📑 Daftar Isi

Ilustrasi adopsi AI tools di kalangan usaha kecil dan menengah Inggris

Adopsi AI UKM Inggris Melonjak, 1 dari 8 Bisnis Bayar AI Tools

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Adopsi AI UKM Inggris naik dari 1,1% (2023) ke 12,8% (2026)
  • 1 dari 8 UKM Inggris kini bayar AI tools, rata-rata £75,60 per kuartal
  • Anthropic Claude paling populer (54,1%), ChatGPT kedua (27,3%)
  • Lebih dari 28% UKM pakai dua platform AI atau lebih
  • Publishing sektor terdepan adopsi AI (26%), disusul radio & TV dan consulting

Telset.id – Adopsi AI di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) Inggris melonjak tajam, dari 1,1% pada 2023 menjadi 12,8% pada 2026. Artinya, sekitar 1 dari setiap 8 UKM di Inggris kini mengeluarkan uang untuk membeli AI tools, menurut riset terbaru Capital on Tap. Temuan ini menegaskan bahwa AI bukan lagi alat eksperimen, melainkan belanja rutin bagi bisnis kecil.

Riset yang dilakukan penyedia kartu kredit usaha kecil, Capital on Tap, juga menunjukkan bahwa meski anggaran UKM relatif lebih terbatas, mereka tetap senang menyebar taruhan saat memilih solusi AI. Lebih dari 28% UKM menggunakan dua platform AI atau lebih, dengan rata-rata pengeluaran kuartalan tumbuh menjadi £75,60 per UKM.

Menariknya, Anthropic menjadi penyedia AI paling populer di kalangan UKM Inggris. Bisnis-bisnis tersebut mengalokasikan 54,1% dari seluruh belanja AI mereka untuk Claude dan alat saudaranya. Sebaliknya, OpenAI/ChatGPT menerima 27,3% dan berada di posisi kedua. Kehadiran tools seperti Perplexity, Replit, dan Lovable dalam daftar ini menunjukkan banyak UKM yang dianalisis bergerak di industri pengembangan software.

Anthropic Claude

Namun, industri penerbitan (publishing) justru memimpin dalam adopsi AI dengan angka 26%. Posisi berikutnya ditempati Radio & Television serta “consulting” yang keduanya berada di 21,6%, lalu telekomunikasi di 20,3%. Data ini memberi gambaran bahwa adopsi AI tidak merata, melainkan terkonsentrasi pada sektor-sektor yang memang intensif konten dan layanan.

Perkembangan di Inggris ini sejalan dengan dorongan adopsi AI di Indonesia. Pemerintah melalui Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) mendorong adopsi Small Language Model untuk solusi sektoral. Pendekatan model yang lebih ringkas ini relevan bagi UKM yang ingin memanfaatkan AI tanpa biaya besar, sebagaimana terlihat dari strategi belanja hemat yang dilakukan UKM Inggris.

Duplikasi Belanja AI Jadi Sorotan

Aspek yang paling mencuri perhatian dari analisis ini adalah duplikasi. Ada kecurigaan bahwa UKM mencoba satu AI, mungkin pada masa uji coba yang lupa mereka batalkan, lalu beralih ke yang lain. Damian Brychcy, Chief Executive Officer Capital on Tap, menyatakan lebih dari seperempat pembeli AI kini membayar dua penyedia atau lebih, dan keseimbangan antar penyedia bisa berubah dalam satu kuartal saja.

Hal ini memunculkan tantangan duplikasi dan menempatkan tanggung jawab pada UKM untuk “memangkas duplikasi dan jujur soal apakah setiap tool benar-benar layak dipertahankan.” Apakah UKM cukup siap memahami risiko tools AI tidak jelas dari analisis ini, tetapi sedikit yang memiliki personel TI khusus yang benar-benar menguasai detailnya.

Karena itu, Brychcy menawarkan beberapa tips yang berguna: “periksa output-nya, jaga data bisnis dan pelanggan yang sensitif agar tidak masuk ke tools yang belum Anda vetting, dan jangan menyerahkan keputusan yang butuh pertimbangan manusia kepada model.” Saran ini menjadi pengingat bahwa adopsi AI tetap memerlukan pengawasan manusia, terutama dalam hal keamanan data.

AI security

Bagi pelaku bisnis di Indonesia, dinamika belanja AI UKM Inggris ini memberi pelajaran tentang pentingnya seleksi tools. Perkembangan solusi AI lokal juga terus bergerak, seperti langkah Smallest.ai yang mengumpulkan dana Rp200 M untuk voice AI real-time. Ini menunjukkan bahwa pasar AI, baik global maupun domestik, semakin kompetitif dan tersegmentasi.

Brychcy menambahkan, “Firma berisi tiga orang kini bisa melakukan riset, pemasaran, pembukuan, dan layanan pelanggan sendiri dengan standar yang dulu membutuhkan satu departemen. Lebih dari satu dari delapan bisnis kecil dalam data kami sudah membeli tools AI, dan lajunya makin cepat, bukan mendatar.” Pernyataan ini menegaskan bahwa AI telah mengubah cara kerja tim kecil, memungkinkan efisiensi yang sebelumnya hanya bisa dicapai organisasi besar.

Namun, kecepatan adopsi juga membawa konsekuensi. Dengan lebih dari seperempat pembeli AI membayar dua penyedia atau lebih, risiko pemborosan anggaran menjadi nyata. UKM perlu secara berkala mengevaluasi apakah setiap langganan AI benar-benar memberi nilai. Tanpa evaluasi, belanja AI bisa menumpuk tanpa hasil yang sepadan.

Dari sisi industri, dominasi Anthropic di segmen UKM Inggris menunjukkan bahwa pemilihan platform tidak selalu mengikuti pemain terbesar di pasar konsumen. ChatGPT yang populer secara global justru berada di posisi kedua dalam belanja UKM Inggris. Ini mengindikasikan bahwa bisnis kecil memilih berdasarkan kebutuhan spesifik, bukan sekadar popularitas merek.

A person typing on a laptop and using a tablet. Only their upper torso, arms and hands are visible. Text superimposed on the image shows AI

Data Capital on Tap juga memperlihatkan bahwa sektor publishing, radio & television, consulting, dan telekomunikasi menjadi pengadopsi terdepan. Sektor-sektor ini memiliki karakteristik intensif produksi konten dan interaksi pelanggan, sehingga AI dinilai mampu mempercepat pekerjaan. Sementara sektor lain mungkin masih menimbang kesiapan data dan sumber daya.

Bagi UKM yang baru memulai, temuan ini menawarkan dua sisi. Di satu sisi, adopsi AI terbukti meningkat pesat dan memberi manfaat nyata bagi operasional tim kecil. Di sisi lain, risiko duplikasi dan belanja yang tidak terkontrol perlu diantisipasi sejak awal. Kunci utamanya adalah kejelasan tujuan sebelum berlangganan tools AI.

Perkembangan di Inggris ini menjadi cermin bagi pasar Indonesia yang tengah mendorong adopsi AI sektoral. Dengan pendekatan yang tepat, UKM di berbagai negara dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas tanpa terjebak dalam pengeluaran yang tidak perlu. Evaluasi berkala dan pengawasan manusia tetap menjadi fondasi penting.

[ META_DESCRIPTION]
Adopsi AI UKM Inggris melonjak dari 1,1% pada 2023 jadi 12,8% pada 2026. 1 dari 8 bisnis kecil kini bayar AI tools, Anthropic Claude paling populer.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.