Toyota Kembangkan Aplikasi Cegah Kecelakaan Lalu Lintas

Telset.id, Jakarta – Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa penggunaan smartphone di saat berkendara kerap kali menjadi penyebab timbulnya kecelakaan. Toyota Motor, Komeda dan KDDI sadar betul akan fakta tersebut.

Sebab itu, pada bulan September lalu ketiga perusahaan ini bersama-sama mengembangkan aplikasi smartphone yang disebut Driving Barista. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengemudi yang menggunakan smartphone saat berkendara.

Ini adalah inisiatif keselamatan lalu lintas pertama di Jepang yang melibatkan aplikasi smartphone, yang dilakukan dan bersama-sama dipromosikan oleh perusahaan mobil, perusahaan komunikasi, dan perusahaan makanan/minuman.

Sayang, karena aplikasi Driving Barista saat ini hanya dapat digunakan di salah satu Prefektur di Jepang, yakni Aichi. Aichi sendiri memang dikenal sebagai tempat dimana banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh penggunaan smartphone saat berkendara.

Sekedar informasi, prefektur ini selama tiga belas tahun terakhir (berturut-turut) telah menjadi prefektur dengan tingkat kematian lalu lintas tertinggi di Jepang. Selain itu, ada juga 50.101 penangkapan yang melibatkan penggunaan smartphone saat mengemudi di sini.

Toyota, Komeda, dan KDDI akan mempromosikan keselamatan lalu lintas di Prefektur Aichi melalui inisiatif pendidikan dimana partisipasi dapat diakses oleh semua, dan dapat menyebabkan penurunan kecelakaan lalu lintas, lapor TelecomAsia, Kamis (20/10).

Aplikasi Driving Barista bekerja dengan menggunakan sensor gyro untuk merasakan kemiringan smartphone, dan GPS untuk menentukan jarak yang dicapai, aplikasi ini mengukur jarak yang dicapai pengemudi ketika mendiamkan smartphone-nya. Ketika jarak kumulatif mencapai 100 km, pengemudi dapat menerima kupon untuk secangkir kopi atau es di Komeda Coffee Shop.

Menurut sebuah survei, sekitar 60% dari responden mengatakan bahwa mereka menggunakan smartphone saat mengemudi, dengan sekitar setengah dari responden tersebut mengaku hanya menggunakan satu tangan untuk mengemudi. Oleh karena itu, perusahaan berharap bahwa aplikasi baru ini akan meningkatkan kesadaran pengemudi untuk tidak menggunakan smartphone saat berkendara.

“Kami telah melakukan beberapa penyuluhan untuk mencegah penggunaan smartphone saat berkendara, dan kami berharap bahwa inisiatif ini, yang digalang tiga perusahaan akan membantu memecahkan masalah yang dihadapi prefektur Aichi,” kata Direktur KDDI yang bertanggung jawab atas CSR, Akira Dobashi. [IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here