Telset.id – Google secara resmi mengonfirmasi bahwa chip Tensor G6 yang akan ditenagai oleh seri Pixel 11 tidak menggunakan proses fabrikasi 2nm TSMC seperti yang banyak dirumorkan sebelumnya. Fakta ini menjadi pukulan telak bagi para penggemar yang berharap Pixel akhirnya bisa menyaingi efisiensi dan performa chipset flagship dari Apple dan Samsung.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Peng Yu-chun, VP of Hardware di Google, dalam sebuah wawancara dengan publikasi asal China, CNA. Ia mengungkapkan bahwa Tensor G6 justru dibangun menggunakan proses 3nm dari TSMC. Dengan keputusan ini, prediksi bahwa Pixel 11 akan menjadi smartphone pertama dengan chip 2nm pun gugur, dan gelar tersebut kemungkinan besar akan jatuh ke tangan iPhone 18 Pro series.

Keputusan Google untuk tetap mempertahankan proses 3nm ini tentu menjadi sorotan. Sebelumnya, banyak analis dan pengamat memperkirakan bahwa Google akan memanfaatkan proses 2nm untuk mengejar ketertinggalan performa dari para pesaingnya. Namun, kenyataan berkata lain.
Meskipun tidak menggunakan platform 2nm, Google tetap mengklaim bahwa Tensor G6 membawa sejumlah peningkatan signifikan. Klaim tersebut mencakup “web browsing 25% lebih cepat”, “peluncuran aplikasi 15% lebih cepat”, dan komputasi TPU yang meningkat hingga 50%. Selain itu, chip ini juga dilengkapi dengan chip keamanan Titan M3 yang telah ditingkatkan, yang sebelumnya sudah dirumorkan dan diharapkan dapat membuat ponsel lebih aman.
Tensor G6 juga disebut mendukung peningkatan pada Image Signal Processor (ISP) untuk mendukung fitur Night Sight yang baru dan peningkatan digital zoom yang diklaim lebih baik. Fitur-fitur ini tentu menjadi nilai jual utama bagi seri Pixel 11 di tengah persaingan ketat pasar smartphone flagship.
Kelemahan Performa yang Mengkhawatirkan
Kabar buruk lainnya datang dari hasil benchmark yang bocor. Sebuah listing Geekbench yang muncul sebelum acara Made by Google kemarin menunjukkan skor CPU yang lemah untuk Tensor G6. Listing tersebut mencatat skor multicore sebesar 5.196 dan skor single-core sebesar 2.112.
Jika dibandingkan, skor tersebut dikabarkan 50% lebih lambat dari Galaxy S26 Ultra. Ini merupakan indikasi yang buruk, mengingat Pixel selama ini memang dikenal tertinggal dari segi performa murni dibandingkan iPhone dan jajaran flagship Samsung.
Seperti yang kami lakukan di Telset.id, kami akan melakukan pengujian sendiri untuk memverifikasi apakah hasil benchmark tersebut merupakan sebuah outlier atau memang mencerminkan performa asli dari Tensor G6. Namun, melihat data awal ini, prospek performa Pixel 11 memang tidak terlihat menjanjikan.
Kabar mengenai prosesor ini menjadi penting di tengah strategi Google yang kian agresif. Beberapa waktu lalu, kami juga memberitakan tentang strategi Google AI Pro yang menjadikan ponsel Pixel sebagai umpan untuk layanan langganan. Keputusan untuk tidak menggunakan proses 2nm bisa jadi bagian dari strategi efisiensi biaya, atau justru karena keterbatasan pasokan dari TSMC.
Bagi Anda yang sudah tidak sabar menunggu seri Pixel 11, ada baiknya untuk tidak terburu-buru melakukan pre-order. Kami telah membahas secara khusus mengenai alasan jangan buru-buru pre-order Pixel 11 yang bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum memutuskan membeli.
Baca Juga:
Keputusan Google untuk tetap menggunakan proses 3nm di Tensor G6 memang mengecewakan bagi sebagian penggemar yang menantikan lompatan besar dari segi efisiensi daya. Namun, klaim peningkatan performa yang disampaikan Google, seperti peningkatan 50% pada TPU compute, tetap bisa menjadi angin segar bagi mereka yang lebih mementingkan kemampuan AI dan fotografi dibandingkan sekadar skor benchmark mentah.
Pertanyaan besarnya sekarang adalah apakah Google mampu mengoptimalkan Tensor G6 dengan baik pada proses 3nm ini. Optimasi perangkat lunak dan integrasi AI yang mendalam bisa menjadi pembeda utama, sebagaimana yang selama ini menjadi keunggulan utama dari seri Pixel dibandingkan kompetitornya.
Yang jelas, dengan keputusan ini, persaingan di segmen flagship Android akan semakin menarik. Samsung dengan Galaxy S26 Ultra dan Apple dengan iPhone 18 Pro series dipastikan akan memiliki keunggulan dari segi proses fabrikasi chip. Namun, Google tampaknya lebih memilih jalur yang berbeda dengan fokus pada pengalaman pengguna dan integrasi AI yang lebih mendalam.
Kita tunggu saja bagaimana hasil pengujian nyata dari Tensor G6 saat seri Pixel 11 resmi diluncurkan. Apakah klaim performa dari Google bisa dibuktikan, atau justru sebaliknya, semakin tertinggal dari para pesaingnya.

Satu hal yang pasti, keputusan ini akan menjadi bahan diskusi hangat di kalangan penggemar teknologi, terutama mereka yang selama ini setia menunggu Pixel bisa tampil seimbang di semua aspek, termasuk performa mentah. Dengan segala keterbatasan yang ada, publik kini menantikan bagaimana Google membuktikan bahwa proses 3nm sudah cukup untuk memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya.
Bagi Anda yang penasaran dengan ponsel ini, Google juga telah menjamin ketersediaan suku cadang Pixel 11 selama 7 tahun, sebuah komitmen jangka panjang yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa Google serius dalam mendukung perangkatnya dalam jangka waktu yang lama.





Komentar
Belum ada komentar.