📑 Daftar Isi

Ilustrasi aplikasi Sonos 27 dengan fitur AI generatif dan kontrol speaker

Sonos Luncurkan Sonos 27 dengan Fitur AI Generatif dan Produk Baru

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Sonos 27 adalah sistem operasi audio baru dengan integrasi AI generatif (Sonos 27voice)
  • Aplikasi Sonos diperbarui dengan navigasi tab, sorting ruangan, dan kontrol volume yang lebih baik
  • Sonos Custom Agents memungkinkan kustomisasi agen AI untuk berbagai tugas otomatis
  • Sonos Fabric menjadi nama resmi jaringan sinkronisasi antar perangkat
  • Fitur portable surround dan Headphone Linking hadir untuk pengalaman audio fleksibel
  • Sonos Ace Ultra: headphone dengan baterai 35 jam, koneksi Wi-Fi ke ekosistem Sonos
  • Sonos Beam Ultra: soundbar dengan 9 driver, AI speech enhancement, dan HDMI eARC
  • Fitur AI bersifat opt-in; Sonos 27 hanya kompatibel dengan aplikasi S2, bukan S1
  • Detail kompatibilitas per produk akan diumumkan kemudian hari

Telset.id – Sonos secara resmi memperkenalkan sistem operasi audio baru bernama Sonos 27, lengkap dengan integrasi generative AI yang disebut Sonos 27voice. Perusahaan juga mengumumkan soundbar baru bernama Sonos Beam Ultra dan headphone over-ear kedua mereka, Sonos Ace Ultra. Langkah ini merupakan upaya besar Sonos untuk memulihkan kepercayaan pelanggan setelah krisis aplikasi yang terjadi pada 2024 lalu.

Krisis tersebut bermula dari pembaruan software yang merusak aplikasi Sonos, menghilangkan fitur-fitur penting seperti kontrol volume dan alat aksesibilitas untuk pengguna tunanetra. Dampaknya, hampir semua pengguna aplikasi mengeluhkan perubahan tersebut. Sonos akhirnya mengakui kesalahan, mempertimbangkan untuk mengembalikan aplikasi lama, dan memecat CEO mereka. Kini, dengan kepemimpinan baru, Sonos berusaha keras memenangkan kembali pelanggan yang kecewa.

Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak lagi ingin dipandang sebagai perusahaan speaker. Brandon Holley, interim hardware lead di Sonos, menyatakan, “For years people have been seeing us as a speaker company. What we actually are is an audio operating system.” Pernyataan ini menegaskan perubahan identitas Sonos menjadi platform audio yang lebih holistik.

Perombakan Aplikasi Sonos dengan Pendekatan Baru

Sonos menyadari bahwa kata “aplikasi Sonos baru” dapat memicu ketakutan di kalangan penggunanya. Sid Patel, vice president of software di Sonos, mengungkapkan bahwa aplikasi ini dikembangkan dengan pendekatan “customer-centric feedback listening” yang melibatkan komunitas dan aktif di forum seperti Reddit.

Fitur-fitur baru untuk memudahkan penggunaan aplikasi meliputi navigasi tab yang lebih baik, sorting ruangan yang lebih rapi, dan perubahan pada tombol volume di aplikasi. Pada musim gugur, Sonos akan merilis tampilan kesehatan sistem yang memungkinkan pengguna mendiagnosis masalah koneksi untuk setiap produk. Sebelumnya, Sonos juga telah menghadirkan navigasi tab dan sorting speaker di aplikasi mereka.

Fitur utama yang ditonjolkan adalah Sonos 27voice, integrasi AI generatif yang dirilis dalam akses awal. Fitur ini memungkinkan pengguna berbicara dengan speaker seperti halnya menggunakan Amazon Alexa atau Google Home, termasuk meminta musik berdasarkan suasana hati. Sonos 27voice juga memiliki Model Context Protocol yang dapat terhubung ke layanan AI pilihan pengguna, seperti meminta ChatGPT untuk memutar musik di speaker.

Sonos Custom Agents menjadi sorotan lainnya, memungkinkan pengguna menyesuaikan agen AI untuk berbagai tugas di seluruh sistem. Pengguna bisa memicu speaker di ruangan tertentu pada waktu tertentu, atau bahkan mengubah suara AI sesuai keinginan. Patel menyebutkan, “Obviously AI is something that’s very hot these days, clearly. So we have integrated various pieces of AI into our system.”

