Sony FX5, kamera sinema terbaru dengan sensor stacked 16,6MP dan kemampuan rekaman RAW 5K

Sony FX5 Resmi: Kamera Sinema dengan Rekaman RAW 5K dan Open Gate

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Sony FX5 resmi diluncurkan sebagai kamera sinema terbaru di jajaran Cinema Line
  • Fitur utama meliputi rekaman RAW 5K dengan codec X-OCN dan open gate 3:2
  • Sensor stacked 16,6MP full-frame dengan tiga base ISO (800, 4000, 12800)
  • Mampu merekam 4K 240fps, 4.5K 120fps, dan 5K 60fps
  • Stabilisasi lima sumbu dengan mode Dynamic Active yang diperbarui
  • Harga pre-order mulai dari $4.898 (body only) dengan ketersediaan pertengahan Agustus
  • Fitur seperti RAW dan Open Gate diharapkan turun ke kamera konsumen Sony

Telset.id – Sony resmi meluncurkan kamera sinema terbaru, FX5, yang akhirnya menghadirkan fitur yang lama dinantikan para kreator konten, yaitu rekaman RAW 5K dan open gate. Kamera ini menjadi titik baru dalam jajaran Cinema Line, menjanjikan kualitas gambar yang luar biasa dengan sensor terbaru.

Kamera ini diposisikan di antara FX3 dan FX6, menawarkan spesifikasi yang sebelumnya absen pada kamera Sony, seperti video RAW dan perekaman open gate. Dengan sensor stacked 16,6 megapiksel yang sepenuhnya baru, stabilisasi lima sumbu, dan tiga pengaturan ISO dasar, FX5 siap menjadi kamera sinema yang impresif.

Fitur utama yang membedakan FX5 adalah penggunaan sensor full-frame stacked 16,6MP terbaru. Sony merancang sensor ini untuk memberikan keseimbangan antara kecepatan dan resolusi. Sensor ini menjadi fondasi bagi kemampuan rekaman RAW 5K dan open gate yang menjadi andalan kamera ini.

Untuk perekaman RAW 5K, Sony menggunakan codec X-OCN (Extended tonal range original camera negative) miliknya sendiri. Codec ini memungkinkan perekaman RAW linear 16-bit dengan 280 triliun warna, yang diklaim 1.000 kali lebih banyak data warna dibandingkan codec 12-bit ProRes RAW atau C-RAW milik Canon. Data ini disimpan ke kartu CFexpress tipe A ganda yang tervalidasi Sony.

Kemampuan perekaman video FX5 juga patut diperhatikan. Kamera ini dapat merekam video 4K pada 240 fps, 4.5K pada 120 fps, dan 5K pada 60 fps. Semua ini adalah pertama kalinya untuk kamera seri FX. Fitur open gate dengan aspek rasio 3:2 memanfaatkan lebar sensor penuh, memudahkan pemotongan atau pembuatan video vertikal pasca-produksi. Fungsi de-squeeze baru juga memudahkan penggunaan lensa anamorfik.

Sony juga menjanjikan pembaruan di masa depan, termasuk fungsionalitas 4K 240p dalam mode RAW dan Open Gate 3:2 XAVC-I, serta UI yang dioptimalkan untuk pengambilan gambar vertikal, yang dijadwalkan hadir pada Agustus 2027.

Inovasi lain yang menarik adalah tiga pengaturan ISO dasar pada angka 800, 4000, dan 12800. Ini adalah fitur yang pertama kali terlihat pada kamera mana pun. Tiga base ISO ini memberikan rentang dinamis yang lebih baik, bayangan yang lebih bersih, dan ketajaman yang ditingkatkan dibandingkan kamera dual base ISO pada umumnya. Untuk pengambilan gambar malam hari, video bersih pada ISO 12800 akan menjadi nilai tambah besar bagi pembuat film indie.

Untuk rentang dinamis yang lebih baik lagi (hingga 16 stop), pengguna dapat menggunakan mode Dual Gain, meskipun dengan konsekuensi meningkatnya rolling shutter. Stabilisasi sering kali tidak ada pada kamera sinema, tetapi Sony melengkapinya sepenuhnya pada FX5. Jumlah kompensasi tergantung pada lensa, tetapi mode Dynamic Active elektronik yang diperbarui dijanjikan dapat memberikan video yang mulus bahkan saat berjalan. Menariknya, Sony juga menyediakan layanan bagi pembuat film yang tidak menginginkan IBIS, dengan melakukan konversi sensor terkunci yang bersifat permanen.

Dari segi desain, FX5 memiliki bodi yang ringan (1,62 pon) dan ringkas, mirip dengan FX3. Meskipun dilengkapi dengan lubang sekrup mount seperempat inci untuk aksesori sinema, kamera ini memiliki grip besar seperti model A7. Kamera ini dilengkapi dengan kontrol manual yang lengkap, termasuk tombol bernomor ala Canon C50.

Viewfinder OLED yang dapat dilepas memiliki 3,68 juta titik dan kecerahan 2.500 nit, dengan gamut warna yang lebar. Layar belakang 3,5 inci dengan aspek rasio 16:9 lebih besar, lebih terang, dan lebih tajam (2,76 juta titik) dibandingkan kebanyakan layar kamera. Layar ini menggunakan desain artikulasi empat sumbu yang sangat baik untuk vlogger.

Seperti kamera mirrorless kelas atas Sony lainnya, FX5 menyertakan dua slot kartu CFexpress dan dua slot SDXC UHS-II, bersama dengan port mic dan headphone, port HDMI ukuran penuh, ethernet, dan Wi-Fi tri-band. Baterai yang digunakan adalah NPSA100 baru dari A7R VI, yang memberikan waktu perekaman hingga 130 menit.

Sony FX5 kini tersedia untuk pre-order mulai dari $4.898 (body only) dengan ketersediaan direncanakan pada pertengahan Agustus. Konsumen juga bisa mendapatkannya dengan handle yang memungkinkan konektivitas audio XLR seharga $5.498, atau membeli handle secara terpisah seharga $798.

Dengan hadirnya FX5, banyak yang berharap fitur-fitur seperti RAW dan Open Gate akhirnya akan turun ke kamera vlogging dan mirrorless konsumen Sony di masa mendatang.

Sony FX5 cinema camera is shown from the front with removable viewfinder on top

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.