📑 Daftar Isi

Tato di pergelangan tangan dengan jam tangan Garmin Instinct 2

Tato Bisa Ganggu Akurasi Fitness Tracker, Ini Faktanya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Masalah kompatibilitas fitness tracker dengan kulit bertato masih umum terjadi
  • Sensor PPG berbasis cahaya hijau kesulitan menembus tinta tato, menyebabkan pembacaan detak jantung tidak akurat
  • Garmin dan Apple telah mengakui masalah ini dan menyarankan pemakaian di kulit bebas tato
  • Solusi sementara: pindah posisi ke pergelangan dalam, gunakan stiker epoksi, atau tali dada
  • Studi 2025: efek tato tergantung aktivitas, terbesar saat istirahat, menurun saat olahraga intens
  • Google Pixel Watch 4 disebut lebih baik, Samsung masih belum maksimal

Telset.id – Masalah kompatibilitas antara fitness tracker dan kulit bertato masih menjadi keluhan umum di kalangan pengguna wearable. Meskipun teknologi sudah canggih, sensor optik pada perangkat sering gagal membaca detak jantung atau mendeteksi pergelangan tangan secara akurat saat terhalang tinta tato.

Fenomena ini sudah terdokumentasi luas di forum dukungan perangkat dan Reddit selama bertahun-tahun. Masalah utama terletak pada teknologi Photoplethysmography (PPG), yaitu metode berbasis cahaya yang digunakan fitness tracker untuk mengukur detak jantung. Cahaya hijau dari sensor di bagian bawah perangkat kesulitan menembus pigmen tato, sehingga menghasilkan data yang tidak akurat atau bahkan hilang sama sekali.

Selain detak jantung, masalah lain yang sering muncul adalah kegagalan deteksi pergelangan tangan. Fitur ini juga menggunakan sensor cahaya, akselerometer, dan sensor elektrikal untuk menentukan apakah perangkat sedang dikenakan. Akibatnya, pengguna dengan tato di pergelangan tangan harus berulang kali membuka kunci perangkat setiap kali ingin berinteraksi dengannya.

Produsen perangkat wearable sudah mengakui masalah ini. Garmin secara eksplisit menyatakan di halaman dukungannya bahwa tato dapat menghalangi sensor detak jantung. “Tato (tinta, pola, saturasi) dapat menghalangi cahaya sensor detak jantung, menyebabkan pembacaan yang tidak akurat atau hilang. Untuk performa terbaik, kenakan jam tangan di kulit yang bebas tato jika memungkinkan,” demikian pernyataan Garmin. Apple juga telah mengeluarkan peringatan serupa sejak perilisan Apple Watch generasi pertama.

Solusi Sementara untuk Pengguna Bertato

Meskipun belum ada solusi permanen, para pengguna telah menemukan beberapa cara untuk mengakali masalah ini. Cara termudah adalah memindahkan posisi perangkat ke area pergelangan tangan bagian dalam yang mungkin tidak bertato. Jika pergelangan tangan lainnya bebas tato, pengguna juga bisa mengganti sisi pemakaian.

Namun, bagi yang sudah terbiasa memakai jam di satu sisi tertentu selama bertahun-tahun, perubahan ini terasa cukup aneh. Sebagai solusi cepat, beberapa pengguna menggunakan stiker tutup botol epoksi atau menempelkan selotip bening di atas sensor. Metode ini secara tidak terduga berhasil memperbaiki masalah bagi banyak pengguna. Aksesori yang dapat digunakan kembali dengan fungsi serupa juga mulai bermunculan di pasaran.

Alternatif lain adalah menggunakan tali dada (chest strap) jika akurasi detak jantung adalah prioritas utama. Metode ini dianggap lebih akurat, asalkan tidak ada tato di area dada. Sayangnya, tali dada tidak senyaman atau sepraktis jam tangan untuk penggunaan sehari-hari.

Penelitian dan Variabel yang Mempengaruhi

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2025 mencoba mengukur perbedaan akurasi antara kulit bertato dan tidak bertato. Peneliti menggunakan Polar Verity Sense dan Polar H10 sebagai baseline, karena tali dada dianggap lebih akurat. Partisipan dipantau saat istirahat, berjalan, dan jogging.

Hasilnya menunjukkan bahwa tato memang berdampak pada pembacaan detak jantung, tetapi efeknya tergantung pada tingkat aktivitas. “Efek terbesar diamati saat istirahat dan variasi menurun seiring meningkatnya intensitas olahraga,” tulis para peneliti. Menariknya, dalam beberapa kasus, “keberadaan tato lengan tidak mempengaruhi validitas pengukuran detak jantung sama sekali.”

Ini menunjukkan bahwa masih banyak variabel yang harus dipertimbangkan, seperti warna tinta, saturasi, dan kedalaman tato. Belum cukup penelitian mendalam yang dilakukan untuk menghasilkan solusi yang pasti.

Tato di pergelangan tangan dengan jam tangan Garmin Instinct 2

Perkembangan Terbaru dan Harapan ke Depan

Secara anekdotal, Google Pixel Watch 4 disebut-sebut lebih baik dalam menangani kulit bertato dibandingkan pendahulunya. Beberapa tahun lalu, Samsung juga dikabarkan akan merilis pembaruan untuk mengatasi masalah ini, tetapi keluhan pengguna Galaxy Watch menunjukkan bahwa perbaikannya belum maksimal.

Masalah ini sebenarnya bukan hanya soal tato. Sensor berbasis cahaya juga terbukti kurang dapat diandalkan untuk orang dengan kulit gelap. Hal ini menyoroti perlunya lebih banyak keragaman dalam riset dan pengembangan teknologi wearable.

Sampai sensor-sensor ini ditingkatkan untuk memperhitungkan variasi kulit seperti tinta tato, masalah ini kemungkinan akan terus berlanjut. Identifikasi masalah adalah langkah pertama menuju solusi, tetapi data yang tidak konsisten dari satu kasus ke kasus lain membuat pengembangan solusi universal menjadi sulit.

Bagi yang penasaran dengan tren konten fitness atau laporan olahraga favorit, penting untuk diingat bahwa akurasi data sangat bergantung pada kondisi fisik pengguna.

Komentar

Belum ada komentar.