10 Cara Menjaga Privasi Data, Gak Gampang Kena Hack!

Telset.id, Jakarta – Privasi data menjadi sesuatu yang harus dijaga dengan baik. Apalagi di era yang sudah serba digital ini, tentu Anda tidak ingin data pribadi tersebar dan dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab. Untuk itu Anda perlu mengetahui cara menjaga privasi data di internet.

Ada beberapa cara menjaga privasi data yang bisa Anda lakukan terhadap data pribadi Anda. Berikut ini beberapa cara menjaga privasi data sebagaimana dirangkum dari Kaspersky.

Periksa pengaturan privasi jejaring sosial

Apabila Anda memiliki akun sosial, Anda mungkin akan terkejut betapa banyak data pribadi dalam jejaring tersebut yang dapat dilihat oleh siapa saja di Internet.

Itu sebabnya, Anda disarankan untuk selalu memeriksa pengaturan privasi Anda di jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, dll.

{Baca juga: Waswas Disalahgunakan? Begini Cara Hapus History Google Assistant}

Cara menjaga privasi bisa Anda lakukan dengan memilah-milih informasi mana yang dapat dibagikan di sosial media. Atau Anda juga bisa mengubah pengaturan privasi akun jejaring sosial Anda.

Jangan pakai penyimpanan umum

Jangan menggunakan layanan online yang dimaksudkan untuk menyimpan informasi pribadi Anda. Misalnya, Google Documents bukanlah tempat yang ideal untuk menyimpan daftar kata sandi.

Begitu juga dengan Dropbox dan layanan serupa lainnya. Jangan dunakan layanan tersebut untuk menyimpan data pribadi Anda.

Hindari pelacakan

Ketika mengunjungi situs web, browser akan menyimpan banyak hal hingga riwayat Anda selama browsing. Pengiklan bisa menggunakan informasi tersebut untuk melacak dan menargetkan Anda dengan iklan mereka.

{Baca juga: Google Bolehkan Blokir Iklan Hasil Personalisasi}

Bahkan Mode penyamaran (incognito) tidak begitu dapat mencegah pelacakan seperti itu; Anda perlu menggunakan alat khusus

Salah satunya adalah Penjelajahan Pribadi di Kaspersky Internet Security dapat digunakan untuk menghindari pelacakan Internet.

Simpan alamat email utama & nomor ponsel

Jika email atau nomor telepon Anda tersebar di dunia maya, potensi masuknya spam di kotak masuk email atau telepon dari nomor yang tidak dikenal berpotensi meningkat.

Apabila Anda harus membagikan informasi ini untuk layanan Internet dan toko online, jangan membagikannya kepada orang-orang asing secara acak di jejaring sosial.

Selalu pertimbangkan untuk membuat alamat email terpisah, sekali pakai dan, jika mungkin, nomor telepon terpisah untuk jenis kasus-kasus seperti ini.

{Baca juga: 3 Tips Internetan Aman ala Kominfo}

Buat akun email tambahan dan membeli kartu SIM tambahan untuk dapat digunakan berbelanja online dan situasi lain yang mengharuskan Anda berbagi data dengan orang asing.

Aplikasi pesan dengan enkripsi end-to-end

Sebagian besar aplikasi perpesanan modern menggunakan enkripsi, tetapi dalam banyak kasus itulah yang mereka sebut sebagai enkripsi transit – pesan didekripsi di pihak penyedia layanan dan disimpan pada servernya.

Bagaimana jika seseorang meretas server itu? Maka dari itu, pilihlah enkripsi end-to-end, karena dengan cara tersebut, bahkan penyedia layanan perpesanan tidak dapat melihat percakapan Anda.

Gunakan aplikasi perpesanan dengan enkripsi end-to-end, misalnya, WhatsApp, atau Telegram.

Pakai password yang Aman

Menggunakan kata sandi lemah untuk melindungi informasi pribadi Anda sama saja dengan tidak melindungi data pribadi Anda dengan baik.

Nyaris mustahil untuk menghafal kata sandi yang panjang dan unik untuk semua layanan yang Anda gunakan.

{Baca juga: Chrome Bakal Beritahu Kalau Password Pengguna Dibobol}

Disarankan untuk menggunakan kata sandi yang cukup panjang (12 karakter dan lebih). Gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap layanan.

Gunakan aplikasi seperti Kaspersky Password Manager untuk membuat penggunaan kata sandi aman lebih mudah.

Pelajari izin aplikasi & ekstensi browser

Aplikasi smartphone selalu meminta izin Anda untuk mengakses kontak atau file dalam penyimpanan perangkat, menggunakan kamera, mikrofon, lokasi, dan sebagainya.

Beberapa aplikasi memang benar-benar tidak dapat bekerja tanpa izin ini, tetapi beberapa menggunakan informasi ini untuk membuat profil Anda bagi pengiklan.

Untungnya, cukup mudah untuk mengontrol izin mana yang dapat diberikan kepada aplikasi apa saja. Hal yang sama juga berlaku untuk ekstensi browser, yang juga memiliki kecenderungan memata-matai data pribadi Anda.

Amankan ponsel & komputer dengan password

Komputer dan ponsel memiliki banyak data yang harus dirahasiakan, jadi lindungilah dengan kata sandi. Kata sandi ini tidak harus rumit dan unik, tetapi cukup untuk mencegah orang asing menggunakannya.

{Baca juga: Jangan Ditiru! Ini Password Paling Banyak Dipakai}

Anda juga bisa menggunakan otentikasi biometrik, seperti pemindai sidik jari atau membuka kunci dengan fitur Face ID.

Nonaktifkan notifikasi di lockscreen

Setiap orang bisa saja melihat dan mengetahui urusan pribadi Anda dari notifikasi yang masuk ke layar ponsel, walaupun ponsel Anda terkunci.

Agar informasi itu tidak muncul di layar yang terkunci, atur notifikasi agar tidak muncul di tempat tersebut.

Jangan sembarangan pakai Wifi

Jaringan Wi-Fi publik biasanya tidak mengenkripsi lalu lintas data. Itu berarti siapa pun di jaringan yang sama dapat mencoba mengintip data pribadi Anda. Hindari mengirimkan data sensitif apa pun – login, kata sandi, data kartu kredit, dan sebagainya melalui Wi-Fi publik.

Atau Anda juga bisa menggunakan VPN untuk mengenkripsi data Anda serta melindunginya dari tracking pihak yang tidak berkepentinga. Hindari menggunakan Wi-Fi publik jika memungkinkan. (HLM)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0