Telset.id – ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen DRAM terkemuka asal China, resmi mengajukan gugatan terhadap Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) untuk membatalkan klasifikasinya sebagai perusahaan yang terkait dengan militer China. Langkah hukum ini diambil setelah CXMT merasa keputusan Pentagon tidak berdasar dan merugikan bisnis serta reputasinya.
Gugatan ini diajukan menyusul penetapan awal oleh Pentagon pada Januari 2025, saat Joe Biden masih menjabat sebagai presiden. Pemerintahan Trump kemudian mempertahankan status tersebut ketika DoD memperbarui daftar pada Juni lalu. CXMT mengklaim telah menghabiskan lebih dari satu tahun memasok informasi ke DoD untuk mencabut klasifikasi tersebut.
Menurut laporan Reuters, CXMT menyatakan tidak memiliki hubungan dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Perusahaan juga berargumen bahwa keputusan Pentagon tidak didukung bukti yang kuat, melanggar proses hukum yang berlaku, dan telah merusak bisnis serta reputasinya.
Dalam gugatannya, CXMT mengungkapkan bahwa DoD pernah menerbitkan pemberitahuan pada Februari yang mengindikasikan perusahaan akan dihapus dari daftar. Namun, pemberitahuan tersebut ditarik kembali pada hari yang sama tanpa penjelasan apa pun.

Pada Juni, Pentagon mengklasifikasikan CXMT sebagai entitas yang “berafiliasi langsung dengan MIIT dan berafiliasi tidak langsung dengan SASAC dan MIIT.” MIIT adalah Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China, sedangkan SASAC adalah Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Negara Dewan Negara, organisasi yang secara resmi memiliki saham pemerintah di perusahaan milik negara non-finansial.
Argumen CXMT dalam Gugatan
CXMT menegaskan bahwa meskipun memorinya dapat ditemukan di sistem yang digunakan oleh PLA atau dinas rahasia China, hal itu tidak otomatis menjadikan CXMT sebagai pemasok langsung ke entitas tersebut. Perusahaan berpendapat bahwa keberadaan produknya di perangkat militer tidak membuktikan statusnya sebagai perusahaan militer China.
Perusahaan juga menyoroti motivasi awal Pentagon untuk memasukkan CXMT ke dalam daftar, yang menurut mereka didasarkan pada argumen “military grade” yang lemah. Dalam laporan DoD 2024, CXMT disebut berkontribusi pada basis industri pertahanan China sebagian karena DRAM-nya bersifat dual-use dan mengutip iklan yang menggambarkan produk CXMT sebagai “military grade.”
CXMT mengklarifikasi bahwa iklan tersebut berasal dari distributor tidak resmi yang kemudian mengakui karakterisasi itu keliru. Perusahaan juga mengklaim bahwa produk DRAM-nya memenuhi standar komersial JEDEC dan tidak memiliki persyaratan yang diberlakukan pada komponen semikonduktor kelas militer China, seperti suhu, pengemasan, pengujian, dan pengawasan militer.
Lebih lanjut, CXMT menyatakan bahwa jika produknya dibuat di AS, produk tersebut akan diklasifikasikan untuk “penggunaan sipil murni.” Perusahaan juga menegaskan bahwa mereka “tidak memiliki lisensi apa pun untuk memproduksi produk untuk penggunaan militer.”
Dampak Klasifikasi bagi CXMT
Masuknya CXMT ke dalam daftar perusahaan yang terkait dengan militer China dapat mengakibatkan pembatasan terkait kontrak pemerintah AS. Namun, yang lebih penting, status ini dapat memengaruhi hubungan komersial perusahaan karena banyak perusahaan enggan berafiliasi dengan entitas yang terhubung dengan militer China.
Sejak Januari 2025, CXMT mengklaim bahwa penetapan tersebut terus merugikan bisnis dan reputasinya. Gugatan ini dimaksudkan untuk melindungi kepentingan bisnis perusahaan. CXMT menegaskan bahwa mereka hampir tidak pernah mencari kontrak pemerintah AS, sehingga klasifikasi tersebut dinilai tidak relevan dan tidak adil.
Baca Juga:
Perkembangan ini menjadi bagian dari ketegangan yang lebih luas antara China dan AS di sektor semikonduktor. Sebelumnya, CXMT juga dikabarkan memiliki ambisi untuk menguasai 30% pangsa pasar DRAM pada 2030. Perusahaan ini juga menjadi sorotan karena tiga produsen PC besar dilaporkan mulai menggunakan memori buatan China untuk mengatasi kelangkaan memori yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kasus ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi China semakin berani menempuh jalur hukum untuk melawan kebijakan AS yang dianggap tidak adil. Hasil gugatan ini akan menjadi preseden penting bagi perusahaan China lainnya yang menghadapi klasifikasi serupa dari pemerintah AS.
CXMT berharap pengadilan dapat membatalkan keputusan Pentagon dan mengembalikan status perusahaan sebagai entitas komersial murni. Keputusan ini akan menentukan arah bisnis CXMT ke depan, terutama dalam menjaga hubungan dengan mitra komersial global yang kini waspada terhadap afiliasi militer.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.