Telset.id – Flashdisk yang tiba-tiba menolak untuk diisi data atau diformat seringkali membuat pengguna panik. Masalah flashdisk write protected ini umum terjadi dan biasanya muncul karena faktor kesalahan pengguna seperti mencabut flashdisk secara paksa atau serangan virus. Namun, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa perangkat penyimpanan tersebut sudah rusak total.
Artikel referensi dari Carisinyal menyajikan tiga metode utama yang bisa dicoba untuk mengatasi masalah ini. Metode-metode ini bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan teknisi, mulai dari menggunakan Command Prompt (CMD) bawaan Windows, memanipulasi Registry Editor, hingga memanfaatkan aplikasi pihak ketiga. Berikut adalah panduan lengkapnya.
1. Menggunakan Command Prompt (CMD)
Cara pertama dan paling ampuh adalah dengan melakukan format melalui CMD. Metode ini bekerja dengan menghapus atribut “Read Only” pada flashdisk. Berikut langkah-langkahnya:
- Colokkan flashdisk ke port USB laptop atau PC.
- Tekan tombol Windows + R pada keyboard untuk membuka jendela Run.
- Ketik “CMD” lalu tekan Enter hingga jendela Command Prompt terbuka.
- Di jendela CMD, ketik diskpart lalu tekan Enter. Jika muncul jendela pemberitahuan, pilih Yes.
- Ketik list disk lalu tekan Enter untuk melihat daftar disk yang terhubung.
- Identifikasi flashdisk Anda berdasarkan ukurannya. Misalnya, jika flashdisk Anda adalah Disk 1, ketik select disk 1 lalu tekan Enter.
- Ketik attribute disk clear readonly lalu tekan Enter untuk menghapus atribut Read Only.
- Ketik clean lalu tekan Enter untuk menghapus semua data di flashdisk. Perhatian: Langkah ini akan menghapus seluruh data di flashdisk secara permanen.
- Ketik create partition primary lalu tekan Enter.
- Terakhir, ketik format fs=fat32 lalu tekan Enter untuk memformat flashdisk.
Setelah proses selesai, flashdisk Anda seharusnya bisa digunakan kembali secara normal. Tutup jendela CMD dengan mengklik tanda “x” di pojok kanan atas.
Baca Juga:
2. Menggunakan Registry Editor
Jika metode CMD gagal, Anda bisa mencoba Registry Editor. Metode ini memanipulasi pengaturan sistem Windows untuk menonaktifkan proteksi tulis. Ikuti langkah-langkah berikut:
- Tekan Windows + R, ketik regedit, lalu tekan Enter untuk membuka Registry Editor.
- Navigasikan ke jalur berikut: HKEY_LOCAL_MACHINE > SYSTEM > CurrentControlSet > Control > StorageDevicePolicies.
- Jika folder StorageDevicePolicies tidak ada, Anda harus membuatnya terlebih dahulu. Klik kanan pada folder Control, pilih New > Key, dan beri nama StorageDevicePolicies.
- Di dalam folder StorageDevicePolicies, cari opsi WriteProtect. Jika tidak ada, klik kanan di area kosong, pilih New > DWORD (32-bit) Value, dan beri nama WriteProtect.
- Klik kanan pada WriteProtect, pilih Modify. Ubah Value data menjadi 0 dan pastikan Base adalah Hexadecimal. Klik OK.
- Tutup Registry Editor, cabut flashdisk dari port USB, lalu pasang kembali.
- Format flashdisk seperti biasa. Sekarang flashdisk seharusnya sudah bisa dioperasikan secara normal.
3. Menggunakan Aplikasi Pihak Ketiga
Bagi yang menginginkan cara lebih simpel, beberapa aplikasi dapat membantu mengatasi masalah ini. Berikut tiga rekomendasi aplikasi yang disebutkan dalam sumber:
- Fat32: Aplikasi ini hanya bisa dijalankan di Windows. Cara penggunaannya sangat mudah: instal aplikasi, pilih flashdisk yang bermasalah, lalu klik Start. Aplikasi akan secara otomatis mengatasi proteksi tulis.
- USB Write Protected: Aplikasi ini juga hanya untuk Windows. Setelah instalasi, klik kanan ikon aplikasi dan pilih Run as administrator. Pilih menu USB Device Write Protection, lalu klik Disable.
- HP USB Disk Storage Format Tool: Aplikasi ini direkomendasikan untuk pengguna awam. Jalankan dengan Run as administrator, pilih flashdisk, lalu klik Start. Centang opsi Quick Format untuk mempercepat proses.
Perlu diingat, beberapa aplikasi mungkin berbayar atau memerlukan koneksi internet untuk diunduh.
Masalah flashdisk write protected sering kali dipicu oleh kebiasaan mencabut flashdisk secara paksa dari port USB atau infeksi virus. Untuk mencegah masalah serupa di masa depan, selalu gunakan fitur “Safely Remove Hardware” sebelum mencabut flashdisk. Jika Anda menghadapi masalah lain seperti Cara Memperbaiki Windows 10 Crash, ada panduan terpisah yang bisa diikuti. Semoga panduan ini bermanfaat!





Komentar
Belum ada komentar.