Mengapa Memori RAM Tidak Harus Dihapus?

Telset.id – Banyak pengguna Android memiliki perangkat yang kekurangan memori yang cukup. Beberapa orang bahkan menginstall pembunuh aplikasi (App Killer) atau aplikasi manajemen RAM untuk membuat memori menjadi kosong.

Tetapi apakah manajemen RAM yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi bawaan dan pihak ketiga benar-benar berguna? Untuk mengetahuinya lebih jauh, kami akan mengulasnya lebih mendalam.

 Apa itu RAM?

Sama seperti di komputer, setiap smartphone juga ada banyak jenis memori. Spesifikasinya tentu berbeda, ada yang memiliki kecepatan yang bervariasi, label harga yang berbeda dan beroperasi secara berbeda.

Memori internal misalnya, lambat, murah dan namun bisa menyimpan data secara konstan, bahkan ketika perangkat sudah mati catudaya. Untuk itu perangkat ini cocok untuk tempat penyimpanan aplikasi dan data aplikasi, serta foto dan video.

Berbeda dengan RAM (Random Access Memory) mahal, tetapi jauh lebih cepat daripada memori internal. Ini berfungsi sebagai memori akses yang memungkinkan penggunanya untuk multitasking. Atau bisa juga untuk menyimpan data sementara saat perangkat smartphone multitasking.

Berapa Banyak RAM dibutuhkan pada Smartphone Android?

Smartphone high-end hadir di pasaran saat ini ada yang memiliki kapasitas 4GB, 6GB, dan 8GB. Untuk beberapa tahun ke depan, kapasitas 6GB akan menjadi favorit para produsen untuk memproduksi smartphone dengan kapasitas tersebut. Saat ini dengan RAM 4GB, smartphone masih bisa berjalan dengan cepat.

Tetapi jika Anda menggunakan banyak aplikasi dan menggunakan game berat, sebagian smartphone dapat menjalankannya dengan mulus, namun banyak juga yang lambat.

Baca juga: Siapa yang Menentukan Kehebatan Sebuah Smartphone? (Bagian 1)

Namun untungnya, trend semakin meningkat, bahkan ke depannya perangkat paling premium akan menggunakan kapasitas RAM 8GB. Sedangkan kinerja yang layak tidak dapat dicapai dengan Android Go yang ‘notabane’ smartphone yang diperuntukan kelas low-end.

Oleh karena itu, Telset.id  sarankan memiliki smartphone dengan minimal RAM 2GB. Atau mau lebih nyaman beli smartphone dengan kapasitas 4GB, yang saat ini banyak digunakan pengguna Android.

RAM Smartphone penuh? Jangan panik!

Setelah beberapa saat, RAM Anda terisi dengan berbagai macam aplikasi yang paling sering Anda gunakan. Untuk terus membuka aplikasi lainnya, Anda tidak perlu membersihkan secara manual secara terus menerus untuk mendapatkan ruang kosong. Karena sistem Android Anda melakukan ini secara otomatis. Jadi, Anda tidak perlu melakukan apa pun.

Anggapan RAM di dalam Android perlu dibersihkan secara manual adalah kesalahpahaman. RAM kosong berarti Anda harus selalu meluncurkan kembali aplikasi. Ini akan menghabiskan waktu dan tenaga, dan mengurangi masa pakai baterai.

Memiliki RAM penuh bukanlah hal yang buruk, dan bahkan secara system diperlukan. Karena Android berakar di Linux dan Unix, kernel sistem Linux telah menetapkan aturan untuk manajemen memori. Dan aturan-aturan ini mengikuti filosofi bahwa memori internal yang kosong adalah memori yang terbuang  sia-sia.

Memori Kosong adalah Memori yang Terbuang

Jika Anda mengaktifkan smartphone dan menjalankan beberapa aplikasi, semua aplikasi ini akan “beristirahat” di memori. Jika Anda menggunakan aplikasi, beralihlah ke layar utama dan kemudian kembali ke aplikasi, itu akan dijalankan hanya seketika. Ini karena aplikasi tetap dalam RAM. Dengan begitu prosesor dapat menjalankannya dengan cepat.

Tetapi jika Anda menggunakan aplikasi task-killer atau fitur menghapus latar belakang aplikasi untuk menghemat RAM yang secara konstan menutup proses di latar belakang, tentunya ketika Anda memanggil lagi pastinya membutuhkan waktu agak lama agar aplikasi jalan lagi.

Mengingat banyak produsen smartphone memiliki fungsi ‘task-killer app’ bawaan, mungkin ada beberapa kebenaran pada kasus ini. Namun dalam kenyataannya, menutup aplikasi untuk menghemat ruang RAM hanya bermanfaat dalam beberapa kasus tertentu saja.

Biasanya tidak disarankan untuk menghentikan aplikasi atau menghapus seluruh memori. Namun demikian, ada situasi yang memerlukan tindakan langsung, yakni ketika aplikasi mogok atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Gejala-gejala ini bisa sangat beragam. Bahkan overheating pada smartphone bisa disebabkan oleh aplikasi yang macet.

Baca juga: Siapa yang Menentukan Kehebatan Sebuah Smartphone? (Bagian 2)  

Hanya dalam kasus-kasus seperti itu tidak masuk akal untuk menghentikan aplikasi yang terpengaruh – untuk melakukan suatu pemberhentian paksa. Terkadang cukup untuk menghapus aplikasi dalam tampilan multitasking saja.

Cara Menampilkan Pemanfaatan RAM dan Menutup aplikasi di Android

Jika menghapus aplikasi tidak membantu, Anda mungkin perlu mengambil tindakan yang lain dan menutup aplikasi secara manual. Ini bisa dilakukan di pengaturan. Di sini Anda juga dapat melihat aplikasi mana yang menggunakan terlalu banyak memakan kapasitas, dan mana yang harus dihapus dalam pembersihan aplikasi berikutnya.

Jadi, untuk menampilkan jumlah RAM yang digunakan, Anda harus masuk ke pengaturan smartphone Anda. Di sini Anda akan melihat statistik tentang penggunaan memori dalam beberapa jam terakhir. Tergantung pada smartphone, tampilan terperinci mungkin tersembunyi di balik menu selanjutnya.

Untuk benar-benar menutup aplikasi, Anda harus masuk ke informasi aplikasi. Ini biasanya dilakukan dengan memilih aplikasi dalam menu. Mengetuk aplikasi individu akan mengidentifikasi yang mana yang paling banyak menghabiskan memori sistem. Merestart smartphone dapat membantu jika masalah berlanjut.

Kesimpulan

Apakah Anda perlu membersihkan memori internal Anda? Jawabanya Tidak! Anda hanya perlu mengambil tindakan jika smartphone Anda menjadi terasa lebih lambat. Secara umum, perangkat Android dirancang untuk mengelola RAM secara optimal.

Menutup aplikasi secara otomatis dapat meningkatkan jalannya keseluruhan perangkat, tetapi ini tidak ada hubungannya dengan efisiensi RAM. Dan ini bukan hal yang buruk sama sekali.

Pengelolaan RAM otomatis Android adalah sistem tercepat dan paling efisien yang dapat Anda ketahui. Jadi biarkan manajemen memori Android, dan sistem operasinya berjalan sesuai sistem yang dibuat. [MS]

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0