📑 Daftar Isi

Developer menjalankan peta Call of Duty: Black Ops 2 Hijacked secara native di dalam Minecraft

Black Ops 2 Hijacked Map Kini Berjalan Native di Minecraft

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Peta Hijacked dari Call of Duty: Black Ops 2 berjalan native di Minecraft, bukan sekadar ditampilkan di layar dalam game
  • Dibangun sebagai Fabric mod dengan peta, collision, bots, navmesh, senjata, dan rendering berjalan di dalam Minecraft
  • Proyek dibuat bertahap: port browser, dimasukkan ke Minecraft, lalu dibangun ulang dalam Java oleh GPT Astra
  • Berjalan sekitar 45 fps dalam mode layar penuh pada rekaman video
  • Faraday menyebut masih banyak pekerjaan tersisa; peta tambahan, senjata, dan multiplayer masih kemungkinan
  • Bagian dari komunitas AI builders yang membangun demo secara kolaboratif

Telset.id – Peta Hijacked dari Call of Duty: Black Ops 2 kini berjalan secara native di dalam Minecraft, bukan lagi sekadar ditampilkan di layar dalam game. Pencapaian ini didemonstrasikan oleh Luckey Faraday, seorang penggemar pengembangan kecerdasan artifisial dan game, yang mengunggah hasil kerjanya melalui sebuah pos di X/Twitter pada 17 September 2026.

Melalui unggahan tersebut, Faraday menjelaskan bahwa peta, collision, bots, navmesh, senjata, dan rendering seluruhnya berjalan di dalam Minecraft sebagai sebuah Fabric mod. Fabric sendiri merupakan mod loader ringan dan open-source sekaligus API pengembangan untuk Minecraft. Dengan begitu, konten Black Ops 2 dan peta Hijacked disuntikkan langsung ke dalam Minecraft melalui kerangka modding tersebut.

Peta ikonik dari tahun 2012 itu terlihat berjalan cukup lancar dalam rekaman video yang ditampilkan, dengan frame rate sekitar 45 fps pada mode layar penuh. Ini menandai pergeseran penting dari pendekatan sebelumnya, di mana game hanya bisa dimainkan di dalam layar virtual di dalam Minecraft, bukan berjalan langsung pada konteks grafis milik Minecraft itu sendiri.

Dari Browser ke OpenGL Minecraft

Faraday mengungkapkan bahwa proyek ini dibangun melalui beberapa tahap. Awalnya, ia membuat versi port Black Ops 2 berbasis browser. Upaya tersebut kemudian dimasukkan ke dalam Minecraft, tetapi hanya berjalan sebagai game yang dapat dimainkan di sebuah “PC” di dalam sandbox. Setelah itu, Faraday memutuskan untuk menugaskan GPT Astra agar membangun ulang seluruh proyek tersebut dalam bahasa Java.

Dengan kode baru hasil rebuild itu, peta Hijacked dapat berjalan langsung di dalam OpenGL context milik Minecraft. Faraday menegaskan bahwa pendekatan ini berbeda dari sekadar menampilkan game di dalam layar virtual. “Saya menjalankan Black Ops 2 secara native di Minecraft. Bukan melalui browser, bukan di layar di dalam game. Saya mem-port Hijacked ke Java dan game itu berjalan langsung di OpenGL context Minecraft,” ujar Faraday dalam unggahannya.

Dev gets CoD: Black Ops 2 Hijacked map running natively in Minecraft

Proyek ini merupakan bagian dari komunitas AI builders yang dijalankan Faraday, tempat para penggemar diajak untuk membangun demo secara kolaboratif serta berbagi log dan kode. Cara port ini dibuat dan dibangun ulang disebut sebagai contoh utama dari proses kerja komunitas tersebut. Pendekatan bertahap ini juga mencerminkan bagaimana pengembangan berbasis AI dapat digunakan untuk membangun ulang proyek yang sebelumnya sudah ada.

