Telset.id ā Sebanyak 53% pengusaha Amerika yang disurvei memilih menggunakan AI website builder dibandingkan menyewa developer profesional, sebuah pergeseran yang berbarengan dengan penurunan tajam iklan freelance pengembangan website hingga 59%. Temuan ini berasal dari riset yang disusun atas permintaan Bluehost dan menyoroti bagaimana AI website builder kini mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya menjadi lahan para pengembang lepas.
Survei Bluehost melibatkan 201 pengusaha Amerika yang terlibat dalam pengambilan keputusan terkait operasi online perusahaan mereka. Dari responden yang mengadopsi AI website generator, 85% menyatakan bahwa website mereka akan dibangun secara berbeda tanpa akses ke teknologi tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa kehadiran AI bukan sekadar alat bantu tambahan, melainkan sudah menjadi bagian inti dari proses pembuatan website bagi sebagian pelaku usaha.
Dampaknya terasa jelas di pasar tenaga kerja lepas. Data historis rekrutmen di Freelancer.com menunjukkan iklan website design turun 59% antara kuartal kedua 2024 dan kuartal ketiga 2026. Penurunan ini bukan gejala tunggal, karena kategori terkait mengalami tekanan serupa.
Penurunan Merata di Berbagai Kategori Pemrograman
Angka dari Freelancer.com memperlihatkan pola penurunan yang konsisten di beberapa kategori pengembangan web. Peluang PHP mengalami pengurangan identik sebesar 59%, sementara tugas WordPress turun 58%, diikuti lowongan pemrograman HTML dengan penurunan 55%.
Besaran penurunan ini melampaui yang tercatat di sejumlah kategori freelance lainnya, yang mengindikasikan bahwa tugas pengembangan website menghadapi tekanan yang sangat besar. Sebagai pembanding, iklan desain grafis turun 43% pada periode yang sama, sedangkan peluang data entry justru meningkat 16% meski kategori tersebut juga terpapar teknologi otomasi.
Meski demikian, angka-angka ini hanya mencakup satu marketplace freelance dan tidak dapat memastikan bahwa adopsi alat AI secara langsung menyebabkan berkurangnya lowongan pemrograman yang diiklankan. Keterbatasan cakupan data ini penting dicatat agar tidak menarik kesimpulan yang melampaui bukti yang tersedia. Pola serupa juga terlihat pada bagaimana AI kini memengaruhi berbagai sektor lain, termasuk munculnya fenomena menu AI yang menjadi perhatian publik.
Baca Juga:
Hemat Rp 850 dan 32 Jam Kerja
Para responden melaporkan penghematan rata-rata sebesar $850 dan sekitar 32 jam kerja dibandingkan menyerahkan proyek serupa kepada developer atau agensi. Angka ini menjadi salah satu pendorong utama di balik peralihan ke AI website builder, terutama bagi usaha kecil yang sensitif terhadap biaya dan waktu.
Namun, tidak semua pekerjaan diserahkan ke AI. Website hosting dan penyiapan domain tetap menjadi tugas yang enggan didelegasikan responden, dengan 21% menyebutnya sebagai salah satu hal yang paling tidak mungkin dioutsource. Sebelumnya, 34% responden mengidentifikasi keterbatasan waktu sebagai hambatan untuk meluncurkan website, sementara 28% menyebut keterbatasan pengetahuan teknis.
Menariknya, bahkan di antara responden yang menghindari AI website generator, 71% menyatakan kesediaan untuk mempertimbangkan teknologi ini pada proyek pengembangan website di masa depan. Ini menandakan bahwa resistensi terhadap AI website builder lebih bersifat sementara dibandingkan penolakan permanen.

Adopsi AI yang meluas ini juga menyentuh sektor lain di luar pengembangan web. Di industri otomotif, misalnya, spesifikasi Model Y L sempat direvisi menyusul keluhan konsumen, menunjukkan bagaimana teknologi dan ekspektasi pengguna terus berevolusi di berbagai bidang.
Kepuasan terhadap hasil AI website cukup tinggi. Sebanyak 72% responden menyatakan persetujuan kuat, dan 97% melaporkan setidaknya kepuasan moderat terhadap website buatan AI mereka. Meski begitu, hanya 9% yang mempublikasikan website tanpa memodifikasi output AI awal, yang mengindikasikan keterlibatan manusia tetap diperlukan dalam proses review dan penyesuaian.
Revisi konten dilakukan oleh 61% responden, sementara 60% memodifikasi elemen visual sebelum website mereka dapat diakses pelanggan secara online. Setelah publikasi, 94% tetap menggunakan teknologi AI untuk aktivitas bisnis, memperluas pemanfaatannya di luar proses pembuatan website itu sendiri.
Dari responden tersebut, 34% melaporkan peningkatan jumlah pengunjung, sedangkan 31% mengalami perbaikan penjualan atau pendapatan setelah mengadopsi bantuan AI. Namun, 54% lebih memilih meninjau setiap usulan modifikasi website, dibandingkan 30% yang nyaman membiarkan AI beroperasi secara mandiri tanpa persetujuan.
Hanya 50% yang menyatakan kesediaan mengungkapkan asal AI website mereka kepada pelanggan, menunjukkan adanya keraguan meski penilaian terhadap teknologi ini secara umum positif. Keterbukaan soal penggunaan AI masih menjadi isu tersendiri bagi para pelaku usaha.

Perlu dicatat bahwa sampel survei ini relatif kecil sehingga membatasi generalisasi, dengan estimasi adopsi membawa ketidakpastian sekitar 6,9 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95%. Meskipun iklan freelance mengalami penurunan signifikan, bukti yang ada tidak menetapkan adanya keruntuhan setara pada lapangan kerja di seluruh industri pengembangan website.
Konteks industri menunjukkan bahwa dinamika serupa juga terjadi di sektor lain yang bergantung pada komponen dan rantai pasok tertentu, seperti yang terlihat pada produksi pemutar CD yang dihentikan akibat pasokan komponen optik habis. Pergeseran teknologi memang kerap membawa konsekuensi berantai yang tidak selalu langsung terlihat.
Bagi para pelaku usaha, temuan Bluehost ini menegaskan bahwa AI website builder bukan lagi opsi eksperimental, melainkan alat produksi yang telah diadopsi lebih dari separuh responden. Penghematan biaya dan waktu menjadi daya tarik utama, sementara keterlibatan manusia tetap dibutuhkan untuk memastikan kualitas dan relevansi konten sebelum website dipublikasikan ke pelanggan.
[WAJIB] Sisipkan juga 1 tautan internal dari daftar berikut agar total minimal 5 tautan: /news/ai/fenomena-menu-ai-yang-bikin-gelisah-ini-penjelasan-ilmiahnya/ (sudah disisipkan di paragraf 6).





Komentar
Belum ada komentar.