📑 Daftar Isi

Affinity gains extensive photography and workflow improvements as Canva links the free software with Cavalry, AI assistants and professional creative tools.

Canva ProSuite Satukan Affinity, Cavalry, dan AI Assistant

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Canva ProSuite menyatukan Affinity, Cavalry, Flourish, dan Leonardo
  • Affinity dan Cavalry tetap gratis, ProSuite tambah 100+ perubahan
  • Affinity dapat 60+ fitur: batch import, RAW, Scene Decomposition AI
  • Cavalry dapat 50+ perubahan: shape, lighting, SVG, graph editing
  • AI Connectors dukung perintah bahasa alami untuk tugas repetitif

Telset.id – Canva memperluas perangkat kreatif profesionalnya melalui Canva ProSuite, sebuah ekosistem yang menyatukan Affinity, Cavalry, Flourish, dan Leonardo. Lewat pembaruan ini, Affinity dan Cavalry tetap dapat digunakan tanpa biaya, sementara ProSuite menghadirkan lebih dari 100 penambahan dan perubahan di sepanjang produk yang terhubung sepanjang tahun ini.

Langkah ini menjadi jawaban Canva atas kebutuhan pengguna profesional yang menginginkan perangkat desain, fotografi, animasi, dan otomasi dalam satu alur kerja. Affinity sendiri menerima lebih dari 60 penambahan, mulai dari fitur fotografi, desain, otomasi, hingga kompatibilitas berkas dengan aplikasi kreatif lain.

Pembaruan fotografi di Affinity menjadi salah satu yang paling menyeluruh. Pengguna kini mendapat fitur batch importing dan sistem pemrosesan RAW yang disempurnakan untuk menangani koleksi gambar dalam jumlah besar. Preset look dapat diterapkan ke banyak gambar sekaligus, sementara alat koreksi baru menangani pencahayaan campuran dan pergerakan kamera selama proses editing.

Scene Decomposition dan Dukungan Format Industri

Fitur Scene Decomposition memakai AI untuk memisahkan gambar yang sudah diratakan menjadi komponen-komponen terpisah yang dapat diedit. Dengan begitu, fotografer bisa memodifikasi elemen individual tanpa harus membangun ulang gambar secara manual. Ada pula Astrophotography Studio yang menambahkan kontrol khusus bagi fotografer yang menggarap langit malam dan subjek astronomi.

Affinity juga memperluas jenis berkas yang bisa ditangani, termasuk dukungan untuk membawa dokumen InDesign langsung ke dalam aplikasi. Canva menyebut langkah ini memberi pengguna akses ke format berkas industri utama sekaligus mengurangi hambatan saat memindahkan proyek antar aplikasi kreatif. Integrasi dengan Canva Brand Kit dan Canva Sheets menambah jalur untuk menghubungkan pekerjaan desain dengan aset merek dan informasi terstruktur.

Affinity gains extensive photography and workflow improvements as Canva links the free software with Cavalry, AI assistants and professional creative tools.

Penambahan lain mencakup vector editing, tipografi, brush, noise reduction, pemrosesan high dynamic range, dan kontrol ekspor. Dukungan Sony ARW6, emulasi display OpenColorIO, serta peningkatan output matching turut memperluas kemampuan Affinity untuk alur kerja fotografi dan produksi yang dikelola warna.

Integrasi Cavalry dan AI Connectors

Canva juga menghubungkan Affinity dengan Cavalry, perangkat lunaknya untuk membuat motion graphics dan animasi, sebagai bagian dari ProSuite baru. Cavalry menerima lebih dari 50 perubahan, termasuk kontrol bentuk baru, efek pencahayaan, peningkatan graph editing, dan penanganan SVG yang diperluas untuk motion designer.

Integrasi ini memungkinkan elemen tertentu di dalam proyek Cavalry menjadi dapat diedit di dalam Canva, sementara animasi yang mendasarinya tetap terlindungi. Pengaturan tersebut dapat memungkinkan tim melakukan perubahan terbatas tanpa harus berulang kali mengirim permintaan modifikasi kembali ke motion designer dan animator di sepanjang alur kerja tim.

Affinity dan Cavalry juga dapat terhubung dengan AI assistant melalui AI Connectors milik ProSuite, sehingga operasi yang repetitif bisa ditangani lewat instruksi bahasa alami. Pendekatan ini menempatkan otomasi sebagai pelengkap kerja kreatif, bukan pengganti proses manual yang selama ini dijalankan profesional.

“We’re genuinely excited to be releasing such a huge swathe of new tools for professional designers, animators, photographers and other advanced users,” ujar Duncan Clark, CEO of Pro Design di Canva. “We asked professionals what they actually needed to power their creative work…there’s a lot of noise right now about AI replacing human creatives, but we believe professional craft matters more than ever. We want the Canva ProSuite to be where that craft lives and thrives.”

Dengan fitur baru di Affinity, peningkatan di Cavalry, dan koneksi yang lebih erat antar produk Canva, perangkat lunak gratis ini kini membawa toolkit profesional yang jauh lebih besar. Bagi pengguna yang terbiasa bekerja dengan format industri dan alur kerja kolaboratif, pembaruan ini menyentuh langsung titik-titik yang paling sering menjadi hambatan.

Pengguna yang ingin memahami bagaimana pembaruan aplikasi lain dijalankan bisa melihat contoh pada antarmuka aplikasi. Sementara untuk kebutuhan keamanan dan konektivitas, ada pula pembaruan pada aplikasi iOS yang menunjukkan pola serupa dalam menghadirkan fitur baru ke pengguna.

Canva menempatkan ProSuite sebagai rumah bagi craft profesional, dengan Affinity dan Cavalry tetap bebas biaya di tengah tekanan kompetisi perangkat kreatif mapan. Kombinasi fitur fotografi, dukungan format, integrasi motion, dan AI Connectors menjadi fondasi yang bisa langsung diuji pengguna.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.