Masih Ada Pekerjaan yang Tersisa

Meski peta Hijacked sudah terlihat cukup playable di dalam Minecraft, Faraday menyatakan bahwa masih banyak yang harus dikerjakan. “Masih banyak yang tersisa untuk dilakukan,” ujarnya. Peta berbasis kapal pesiar yang kompak itu memang tampak dapat dimainkan, bukan hanya sekadar ditampilkan di dalam game.

Ke depan, jika proyek ini berlanjut, ada kemungkinan akan hadir peta tambahan, lebih banyak senjata, dan mode multiplayer. Namun, semua itu masih bersifat kemungkinan dan bergantung pada kelanjutan pengembangan proyek tersebut.

Astra minecraft

Minecraft sendiri dikenal sebagai game terlaris sepanjang sejarah. Daya tariknya tidak hanya pada aspek petualangan, membangun secara kreatif, dan sosial bagi anak muda, tetapi juga pada keterbukaan dan ekstensibilitas sandbox-nya yang menarik minat para pemikir teknis. Hal ini membuat Minecraft menjadi latar bagi sejumlah pencapaian ilmu komputer yang memukau.

Contoh yang langsung terlintas adalah model ChatGPT berparameter 5 juta yang dijuluki CraftGPT, yang disematkan ke dalam game tersebut. Selain itu, ada pula proyek AI chatbot yang dibangun di dalam vanilla Minecraft menggunakan 445.000 command block, serta model GPT-6 Astra milik OpenAI yang menyelesaikan Portal secara otonom dalam 24 jam.

LLM in Minecraft

Kehadiran berbagai eksperimen semacam ini menunjukkan bahwa Minecraft telah menjadi ruang uji yang unik bagi pengembang dan penggemar teknologi. Dari model bahasa besar hingga port game first-person shooter, sandbox Minecraft terus menarik kalangan teknis untuk mengeksplorasi batas kemungkinan. Bagi para pengembang yang tertarik pada pemanfaatan AI dalam alur kerja mereka, sejumlah inisiatif platform juga tengah bermunculan, seperti yang terlihat pada Windows 11 Project Zenith dan langkah Microsoft Project Zenith.

Selain itu, diskusi mengenai peran AI dalam pengembangan perangkat lunak juga semakin luas, termasuk bagaimana AI dapat mengambil alih sebagian tugas pengembang. Salah satu contohnya terlihat pada proyek OpenExecutive Pengganti CEO yang dibangun oleh developer PHK AI Transformation. Eksperimen seperti port Hijacked di Minecraft ini menambah panjang daftar demonstrasi teknis yang memanfaatkan AI sebagai alat bantu pengembangan.

Portal

Dalam kasus Faraday, penggunaan GPT Astra untuk membangun ulang proyek dalam Java menjadi inti dari pencapaian ini. Tanpa proses rebuild tersebut, peta Hijacked hanya akan tetap berjalan sebagai game di dalam layar virtual, bukan sebagai bagian langsung dari lingkungan Minecraft. Pendekatan ini menunjukkan bahwa AI dapat berperan dalam proses porting dan penulisan ulang kode, meskipun hasil akhirnya tetap membutuhkan pengujian dan penyempurnaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jadwal rilis peta tambahan, senjata baru, atau mode multiplayer dari proyek ini. Faraday sendiri masih menyebut bahwa pekerjaan belum selesai. Untuk sementara, yang bisa disaksikan adalah peta Hijacked yang berjalan di dalam Minecraft pada sekitar 45 fps, lengkap dengan collision, bots, navmesh, senjata, dan rendering sebagai bagian dari Fabric mod.

Doom on an AI-designed CPU

Pencapaian ini menegaskan bahwa batas antara game dan lingkungan modding semakin tipis ketika AI dilibatkan dalam proses pengembangan. Bagi komunitas teknis, proyek semacam ini menjadi contoh bagaimana alat berbasis AI dapat mempercepat proses yang biasanya memakan waktu, sekaligus membuka kemungkinan baru dalam cara konten dari game lain dihadirkan di dalam platform yang berbeda.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.