📑 Daftar Isi

Logo Google Chrome di layar ponsel dengan latar belakang logo web Google, ilustrasi penggunaan RAM Chrome.

Chrome Boros RAM? Ini Alasan Sebenarnya di Balik Penggunaan Memori Tinggi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Anggapan Chrome boros RAM disebut lebih mirip meme internet ketimbang temuan berbasis data
  • Chrome memberi setiap tab dan situs proses sendiri demi kecepatan, stabilitas, dan keamanan
  • Satu situs crash tidak menjatuhkan seluruh browser, dan proses sandbox memisahkan tab sensitif
  • RAM tidak terpakai adalah RAM terbuang; RAM 8GB disebut cukup untuk PC penggunaan umum
  • Memory Saver dan Task Manager (Shift + Esc) membantu menekan pemakaian serta melacak memory leak
  • Edge dan Firefox punya pendekatan lain, tetapi keduanya bukan solusi tuntas

Telset.id – Google Chrome dikenal luas sebagai browser yang boros RAM, tetapi anggapan itu dinilai lebih mirip meme internet ketimbang temuan berbasis data. Chrome memang menggunakan RAM sebanyak yang dibutuhkan, namun menurut ulasan Engadget, penggunaan memori besar itu bukan masalah utama di 2026, dan sebenarnya juga bukan persoalan besar pada 2016.

Anggapan bahwa Chrome adalah “RAM hog” telah tersebar luas di internet, serupa dengan klaim bahwa Microsoft Edge lambat dan ketinggalan zaman. Keduanya diulang begitu sering hingga terasa benar. Padahal, tinggi atau rendahnya penggunaan RAM bukan satu-satunya indikator performa browser, dan Chrome memilih pendekatan yang mengorbankan sebagian memori demi kecepatan serta stabilitas.

Kenapa Chrome Menggunakan Banyak RAM

Situs web dan cara orang menggunakannya telah berubah jauh sejak era awal internet. Dulu, browsing berarti berpindah dari satu halaman penuh teks ke halaman lain, dengan sesekali foto atau video. Kini, situs web lebih menyerupai aplikasi ketimbang halaman sederhana. Setiap situs menyimpan lebih banyak informasi dan menawarkan pengalaman browsing yang jauh lebih serbaguna, sementara browser dituntut membuka banyak tab sekaligus menjalankan sejumlah ekstensi di latar belakang.

Semua fitur itu menambah beban, dan semuanya diharapkan langsung terbuka serta berjalan mulus. Pembuat browser pun dihadapkan pada pilihan: berbagi memori dan proses antar tab untuk menghemat RAM, atau memberi setiap tab dan situs prosesnya sendiri yang memakan lebih banyak memori tetapi menjaga kecepatan dan stabilitas. Google Chrome, seperti banyak browser lain, memilih opsi kedua.

Logo Google Chrome ditampilkan di layar ponsel dengan logo web Google di latar belakang.

Pendekatan itu membawa manfaat langsung bagi pengguna. Dengan memberi setiap situs proses khusus di memori komputer, Chrome tidak hanya menjaga browsing tetap cepat dan responsif, tetapi juga mencegah crash yang melumpuhkan seluruh browser. Pengguna yang cukup lama mengenal era awal browsing mungkin masih ingat rasa frustrasi ketika browser tiba-tiba menghilang bersama seluruh pekerjaan, disertai pesan sistem kecil yang menyatakan browser mengalami masalah dan harus ditutup.

Browser modern menghindari masalah itu dengan menempatkan setiap situs di prosesnya sendiri. Satu situs yang crash tidak menjatuhkan seluruh browser beserta 20+ tab lain yang sedang terbuka. Pendekatan ini juga membantu dari sisi keamanan. Chrome menjalankan setiap situs dalam proses sandbox, dan sistem operasi memisahkan proses-proses tersebut, sehingga halaman berbahaya tidak mudah mengintip aktivitas di tab perbankan atau email. Sebagian memori ekstra itu adalah harga dari dinding pemisah antar tab, dan menurut Engadget, harga itu wajar dibayar.

RAM Tinggi Bukan Berarti Chrome Bermasalah

Ada kesalahpahaman umum bahwa penggunaan RAM harus ditekan serendah mungkin agar komputer berjalan lebih lancar. Kenyataannya, RAM yang tidak terpakai adalah RAM yang terbuang. Tujuan memori adalah menyimpan semua yang ingin dijalankan dengan cepat dan mulus, dan browser yang mengisinya dengan halaman, media, serta tab yang disiapkan justru menjalankan tugasnya.

Empat chip memori DDR dengan warna berbeda tergeletak di atas papan sirkuit tercetak berwarna biru.

PCMag menyebut RAM 8GB seharusnya cukup untuk sebagian besar PC penggunaan umum, beberapa kali lipat dari kebutuhan satu browser. Artinya, ruang memori yang tersedia memang ada untuk digunakan. Namun, penggunaan tinggi tetap bukan satu-satunya tanda masalah. Pengguna juga perlu mewaspadai kemungkinan memory leak, yaitu kondisi ketika sebuah program mengambil memori dan tidak pernah mengembalikannya, sehingga angkanya terus naik tanpa alasan jelas.

Untuk kasus seperti itu, Task Manager bawaan Chrome (Shift + Esc) bisa menunjukkan tab atau ekstensi mana yang menjadi penyebabnya. Selain itu, Chrome menyediakan Memory Saver yang menidurkan tab yang sudah lama tidak disentuh dan membebaskan memori yang dipakainya, lalu memuat ulang tab tersebut saat diklik kembali. Google telah merilis fitur ini ke semua pengguna, dan pengaturannya bisa ditemukan di menu Performance pada setelan Chrome, termasuk opsi menambahkan situs yang tidak boleh ditidurkan, misalnya situs yang sedang memutar musik.

Browser lain memilih jalur berbeda. Microsoft Edge berjalan di atas fondasi Chromium yang sama dengan Chrome sehingga memakai model proses serupa, tetapi fitur sleeping tabs dan Energy Saver menidurkan tab yang tidak aktif untuk menekan penggunaan memori. Firefox mengelompokkan tab ke dalam lebih sedikit proses bersama dan menurunkan tab saat sistem kehabisan memori. Menurut Engadget, keduanya pilihan yang wajar dan bukan solusi tuntas. Browser yang memberi pengalaman sama dengan sebagian kecil memori harus mengorbankan sesuatu di sepanjang jalan.

Chrome sendiri bukan satu-satunya layanan Google yang tengah menjadi sorotan dari sisi kebijakan dan privasi. Perubahan kebijakan terkait data Gmail dan Drive untuk iklan personal juga menjadi perhatian pengguna, sebagaimana dirangkum dalam artikel soal Kebijakan Privasi Google. Sementara di ranah aplikasi, Google Messages kini menghadirkan perlindungan tambahan lewat Deteksi Scam Gemini.

Jika Chrome terasa lambat, Engadget menyarankan agar pengguna tidak hanya melihat angka memori. Buka Task Manager browser dan cari tab atau ekstensi yang angkanya terus bertambah. Bila tidak ada yang terus naik, Chrome sedang memakai RAM sebagaimana mestinya dan bisa dibiarkan. Jika perangkat tetap terasa lambat, penyebabnya mungkin ada di tempat lain, seperti drive yang hampir penuh atau koneksi yang lambat, dan menyalakan ulang browser menjadi langkah awal yang baik.

[ META_DESCRIPTION]
Chrome sering dituding boros RAM. Padahal penggunaan memori tinggi adalah pilihan desain demi kecepatan, stabilitas, dan keamanan antar tab.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.