📑 Daftar Isi

Ilustrasi chipset mobile terbaru Qualcomm dengan arsitektur NPU Hexagon generasi baru

Chipset Qualcomm Baru Kurangi Ketergantungan RAM untuk AI

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Qualcomm perkenalkan chipset flagship baru yang kurangi ketergantungan RAM untuk pemrosesan AI
  • Hexagon NPU baru memungkinkan AI berjalan dengan konsumsi daya dan kebutuhan memori rendah
  • NPU dilengkapi Element Accelerator dan Large Shared Memory 50% lebih besar
  • Chipset ini memiliki CPU mobile 5GHz pertama di dunia dengan fitur FlexCache
  • GPU mengalami lompatan generasional terbesar dengan Adreno Matrix Cores dan Neural Fusion
  • Teknologi ini berpotensi meredakan krisis RAM dan menahan kenaikan harga ponsel
  • Samsung Galaxy S27 series diprediksi menjadi pengguna pertama chipset ini

Telset.id – Qualcomm memperkenalkan arsitektur chipset flagship terbarunya yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan perangkat pada RAM untuk menjalankan tugas-tugas AI. Melalui serangkaian blog post, perusahaan mengonfirmasi bahwa silikon mobile anyar ini membawa pemrosesan AI lebih dekat ke chipset, sehingga mengurangi kebutuhan memori yang selama ini menjadi kendala utama.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kebutuhan RAM akibat perkembangan AI, yang berdampak pada melonjaknya harga memori di pasar global. Dengan membawa pemrosesan AI ke dalam chipset, perangkat diharapkan tetap mampu menjawab tuntutan AI yang terus berkembang tanpa harus mengandalkan kapasitas RAM yang sangat besar.

Hexagon NPU dan Pengurangan Beban RAM

Kunci utama dari pengurangan ketergantungan RAM ini terletak pada kehadiran Hexagon NPU (Neural Processing Unit) yang baru. Unit pemrosesan ini menggunakan berbagai teknik untuk menghadirkan “pengalaman AI kelas model besar dengan konsumsi daya dan kebutuhan memori yang rendah”. Dengan demikian, AI pada ponsel dapat tetap responsif dan privat, tanpa memerlukan RAM dalam jumlah besar atau komunikasi yang sering dengan server cloud.

Hexagon NPU tersebut juga dilengkapi dengan Element Accelerator yang mempercepat operasi AI. Selain itu, terdapat peningkatan 50 persen pada Large Shared Memory yang membantu menjaga model state, context, dan data KV-cache tetap dekat dengan akselerator. Hal ini mengurangi akses ke memori eksternal dan memungkinkan agen AI untuk menjawab, merevisi, merencanakan, serta bertindak dengan waktu tunggu yang lebih singkat.

Qualcomm Snapdragon

Perubahan arsitektur ini berpotensi meredakan apa yang disebut sebagai krisis RAM. Dengan berkurangnya kebutuhan memori untuk AI, ponsel tidak lagi memerlukan spesifikasi RAM yang sangat tinggi untuk menjalankan model AI yang kompleks. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi konsumen yang selama ini terbebani dengan harga ponsel flagship yang terus meningkat seiring bertambahnya kapasitas RAM.

Baca Juga:

CPU 5GHz Pertama dan Upgrade GPU Besar-besaran

Selain pembaruan pada NPU, chipset anyar Qualcomm ini juga mengusung CPU mobile 5GHz pertama di dunia. Hal ini sekaligus menjadikannya sebagai CPU mobile tercepat di dunia. CPU tersebut dilengkapi fitur FlexCache yang mengurangi frekuensi core untuk mengakses memori sistem, sehingga performa puncak tetap terjaga bahkan ketika memori terbatas. Fitur ini kembali berkontribusi pada upaya pengurangan ketergantungan terhadap RAM.

Untuk urusan grafis, GPU pada chipset ini disebut sebagai lompatan generasional terbesar yang pernah dilakukan Qualcomm. Peningkatan signifikan dalam performa grafis dan efisiensi daya menjadi daya tarik utamanya. GPU ini juga berperan dalam pemrosesan AI berkat kehadiran Adreno Matrix Cores, yaitu core GPU khusus AI yang dirancang untuk menjalankan model AI tingkat lanjut langsung di dalam pipeline grafis.

An Adreno GPU

Qualcomm juga menyematkan teknologi Adreno Neural Fusion, yaitu teknologi rendering berbasis AI yang mampu meningkatkan kualitas visual sambil mengurangi konsumsi daya. Kombinasi ini menjadikan chipset tersebut sebagai pembaruan menyeluruh yang menyentuh hampir semua aspek komputasi mobile.

Perlu dicatat bahwa keputusan Qualcomm untuk mengubah pendekatan arsitektur ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi yang lebih efisien. Sebelumnya, Qualcomm juga telah menjalin kolaborasi dengan AWS untuk membangun infrastruktur AI data center, menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menggarap ekosistem AI secara menyeluruh.

Meskipun Qualcomm belum mengonfirmasi perangkat mana yang akan menggunakan chipset ini, diperkirakan beberapa model di seri Samsung Galaxy S27 akan hadir dengan chipset tersebut pada awal tahun depan. Sementara itu, perangkat Android kelas atas lainnya dari Oppo, Xiaomi, dan Honor berpotensi mendapatkannya lebih cepat.

Kehadiran chipset dengan arsitektur baru ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran akan kebutuhan RAM yang semakin besar untuk mendukung fitur AI. Jika berhasil diimplementasikan dengan baik, teknologi ini dapat mengubah cara ponsel menangani beban kerja AI dan berpotensi menahan laju kenaikan harga perangkat akibat komponen memori yang semakin mahal.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.