Telset.id â MediaTek resmi mengumumkan Dimensity CX C10 Max, chip pertama di lini Dimensity CX yang akan menggerakkan âkategori baru laptop flagshipâ milik Google bernama Googlebooks. Chip ini disebut sebagai SoC pertama yang diluncurkan di jajaran Dimensity CX dan diposisikan sebagai âflagship of the lineupâ oleh MediaTek. Peluncuran CPU ini bertepatan dengan tanggal penjualan Googlebooks pada 21 September, dan MediaTek memastikan chip tersebut akan menenagai sebuah perangkat Googlebook yang akan datang.
Kehadiran Dimensity CX C10 Max menandai langkah MediaTek memperluas portofolio komputasinya. Lini CX akan berada di antara dua penawaran MediaTek lainnya, yakni RTX Spark untuk laptop kelas atas dan Chromebook dengan chip Kompanio. MediaTek menyebut langkah ini sebagai upaya âelevating our compute portfolioâ melalui C10 Max. Meski belum secara eksplisit menyebut chip ini eksklusif untuk perangkat Googlebook, indikasi ke arah sana cukup kuat mengingat kerja sama MediaTek dengan Google pada Chromebook sebelumnya. Saat ditanya apakah chip ini akan hadir di laptop Windows, MediaTek menyatakan C10 Max baru dikonfirmasi untuk Googlebooks saat ini.
Spesifikasi Dimensity CX C10 Max
Dimensity CX C10 Max dibangun pada node 3nm (TSMC N3) dengan desain all-performance-core. Chip ini mengemas delapan core di CPU dan 11 core di GPU, ditambah MediaTek NPU 890 yang mampu menghasilkan hingga 55 TOPS performa AI. Konfigurasi delapan core CPU tersebut tidak semuanya setara. MediaTek menggunakan tiga tipe core berbeda: satu Cortex-X925, tiga Cortex-X4, dan empat Cortex-A720. Cortex-X925 merupakan penerus Cortex-X4 dengan clock speed lebih tinggi, decode 10-wide yang lebih besar, dan L2 cache yang lebih besar. Sementara Cortex-A720 berada di rentang berbeda, meski telah digantikan pada 2024 oleh Cortex-A725.
Pembagian core ini identik dengan yang digunakan MediaTek pada chip mobile Dimensity 9400, 9400+, dan 9500s. Menariknya, konfigurasi tersebut juga sama dengan Kompanio Ultra 910, flagship MediaTek sebelumnya di kategori ini. C10 Max juga membawa GPU dan NPU yang sama, yakni Arm Immortalis-G925 MC11 untuk GPU dan MediaTek NPU 890. Chip ini turut dilengkapi 12MB L3 cache dan 10MB system-level cache yang sama seperti Kompanio Ultra 910.
Perbedaan terbesar, setidaknya berdasarkan spesifikasi yang dibagikan MediaTek, terletak pada kecepatan memori. Keduanya menggunakan LPDDR5X, tetapi C10 Max menanjak hingga 9.600MT/s dari 8.533MT/s pada Kompanio Ultra 910. Untuk konteks pasar chip, MediaTek sebelumnya juga aktif memperkenalkan jajaran chip barunya, seperti yang terlihat pada peluncuran MediaTek Dimensity 9600M yang membawa fitur AI ke segmen flagship menengah.

Klaim Performa dan Baterai
Soal performa, MediaTek menyampaikan dua klaim yang terbilang tidak spesifik. Perusahaan mengklaim C10 Max memiliki performa multi-threaded hingga 15% lebih cepat dan konsumsi daya 50% lebih rendah pada beban kerja single-threaded. Klaim ini disandingkan dengan Snapdragon X Elite X1E-84-100, chip peringkat kedua dari atas di jajaran X Elite generasi terakhir Qualcomm, yang memiliki 12 core (8+4) dan boost clock 4,2 GHz. MediaTek menyebut pengujian menggunakan Geekbench 6.5 dan menjalankan tes multi-threaded pada iso-power, yakni 12W.
Namun, angka performa tersebut dinilai kurang bermakna karena platform pengujian yang digunakan sepenuhnya berbeda. MediaTek menggunakan reference board dengan ChromeOS R133 untuk chipnya, sedangkan untuk chip Qualcomm digunakan Galaxybook 4 Edge dengan Windows 11 dari Samsung. Keduanya hanya sebanding pada kapasitas memori (16GB) dan baterai (60Whr). MediaTek juga tidak membagikan angka aktual apa pun, sehingga klaim konsumsi daya single-threaded 50% lebih rendah tidak dapat diverifikasi.
Dalam sesi Q&A pers, VP of Computing Platforms MediaTek PD Rajput menyatakan C10 Max bersaing dengan X1 Elite, bukan seri X2 Qualcomm yang lebih baru. âDalam kategori perangkat yang kami lihat, dan segmen yang kami masuki, kami bersaing dengan X1E,â ujar Rajput. MediaTek tidak membagikan angka performa apa pun yang membandingkan C10 Max dengan CPU x86 dari AMD atau Intel. Rajput juga menegaskan Dimensity CX C10 Max tidak akan mengalir ke perangkat Chromebook atau Chromebook Plus.
Baca Juga:
Untuk daya tahan, MediaTek mengklaim C10 Max mampu memberikan hingga 19 jam baterai. Angka ini dianggap mungkin, meski daya tahan baterai lebih merupakan urusan tingkat sistem ketimbang chip. MediaTek memperoleh angka tersebut dari pengujian reference board dengan baterai 60Whr, sehingga daya tahan baterai berpotensi lebih tinggi jika chip dipasangkan dengan baterai berkapasitas lebih besar.

Langkah MediaTek ini menjadi bagian dari rangkaian pengumuman chip terbaru perusahaan. Sebelumnya, MediaTek juga mengumumkan tanggal rilis untuk chip lainnya, sebagaimana terlihat pada Dimensity 9600 Pro yang dijadwalkan hadir 15 September. Peluncuran C10 Max menegaskan posisi MediaTek yang terus memperluas lini produknya dari perangkat mobile hingga ke segmen komputasi laptop.
Sementara itu, MediaTek juga tengah menjadi sorotan pasar yang lebih luas. Sejumlah laporan menyebut adanya investasi Nvidia yang signifikan di MediaTek untuk ekspansi AI, menandakan meningkatnya posisi MediaTek di lanskap chip global. Dengan C10 Max, MediaTek kini menantang langsung segmen laptop flagship yang selama ini didominasi pemain lain, sekaligus memperkuat kemitraannya dengan Google melalui perangkat Googlebooks yang akan dijual pada 21 September.
[END_CONTENT]





Komentar
Belum ada komentar.