Gedung kantor pusat CXMT, produsen DRAM China yang dikabarkan menjajaki produksi 3D NAND

CXMT Bangun Lini Riset 3D NAND, Tantang Dominasi YMTC di Pasar Memori China

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • CXMT dikabarkan menjajaki produksi 3D NAND di fab kedua dekat Beijing
  • Lini R&D ini diperkirakan baru terwujud dua hingga tiga tahun ke depan
  • CXMT belum konfirmasi resmi, informasi masih bersifat spekulatif
  • Langkah ini berpotensi menantang dominasi YMTC di pasar NAND China
  • CXMT mencatat pendapatan $22,41 miliar pada paruh pertama tahun ini

Telset.id – Raksasa DRAM China, CXMT, dikabarkan tengah menjajaki produksi memori 3D NAND. Langkah ini berpotensi membawa CXMT keluar dari spesialisasi DRAM dan langsung bersaing dengan YMTC di pasar NAND flash China, meski proyek tersebut masih berstatus laporan yang belum dikonfirmasi resmi oleh perusahaan.

Reuters melaporkan, mengutip tiga orang yang mengetahui rencana perusahaan, bahwa CXMT berniat membangun lini produksi riset dan pengembangan (R&D) 3D NAND di fasilitas manufaktur keduanya di dekat Beijing. Belum ada informasi kapan lini produksi eksperimental itu akan beroperasi. Mengingat fab kedua CXMT di Beijing bahkan belum mulai dibangun, lini tersebut diperkirakan baru terwujud dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Selain itu, menurut salah satu sumber, produsen memori tersebut telah mendirikan sebuah lembaga riset di Beijing yang memiliki proyek pengembangan NAND flash. CXMT sendiri belum secara resmi mengonfirmasi inisiatif 3D NAND apa pun, sehingga informasi ini perlu disikapi dengan hati-hati.

Saat ini belum ada rincian mengenai arsitektur 3D NAND CXMT, jumlah lapisan aktif, teknologi proses, perkiraan performa, maupun kapasitas produksinya. Meski demikian, laporan tersebut menyebut CXMT telah membahas ambisi NAND-nya dengan calon pelanggan. Salah satunya disebut sebagai perusahaan yang baru berdiri dan berencana menggunakan perangkat NAND buatan CXMT untuk produk penyimpanan yang menyasar aplikasi AI dan superkomputer.

Masih harus dilihat apakah proyek 3D NAND CXMT pada akhirnya akan berlanjut ke tahap produksi massal. Namun jika terwujud, inisiatif ini akan membawa CXMT melampaui spesialisasi DRAM tradisionalnya dan masuk langsung ke wilayah YMTC. Hingga saat ini, dua produsen memori utama China tersebut berfokus secara eksklusif pada ranah 3D NAND dan DRAM, tempat mereka meraih cukup banyak keberhasilan. Kini, keduanya tampak ingin menjadi pemasok lengkap untuk DRAM dan NAND, layaknya rival yang lebih besar seperti Micron, Samsung, dan SK hynix, seiring YMTC yang dilaporkan tengah menjajaki produksi DRAM.

CXMT

Dari sudut pandang diversifikasi bisnis, rencana CXMT membangun 3D NAND mungkin terlihat logis. Namun untuk saat ini, langkah tersebut tidak terlalu masuk akal secara komersial. CXMT merupakan produsen DRAM dominan di China dan mencatatkan pendapatan sebesar $22,41 miliar serta laba bersih $11,57 miliar pada paruh pertama tahun ini setelah bertahun-tahun merugi. Terlepas dari keberhasilan tersebut, perusahaan ini masih jauh lebih kecil dibandingkan tiga pemasok memori terbesar, sehingga masih memiliki banyak ruang untuk berkembang di industri tempat ia sudah memiliki pengalaman, teknologi proses, fab, dan pelanggan.

Selain itu, AI memberi CXMT alasan jelas untuk memfokuskan sumber daya pada DRAM canggih serta HBM3E, yang bisa dibilang merupakan produk jauh lebih strategis dibandingkan 3D NAND komoditas. Artinya, mengalokasikan sumber daya ke 3D NAND, yang membutuhkan teknologi proses, keahlian manufaktur, dan peralatan yang sepenuhnya berbeda, tidak terlalu masuk akal secara ekonomi bagi CXMT.

Namun, dari perspektif pemerintah China, mengubah CXMT menjadi produsen 3D NAND utama kedua di negara itu hampir sepenuhnya selaras dengan rencana kemandirian semikonduktor mereka. CXMT didirikan dengan dana pemerintah Hefei, yang memegang 37% saham perusahaan saat IPO, dan menerima dukungan dari Big Fund China. Hal ini berarti pemerintah federal dan lokal tetap memegang kendali atas perusahaan dan dapat membentuk keputusan strategisnya, yang memang mereka lakukan.

Apakah CXMT benar-benar dapat menjadi produsen 3D NAND yang mumpuni adalah pertanyaan yang sepenuhnya berbeda. Laporan ini juga muncul di tengah dinamika industri memori global yang memanas, termasuk persaingan teknologi antara AS dan China yang turut memengaruhi lanskap pasokan chip.

HBM3E vs HBM4

Sejumlah laporan sebelumnya menempatkan CXMT dan YMTC dalam sorotan industri memori. Penelitian menyebut CXMT hampir menyamai kapasitas memori Micron pada 2026, sementara YMTC dikabarkan menargetkan menjadi produsen NAND terbesar di dunia pada akhir 2027. Ambisi DRAM CXMT pun diproyeksikan dapat merebut 30% pangsa pasar pada 2030.

Di sisi lain, ketegangan teknologi antara AS dan China terus berlanjut, termasuk terkait isu distilasi model AI frontier yang turut mewarnai hubungan kedua negara di sektor teknologi.

Hingga CXMT memberikan konfirmasi resmi, seluruh informasi mengenai proyek 3D NAND ini masih bersifat spekulatif dan bergantung pada laporan pihak ketiga. Yang jelas, arah ekspansi CXMT akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan peta persaingan pasar memori global dalam beberapa tahun mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.