Keren! ‘Tato’ Ini Bisa Ukur Kadar Alkohol dalam Darah

Telset.id, Jakarta – Beberapa insinyur di Universitas California San Diego telah mengembangkan sebuah sensor wearable fleksibel yang bisa secara akurat mengukur tingkat kadar alkohol dalam darah seseorang, dari keringat dan mengirimkan data secara nirkabel ke laptop, smartphone atau perangkat mobile lainnya.

Perangkat ini dapat dipakai pada kulit dan dapat digunakan oleh dokter dan petugas polisi untuk memonitor kadar alkohol darah non-invasif secara real-time secara terus-menerus.

Perangkat ini terdiri dari tato yang sifatnya sementara menempel pada kulit, menyebabkan keringat dan secara elektrokimia mendeteksi kadar alkohol – dan papan sirkuit elektronik portabel yang fleksibel, yang terhubung ke tato oleh magnet, mengkomunikasikan informasi ke perangkat mobile melalui Bluetooth.

Alat yang diciptakan oleh tim yang dipimpin oleh profesor nanoengineering Joseph Wang dan profesor teknik listrik Patrick Mercier, keduanya dari UC San Diego, diterbitkan baru-baru ini dalam jurnal ACS Sensor.

Banyaknya jumlah kecelakaan di jalan yang disebabkan oleh pengemudi yang mabuk, seperti dilaporkan Phys, Jumat (5/8), disebut-sebut menjadi alasan diciptakannya perangkat ini.

Sensor alkohol1

Teknologi ini diakui Wang, dapat menjadi cara yang akurat, nyaman dan cepat untuk memantau konsumsi alkohol untuk membantu mencegah orang mengemudi sambil mabuk.

Konsentrasi alkohol dalam darah merupakan indikator yang paling akurat dari tingkat alkohol seseorang, tetapi mengukurnya mengharuskan kita menusuk jari. Breathalyzers, yang merupakan perangkat yang paling sering digunakan untuk secara tidak langsung memperkirakan konsentrasi alkohol dalam darah, non-invasif, tetapi mereka dapat memberikan hasil palsu.

Misalnya, tingkat alkohol yang terdeteksi dalam napas seseorang tepat setelah minum biasanya akan terlihat lebih tinggi dari konsentrasi alkohol dalam darah orang itu sebenarnya. Seseorang juga bisa menipu breathalyzer dalam mendeteksi tingkat alkohol yang lebih rendah dengan menggunakan obat kumur.

Kini, para peneliti di Universitas California San Diego telah mengembangkan sebuah sensor alkohol yang dapat dipakai, portabel dan akurat untuk memantau tingkat alkohol dalam keringat dalam waktu 15 menit. [IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here