar: mengapa kartu-kartu tersebut belum juga ditarik dari peredaran? Jika pengguna harus membeli GPU seharga $5.000, maka membeli perangkat tambahan seperti WireView mungkin dianggap sebagai biaya yang kecil dibandingkan risiko kehilangan investasi besar tersebut.

AĆ­ o cara chora! ... perder 25K por causa de um conector. - YouTube

Masalah konektor 16-pin pada kartu grafis Nvidia sebenarnya bukan hal baru. Sejak era RTX 4090, laporan tentang kartu grafis yang terbakar atau meleleh sudah sering muncul di berbagai forum dan komunitas. Konektor 16-pin yang dikenal dengan sebutan 12VHPWR ini memang memiliki reputasi buruk karena dianggap tidak andal dalam mentransmisikan daya tinggi secara konsisten.

Eksperimen TecLab ini menambah daftar panjang upaya komunitas untuk mencari solusi atas masalah struktural yang dihadapi GPU modern. Beberapa modder lain juga telah mencoba pendekatan berbeda, seperti memompa cairan langsung ke silikon GPU yang terbuka melalui blok cetak 3D, atau menggunakan sensor suhu hotspot pada GPU gaming Blackwell Nvidia yang masih dapat diakses melalui alat internal MODS.

Dari sudut pandang teknis, eksperimen ini menunjukkan bahwa masalah utama RTX 5090 bukan terletak pada kemampuan GPU itu sendiri, melainkan pada desain konektor dayanya. Ketika kabel yang disolder secara langsung justru mampu bekerja lebih baik daripada konektor yang dirancang pabrikan, ini menjadi indikasi kuat bahwa ada yang salah dengan pendekatan Nvidia terhadap distribusi daya pada kartu grafis kelas atas mereka.

Namun, perlu ditegaskan kembali bahwa eksperimen semacam ini hanya boleh dilakukan oleh profesional yang benar-benar memahami risiko dan memiliki peralatan yang memadai. Bagi pengguna umum, menggunakan kartu grafis sesuai spesifikasi pabrikan dengan konektor yang benar dan PSU berkualitas tetap menjadi pilihan teraman. Jika mengalami masalah dengan konektor 16-pin, sebaiknya segera menghubungi layanan garansi atau service center resmi.

Eksperimen TecLab ini juga membuka diskusi lebih luas tentang arah desain kartu grafis di masa depan. Apakah Nvidia akan mempertimbangkan ulang desain konektor daya mereka? Atau justru beralih ke solusi yang lebih radikal seperti yang dicontohkan TecLab? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: komunitas pengguna GPU semakin kritis terhadap keputusan desain yang diambil pabrikan, terutama ketika menyangkut produk dengan harga selangit seperti RTX 5090.

Bagi pengguna di Indonesia yang tertarik dengan perkembangan dunia GPU dan teknologi terkait, penting untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru dari eksperimen semacam ini. Meskipun tidak semua orang akan melakukan modifikasi ekstrem seperti TecLab, memahami akar masalah dan solusi potensial dapat membantu pengguna membuat keputusan yang lebih bijak dalam merawat perangkat keras mereka.

Selain itu, fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa teknologi kelas atas tidak selalu sempurna. Bahkan produk seharga $5.000 sekalipun bisa memiliki kelemahan desain yang signifikan. Sebagai konsumen, penting untuk selalu melakukan riset sebelum membeli perangkat keras mahal, termasuk membaca ulasan dari berbagai sumber dan mempertimbangkan rekam jejak produk tersebut di komunitas.

Eksperimen TecLab dengan RTX 5090 tanpa konektor 16-pin ini kemungkinan akan menjadi bahan diskusi panjang di kalangan enthusiast hardware. Terlepas dari kontroversi dan risikonya, eksperimen ini berhasil menunjukkan bahwa ada alternatif—meskipun ekstrem—untuk mengatasi masalah konektor yang selama ini dianggap sebagai titik lemah terbesar GPU modern Nvidia.

Sementara itu, bagi mereka yang mengalami masalah serupa dengan kartu grafis mereka, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Pastikan konektor 16-pin terpasang dengan benar dan kencang, gunakan PSU berkualitas tinggi dengan daya yang mencukupi, serta pantau suhu dan daya GPU secara rutin menggunakan software monitoring. Jika muncul tanda-tanda panas berlebih atau bau terbakar, segera matikan sistem dan periksa kondisi konektor.

Dengan semakin banyaknya eksperimen dan solusi kreatif dari komunitas, tekanan terhadap Nvidia untuk memperbaiki desain konektor daya mereka akan semakin besar. Apakah perusahaan tersebut akan merespons dengan recall atau desain ulang pada generasi berikutnya, atau justru mempertahankan pendekatan yang ada, masih menjadi pertanyaan terbuka yang menarik untuk diikuti.

Terlepas dari semua itu, eksperimen TecLab telah mencatatkan namanya dalam sejarah modifikasi GPU sebagai salah satu upaya paling berani dan kontroversial. Meskipun tidak direkomendasikan untuk ditiru, eksperimen ini memberikan wawasan berharga tentang batas-batas teknis yang bisa dicapai ketika seseorang memiliki keberanian, keahlian, dan tentu saja, kartu grafis yang tidak sayang untuk diambil risiko.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.