Telset.id – WhatsApp, aplikasi pesan dengan lebih dari 3 miliar pengguna global, terus menjadi sasaran serangan keamanan yang semakin canggih. Menanggapi ancaman seperti teknik peretasan GhostPairing dan eksposur data massal, platform milik Meta ini memperkuat pertahanannya dengan berbagai fitur privasi bawaan yang sayangnya belum dimanfaatkan maksimal oleh banyak pengguna.
Meski dilindungi enkripsi end-to-end, keamanan percakapan tetap rentan jika perangkat terinfeksi spyware atau diakses fisik oleh pihak tak berwenang. Ellie Heatrick, juru bicara WhatsApp, menegaskan komitmen perusahaan. “Kami memandang serius peran menyediakan komunikasi privat. Kami terus memimpin industri dalam inovasi bermakna yang melindungi pesan dan panggilan orang, termasuk melalui kolaborasi dengan peneliti keamanan untuk memperkuat pertahanan kami,” ujarnya kepada WIRED.
Berikut delapan fitur kunci di WhatsApp yang dapat Anda aktifkan untuk membentengi akun dan percakapan dari ancaman digital.
Pemeriksaan Privasi dan Autentikasi Dua Faktor
Langkah awal terbaik adalah memanfaatkan fitur Privacy Checkup di bagian Pengaturan > Privasi. Di sini, Anda dapat mengontrol siapa yang melihat foto profil, informasi ‘Tentang’, dan status. Untuk privasi ekstra, atur ‘Terlihat/Terakhir Online’ menjadi ‘Tidak Ada’. Fitur ini juga memungkinkan Anda memblokir panggilan dan pesan yang tidak diinginkan, serta mengatur siapa yang dapat menambahkan Anda ke grup.
Melindungi akun dari upaya pengambilalihan adalah hal krusial. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) dengan PIN keamanan. Buka Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah, lalu aktifkan dan atur PIN pilihan. Tambahkan alamat email sebagai cadangan untuk reset. Fitur ini menjadi lapisan pertahanan vital, sebagaimana dijelaskan dalam panduan cara mengaktifkan fitur keamanan baru di WhatsApp.
Baca Juga:
Kunci Aplikasi, Pesan Menghilang, dan Privasi Lanjutan
Untuk mencegah orang lain mengintip notifikasi atau mengakses aplikasi, gunakan App Lock dengan Face ID, Touch ID, atau sidik jari. Aktifkan di Pengaturan > Privasi > Kunci Aplikasi. Untuk percakapan yang sangat sensitif, gunakan Chat Lock yang menyembunyikannya di folder terpisah. Fitur ini juga dilindungi biometrik, namun pengguna perlu waspada terhadap potensi celah seperti yang pernah diungkap dalam laporan celah keamanan di fitur biometrik WhatsApp.
Pesan Menghilang (Disappearing Messages) adalah solusi untuk mengurangi jejak digital. Anda dapat mengatur pesan terhapus otomatis setelah 24 jam, 7 hari, atau 90 hari. Atur sebagai default di Pengaturan > Privasi > Timer pesan default. Ingat, fitur ini berdasarkan kepercayaan; penerima tetap dapat melakukan screenshot.
Jangan lewatkan pengaturan Privasi Lanjutan (Advanced) di menu Privasi. Aktifkan ‘Blokir Pesan Tidak Dikenal’ untuk menghindari spam, ‘Lindungi Alamat IP Anda’ untuk mencegah kebocoran IP saat panggilan (meski mungkin mengurangi kualitas suara), dan ‘Nonaktifkan Pratinjau Tautan’ untuk alasan keamanan serupa. Langkah-langkah proaktif ini sejalan dengan upaya WhatsApp memperkuat keamanan dengan fitur cegah penipuan.
Kontrol Media, Tanda Baca, dan Privasi Obrolan Lanjutan
WhatsApp secara default menyimpan media ke galeri ponsel. Matikan opsi ini di Pengaturan > Obrolan > nonaktifkan ‘Simpan ke Foto’. Anda juga bisa mengirim foto atau pesan suara untuk sekali lihat dengan mengetuk ikon ‘1’ di kolom keterangan sebelum mengirim.
Tanda centang biru (read receipts) bisa membeberkan kebiasaan Anda. Nonaktifkan di Pengaturan > Privasi > Tanda Baca Dikirim. Namun, ini berlaku timbal balik; Anda juga tidak bisa melihat tanda baca dari orang lain. Fitur ini tidak berlaku untuk obrolan grup.
Fitur Privasi Obrolan Lanjutan (Advanced Chat Privacy) mencegah orang lain membawa percakapan keluar aplikasi, mengunduh media otomatis, atau menggunakan pesan Anda untuk fitur AI. Aktifkan per obrolan dengan membuka info kontak > Privasi Obrolan Lanjutan. Untuk grup, pengaturan dapat diubah oleh siapa pun, tetapi admin dapat membatasinya melalui Info Grup > Izin Grup.
Penting dicatat, pengguna dengan versi WhatsApp lawas mungkin masih bisa membagikan obrolan keluar aplikas, dan Anda tidak akan mendapat notifikasi. Keamanan perangkat secara keseluruhan juga tak kalah penting, sebagaimana tercermin dari kebijakan ketat lembaga tertentu seperti IDF yang melarang Android dan mewajibkan iPhone untuk keamanan militer, yang menekankan pendekatan berlapis.
Dengan mengaktifkan dan memahami konfigurasi fitur-fitur ini, pengguna dapat secara signifikan meningkatkan kendali atas data dan privasi mereka di WhatsApp. Keamanan digital adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan kewaspadaan dan adaptasi terhadap ancaman yang terus berkembang.

