Mengintip Pemanfaatan Teknologi AI pada Oppo Reno4 F

Telset.id, Jakarta – Pemanfaatan teknologi AI atau kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari seperti telah menjadi hal yang biasa belakangan ini. Adakalanya, itu bahkan tanpa kita sadari. Sebagai contoh, ketika kita ingin membuka kunci smartphone, menggunakan asisten digital, atau menghasilkan foto yang lebih baik.

Ya, Artificial Intelligence (AI) bisa dibilang telah menjadi salah satu tren yang banyak dibicarakan selama beberapa tahun terakhir. Alasannya sederhana, teknologi ini hadir dalam banyak perangkat yang kita gunakan sehari-hari, salah satunya smartphone.

Nah, jika sebelum-sebelumnya ini mungkin terdengar seperti teknologi yang mahal, yang… tentu saja adanya hanya pada smartphone mahal, kini tidak lagi. Seolah telah menjadi hal yang biasa, kini kita bahkan bisa menemukan pemanfaatan teknologi AI pada smartphone kelas menengah dengan harga yang lebih terjangkau. Oppo Reno4 F, dalam hal ini menjadi salah satunya.

Diperkenalkan di Indonesia belum lama ini, smartphone baru dalam seri Reno ini tampil bukan saja dalam bodi yang modis tetapi juga kemampuan yang jauh dari kata minimalis. Dan itu termasuk beberapa pemanfaatan teknologi AI didalamnya. Apa saja?

Asisten Suara

Fitur yang satu ini bisa dibilang menjadi contoh pemanfaatan teknologi AI yang paling lumrah pada sebuah smartphone, tak terkecuali di Oppo Reno4 F. Asisten Google sangat bisa diandalkan dalam membantu tugas harian kita. Berbeda dari asisten digital versi sebelumnya, Google Now, Asisten Google bisa menangani tugas-tugas yang lebih kompleks karena dibekali sistem kecerdasan buatan di dalamnya.

{Baca juga: Spesifikasi Lengkap Oppo Reno4 F yang Meluncur di Indonesia}

Kamera Lebih Baik

Seperti halnya Google Asisten yang menjadi lebih pintar dengan adanya sistem kecerdasan buatan, 6 kamera – terdiri dari kamera depan 48MP (utama), wide angle 8MP, Mono 2MP dan 2M; serta kamera belakang 16MP (utama) dan 2MP (Depth), yang ada di badan Oppo Reno4 F juga bisa menghasilkan gambar yang lebih baik berkat pemanfaatan teknologi AI.

Ini bisa kita temukan pada sejumlah mode, baik yang terdapat pada kamera depan maupun belakang smartphone. Katakan saja AI Portrait Color, yang memberikan percikan warna yang unik pada potret, sekaligus memudarkan latar belakang dengan bingkai gaya; AI Super Night Portrait, yang memungkinkan kita mengambil foto selfie yang jernih bahkan di malam hari; ataupun AI Night Flare Portrait, yang menggabungkan efek bokeh dan algoritma HDR cahaya rendah untuk mencerahkan foto di lingkungan dengan cahaya redup.

Selain itu, ada juga mode AI Super Clear Portrait, yang memungkinkan kita tak melewatkan detail apa pun saat mengambil foto potret; serta AI Beautification 2.0 yang akan mempertahankan warna kulit alami. AI Beautification 2.0 juga berfungsi untuk mengisi janggut dan alis jika Anda seorang pria.

Unit Pemrosesan AI

Bukan tanpa alasan jika ponsel paling canggih juga datang dengan chipset yang paling bisa diandalkan. Nyatanya, chipset memang menjadi otak dari semua pemrosesan di smartphone. Dan pemanfaatan teknologi AI didalamnya adalah hal hebat lainnya.

Reno4 F hadir dengan unit pemrosesan AI MediaTek Helio P95. Ini juga dilengkapi dengan 2 ARM Cortex-A75 Prime Cores yang beroperasi hingga 2.2GHz dan 6 ARM Crotex-A55 Efficiency Cores yang dapat beroperasi hingga 2.0GHZ. Itu belum termasuk RAM 8GB dan penyimpanan 128GB, yang dapat diperpanjang hingga 512GB melalui Slot 3-Kartu. Secara kinerja, ini jelas lebih cepat.

Smart Charging

Menggunakan AI, Reno4 F dengan cerdas (AI Night Charging) mengoptimalkan pengisian baterainya di malam hari, sehingga baterai dapat mencapai 100% tepat di pagi hari ketika kita bangun.

{Baca juga: Review Oppo Reno4 F: Body Tipis, Kinerja Oke untuk ‘Daily Driver’}

Ini bekerja berkat algoritme AI yang mempelajari waktu bangun penggunanya dan mendistribusikan 20% terakhir dari pengisian ke dalam waktu 90 menit sebelum pengguna bangun. Ini melindungi masa pakai baterai karena pengisian berulang, antara 80% dan 100% di malam hari.

Tak hanya itu, mengaktifkan Mode Hemat Daya Super juga memungkinkan kita melakukan banyak hal, bahkan meski saat itu baterai hanya tersisa 5%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here