Namun, ada batasan yang perlu diketahui. Sonos 27 hanya akan berfungsi di aplikasi S2, bukan S1 yang mengontrol beberapa perangkat Sonos lama. Pemilik hardware Sonos generasi lama tidak akan bisa mengakses fitur AI baru ini. Perwakilan Sonos menjelaskan, “Sonos 27 is designed to take advantage of newer hardware capabilities, so not every product will support every new feature. We want to be transparent about those limitations while continuing to support products with security and ongoing updates for as long as the hardware allows.”

Meski berjanji transparan, Sonos belum merilis detail kompatibilitas atau jalur upgrade untuk setiap produk hingga “tanggal yang akan diumumkan kemudian”.

Sonos Fabric dan Dua Fitur Baru untuk Sinkronisasi

Sonos memberikan nama resmi untuk jaringan yang digunakan produk mereka untuk sinkronisasi antar ruangan: Sonos Fabric. Patel menjelaskan, “Sonos Fabric is the name of the magic that has existed for what Sonos was built on. The idea of, you have one speaker, two speakers, three speakers, and how they magically work together in a home theater setup or a bonded setup or group.”

Dua fitur baru hadir untuk teknologi yang baru diberi nama ini. Pertama, portable surround, yang memungkinkan pengguna memindahkan perangkat dari satu ruangan ke ruangan lain dan menyinkronkannya di sana. Misalnya, jika pengguna memiliki soundbar utama di dekat TV dan ingin membawa speaker tambahan dari ruangan lain untuk dijadikan speaker surround saat menonton film, produk Sonos dapat mendeteksi lokasi dan menyesuaikan audio yang diputar.

Kedua, kemampuan untuk mengalihkan audio antara speaker dan headphone, yang disebut Headphone Linking. Fitur ini memungkinkan perpindahan pemutaran yang mulus antara perangkat-perangkat Sonos.

Sonos Ace Ultra merupakan headphone over-ear kedua dari perusahaan, menyusul Sonos Ace yang dirilis pada 2024 di tengah krisis aplikasi. Headphone sebelumnya dinilai bagus, namun tidak terintegrasi dengan ekosistem speaker Sonos. Ace Ultra hadir dengan baterai 35 jam dan dapat terhubung melalui USB-C dan 3.5 mm. Yang lebih penting, headphone ini dapat terhubung ke speaker Sonos lain melalui Wi-Fi.

Ace Ultra berjalan di atas Sonos Fabric, yang berarti dapat terhubung ke sistem Sonos yang lebih luas dan memungkinkan pengguna mengalihkan pemutaran antara speaker dan headphone. Patel menggambarkan, “With a single push of a button, you’ll be able to suck music into your headphones.” Sebelumnya, Sonos Ace Ultra juga telah terungkap di dokumen FCC dengan dukungan AI dan voice assistant.

Sonos Beam Ultra adalah soundbar baru yang merupakan upgrade dari Sonos Beam yang sudah ada. Soundbar ini memiliki sembilan driver, empat lebih banyak dari Beam sebelumnya. Driver tersebut juga menghadap ke atas untuk memantulkan suara dari langit-langit demi akustik yang lebih baik. Beam Ultra dilengkapi fitur AI seperti AI speech enhancement yang bertujuan membuat dialog lebih jelas di adegan yang bising. Konektivitasnya mencakup Wi-Fi, Bluetooth, dan HDMI eARC berkabel.

Perubahan besar ini tentu menjadi tantangan bagi Sonos, perusahaan yang tidak selalu mulus dalam menghadapi transisi. Sistem rumah Sonos memang tidak mudah diatur, kadang membutuhkan aplikasi terpisah untuk produk lama. Pertanyaannya, apakah kecerdasan buatan akan memperbaiki masalah tersebut? Mungkin untuk perangkat baru, namun pengguna dengan sistem yang sudah ada mungkin masih mengalami kesulitan.

Fitur AI pada produk dan di aplikasi Sonos 27 bersifat opt-in, artinya pengguna dapat menghindarinya sepenuhnya. Patel menegaskan komitmen baru perusahaan, “That really is our new approach to our app release. We’re going to bring our customers along. We’re going to listen more.” Pendekatan ini menunjukkan bahwa Sonos bertekad untuk memperbaiki hubungan dengan pelanggannya melalui transparansi dan keterbukaan terhadap masukan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.