Telset.id ā Xteink menghadirkan inovasi terbaru di pasar e-reader mini. Perangkat bernama Xteink X4 Pro ini merupakan respons cepat terhadap keluhan pengguna setia yang menginginkan layar sentuh dan lampu baca pada e-reader mungil mereka. Dengan bobot hanya 72 gram dan ketebalan 5,95 mm, perangkat ini menjadi solusi portabel bagi para pecinta buku yang ingin membaca kapan saja tanpa harus membawa perangkat besar.
E-reader ini adalah versi penyempurnaan dari seri X3 dan X4 yang sebelumnya telah memiliki basis penggemar setia. Jika Anda belum familiar, Xteink X3 dan X4 dikenal sebagai e-reader terkecil yang bisa dibeli di pasaran. Ukurannya cukup kecil untuk ditempelkan secara magnetis di bagian belakang ponsel atau dimasukkan ke dalam saku saat bepergian. Konsep ini memungkinkan pengguna membaca beberapa halaman buku daripada menggulir linimasa Instagram saat mengantre di toko.
Meskipun seri X3 dan X4 cukup menjanjikan hingga memiliki pengikut setia, pengguna sebelumnya mengeluhkan navigasi berbasis tombol yang kurang nyaman. Antarmuka tersebut terasa kikuk dan tidak seintuitif e-reader modern. Namun, ide e-reader magnetis yang muat di saku begitu menarik sehingga banyak pengguna tidak sabar menanti langkah selanjutnya dari Xteink.
Baca Juga:
Peningkatan Fitur Utama pada Xteink X4 Pro
Penambahan layar sentuh dan lampu baca membuat Xteink X4 Pro lebih layak digunakan sebagai e-reader utama, bukan sekadar pendamping perjalanan untuk Kindle Anda. Bobotnya yang hanya 72 gram dan ketebalan 5,95 mm membuatnya hampir identik dengan pendahulunya, X4, namun dengan peningkatan fungsionalitas yang signifikan.
Lampu baca menjadi fitur yang paling dinantikan. Setiap malam sebelum tidur, banyak pengguna Kindle yang mematikan lampu dan membaca hingga mengantuk. Dengan tambahan lampu baca, X4 Pro berhasil menyusup ke dalam rutinitas malam hari. Selama periode review, pengguna hampir secara eksklusif membaca menggunakan X4 Pro sebelum tidur, dengan lampu baca di pengaturan paling redup dan suhu warna sedikit hangat.
Namun, perlu dicatat bahwa lampu baca pada pengaturan paling redup masih sedikit lebih terang dari yang diinginkan untuk membaca sebelum tidur. Meskipun demikian, membaca dengan layar e-ink yang remang-remang tetap jauh lebih baik bagi kualitas tidur dibandingkan menggunakan layar iPhone.

Pengalaman Membaca dan Navigasi
Saat membaca dengan X4 Pro sebelum tidur, sensasinya mirip dengan kebiasaan buruk menggulir ponsel di tempat tidur. Hal ini bisa diartikan sebagai hal baik atau buruk. Di satu sisi, ini menunjukkan betapa nyaman dan mudahnya membaca menggunakan X4 Pro. Pengguna dapat membalik halaman baik dengan mengetuk sisi layar atau menggunakan tombol samping, memberikan fleksibilitas lebih dalam cara memegang perangkat.
Namun, seperti ponsel, e-reader ini sangat kecil sehingga pengguna harus mendekatkannya ke wajah untuk membaca dibandingkan dengan Kindle. Hal ini mungkin berdampak pada kualitas tidur, meskipun tetap jauh lebih mudah tertidur setelah melihat layar e-ink yang remang-remang dibandingkan iPhone.
Performa baterai X4 Pro juga patut diacungi jempol. Seperti perangkat e-ink lainnya, e-reader ini memiliki daya tahan baterai yang sangat baik. Pengguna melaporkan telah menggunakan perangkat hampir setiap hari selama sekitar tiga minggu, dan baterai hanya turun ke 60 persen. Lampu baca memang membuat baterai berkurang sedikit lebih cepat dibandingkan pendahulunya, namun perbedaannya hampir tidak terasa.

Perubahan pada Port Pengisian Daya
Satu perubahan yang mungkin kontroversial adalah metode pengisian daya. X4 Pro menggunakan pengisi daya pogo magnetis, sementara X4 sebelumnya menggunakan USB-C. Hal ini mungkin tidak menjadi masalah besar bagi sebagian besar pengguna karena perangkat jarang perlu diisi daya. Namun, bagi mereka yang sangat peduli dengan universalitas USB-C, perubahan ini bisa menjadi pemecah kesepakatan.
X4 Pro juga hadir dengan perangkat lunak yang diperbarui, yang merupakan peningkatan besar dari model sebelumnya. Perangkat ini tetap memungkinkan pengguna untuk memuat kode sumber terbuka. Proses mengunggah konten melalui Wi-Fi dan Bluetooth memang bisa dilakukan, meskipun masih sedikit rumit. Banyak pengguna yang merasa lebih mudah untuk melepas kartu micro SD dan menggunakan adaptor micro SD ke USB yang disediakan untuk menambahkan file dari komputer.
Keterbatasan yang Perlu Dipertimbangkan
Bagi pengguna yang terbiasa dengan e-reader mainstream, perlu diketahui bahwa Anda mungkin tidak bisa membaca e-book perpustakaan di X4 Pro. Xteink tidak dapat terintegrasi langsung dengan aplikasi seperti Libby. Bahkan jika Anda meminjam e-book dari perpustakaan, Anda tidak akan bisa menambahkannya ke X4 Pro karena perpustakaan menggunakan file .epub yang dilindungi.
Namun, jika Anda membeli file .epub dari penerbit, Anda dapat menambahkannya ke perangkat Xteink tanpa masalah. Satu catatan penting: jangan mencoba membeli buku dari Amazon karena ekosistemnya tertutup. Buku Amazon hanya bisa dibaca di perangkat Amazon, meskipun Anda telah membeli buku tersebut.
Harga dan Ketersediaan
Xteink X4 Pro dibanderol dengan harga $99. Pada saat peluncuran, perangkat ini hanya tersedia di situs web resmi Xteink. Dengan harga tersebut, e-reader ini menawarkan nilai yang kompetitif, terutama dengan penambahan layar sentuh dan lampu baca yang sangat dinantikan.
Bagi para pecinta buku yang sering bepergian atau ingin memiliki e-reader saku yang selalu siap digunakan, Xteink X4 Pro adalah pilihan yang menarik. Perangkat ini membuktikan bahwa ukuran kecil tidak berarti mengorbankan fungsionalitas. Dengan peningkatan signifikan dari seri sebelumnya, X4 Pro layak dipertimbangkan sebagai e-reader utama atau pendamping setia perjalanan Anda.





Komentar
Belum ada komentar.