Tips Aman Menggunakan Rokok Elektrik

Tips Aman Menggunakan Rokok Elektrik

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Sebagian dari Anda tentu tidak asing lagi dengan rokok elektrik, bukan? Rokok jenis ini umumnya tampak mirip dengan rokok biasa. Namun bukannya menggunakan tembakau, rokok elektrik menggunakan cairan yang bisa diisi ulang dan bekerja dengan tenaga baterai untuk mengubah cairan menjadi uap. Sama seperti rokok konvensional, rokok elektrik juga akan menghasilkan asap ketika pemakainya menghembuskan napas. Bedanya, bau yang dihasilkan lebih nikmat, dengan berbagai pilihan rasa, mulai dari coklat, strawberry, susu, melon, hingga yang lainnya.

Lantas, lebih aman mana antara merokok dengan rokok konvensional dan merokok dengan menggunakan rokok elektrik?

Dari segi kesehatan, baik merokok dengan rokok konvensional maupun rokok elektrik sebenarnya sama-sama tidak dianjurkan, lantaran sama-sama bersifat adiktif alias menyebabkan ketergantungan atau kecanduan.

Seperti halnya rokok tembakau, gejala yang sama juga akan timbul ketika pemakai tidak menghisap rokok elektrik, yaitu perasaan gelisah dan tertekan. Sejauh ini, banyak yang menyatakan bahwa rokok elektrik relatif ‘lebih aman’ dari rokok konvensional. Namun pernyataan tersebut, seperti diungkapkan kepala medis dari American Lung Association, Norman Edelman, belum cukup valid karena efek jangka panjang rokok elektrik belum diuji secara klinis.

Nah, isu lain datang mengingat merokok dengan rokok elektrik mengharuskan seseorang untuk berurusan dengan yang namanya perangkat elektronik, salah satunya baterai lithium. Tentu saja, selalu ada kemungkinan tak terduga terkait ini, diantaranya ledakan. Apa yang dialami seorang pria asal Idaho, AS, bernama Andrew Hall adalah salah satu contohnya. Karena itulah, selalu memastikan rokok elektrik yang digunakan aman menjadi salah satu solusi. Bagaimana caranya?

Berikut beberapa tips yang tim Telset.id himpun untuk memastikan bahwa rokok elektrik yang Anda gunakan aman.

Siapkan rokok elektrik…..

1. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah membeli rokok elektrik. Anda dapat membeli yang bisa digunakan kembali atau untuk penggunaan sekali pakai. Jenis yang dapat digunakan ulang membutuhkan Anda untuk mengisi ulang baterai lithium dan mengganti selongsong yang berisi cairan.


2. Putar dan hubungkan selongsong cairan terhadap baterai. Beberapa bagian ini dijual sebagai dua hal yang terpisah. Anda harus memasangkan selongsong cairan yang baru saat cairan habis.

3. Langkah berikutnya adalah mengisi ulang baterai. Walaupun rokok elektrik kebanyakan dijual dengan sudah memiliki baterai setengah penuh, Anda harus mengisi ulang baterai saat Anda mencoba merokok tapi tidak berhasil. Anda juga harus mengisi ulang baterai ketika asap yang dikeluarkan mulai berkurang.

Keluarkan asap….

1. Anda hanya akan menggunakan satu ujung rokok, jadi baca petunjuk penggunaan jika rokok elektrik Anda tidak terlihat seperti rokok pada umumnya. Biasanya, Anda tidak perlu menekan tombol untuk mengeluarkan uap air dari asap yang dikeluarkan rokok elektrik.

Bernapaslah dengan pelan. Semua orang pasti ingin menarik napas dengan pelan dalam dua atau tiga detik, ketimbang menarik napas dengan dalam dalam satu waktu.

2. Jangan tarik asap ke dalam perut. Sebaliknya, biarkan itu berada di dalam mulut selama empat sampai lima detik. Asap ini memang ditujukan untuk diam di dalam mulut dan terserap melalui membran mucus. Hirupan yang salah tidak akan menghasilkan nikotin dan bisa memproduksi iritasi yang berlebihan di dalam paru-paru Anda.

3. Buang asap melalui mulut atau hidung. Tindakan ini memakan waktu sekitar delapan menit untuk penyerapan nikotin dalam tubuh Anda. Sedikit lebih lama dibandingkan rokok biasa.

Semakin lama Anda menghirup, semakin cepat rokok elektrik kehabisan baterai dan cairan.