Telset.id – Samsung bersiap memperluas lini laptop Android-nya. Sebuah perangkat dengan nomor model Samsung XE940XSA muncul di basis data Geekbench 7.1.0, menandai kemungkinan kehadiran Googlebook pertama dari Samsung. Kehadiran model ini menempatkan Samsung menyusul Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo yang lebih dulu masuk dalam ekosistem platform laptop besutan Google tersebut.
Kemunculan Samsung XE940XSA di Geekbench menjadi sinyal bahwa Samsung tidak hanya mengandalkan Galaxy Chromebook untuk platform laptop Google. Googlebook sendiri merupakan platform laptop berbasis Android, bukan ChromeOS, sehingga kehadiran Samsung di jajaran ini memperluas portofolio perangkat Android perusahaan di segmen komputasi.
Halaman resmi platform Googlebook saat ini telah mencantumkan laptop dari Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo. Dengan munculnya Samsung XE940XSA, Samsung diprediksi akan segera menyusul sebagai pemain baru di kategori yang sama. Namun, belum ada informasi resmi mengenai nama komersial perangkat ini.
Spesifikasi Samsung XE940XSA di Geekbench
Hasil benchmark Geekbench 7.1.0 mengungkap sejumlah detail teknis Samsung XE940XSA. Perangkat ini ditenagai chipset dengan nama kode “Hamoa”, yang merupakan nama kode Qualcomm untuk Snapdragon X Elite. Pilihan ini sejalan dengan beberapa Googlebook lain yang sudah lebih dulu hadir.
Snapdragon X Elite merupakan chip 4nm dengan total 12 core Oryon dan GPU Adreno X1-85. Berdasarkan kecepatan clock yang dilaporkan benchmark, chip yang digunakan Samsung XE940XSA diduga merupakan varian X1E-80-100. Varian chip yang sama juga digunakan pada model Googlebook dari Dell dan HP.

Geekbench juga mengonfirmasi kapasitas RAM sebesar 16GB untuk model Samsung ini. Tidak ada data mengenai kapasitas penyimpanan pada hasil benchmark tersebut. Meski demikian, seluruh Googlebook yang telah muncul sejauh ini diketahui mengusung konfigurasi 16GB RAM dan penyimpanan 512GB.
Perangkat Samsung XE940XSA menjalankan Android 17 dalam pengujian tersebut. Ini menegaskan bahwa perangkat tersebut bukan Chromebook. Samsung diperkirakan akan menambahkan kustomisasi One UI pada antarmuka standar Googlebook, meskipun tampilan kustomisasi tersebut belum terlihat hingga saat ini.
Pilihan Snapdragon X Elite alih-alih chip seri X2 untuk Samsung XE940XSA tergolong mengecewakan sebagian pengamat. Namun, Samsung tidak sendirian. Googlebook dari Dell dan HP juga menggunakan X Elite, sementara laptop dari Acer, Asus, dan Lenovo mengandalkan Intel Core Ultra 5.
Baca Juga:
Posisi Samsung di Ekosistem Googlebook
Kehadiran Samsung XE940XSA menambah daftar panjang perangkat yang menggunakan platform Googlebook. Sebelumnya, Google resmi memperkenalkan Googlebooks sebagai platform laptop berbasis Android, melengkapi Chromebook yang telah lebih dulu dikenal sebagai laptop berbasis ChromeOS.
Dari sisi historis, Samsung memiliki pengalaman panjang dalam mengadopsi chip Snapdragon X Elite. Pada 2024, Samsung merilis Galaxy Book4 Edge yang menjalankan Windows 11 dengan chip X Elite. Model 14 inci menggunakan X1E-80-100, sementara model 16 inci menawarkan opsi X1E-84-100.
Lebih baru lagi, Samsung memperkenalkan Galaxy Book6 Edge yang menggunakan chip Snapdragon X2 Elite dengan nomor model X2E-88-100. Artinya, Samsung telah memiliki pengalaman menggunakan dua generasi chip Snapdragon untuk laptop, meskipun untuk Googlebook kali ini perusahaan tetap memilih X Elite.
Keputusan menggunakan X Elite pada Samsung XE940XSA menempatkan perangkat ini setara dengan Googlebook dari Dell dan HP. Sementara itu, Googlebook dari Acer, Asus, dan Lenovo memilih jalur berbeda dengan Intel Core Ultra 5. Perbedaan ini menunjukkan variasi strategi chipset di antara para mitra platform Googlebook.
Hingga kini, belum ada informasi resmi dari Samsung mengenai nama komersial, harga, maupun jadwal peluncuran Samsung XE940XSA. Nama “Galaxy Googlebook” sempat disebut sebagai kemungkinan, mengacu pada penamaan Galaxy Chromebook yang sudah ada, meski penamaan tersebut belum dikonfirmasi.
Yang jelas, kehadiran Samsung XE940XSA di Geekbench menandakan bahwa Samsung tengah menyiapkan perangkat Googlebook pertamanya. Bagi pengguna yang menantikan laptop Android dengan performa chip Snapdragon X Elite, kemunculan model ini menjadi indikasi bahwa opsi tersebut akan segera tersedia di pasar.
Perkembangan ekosistem Googlebook juga sejalan dengan berbagai inisiatif Samsung lain di ranah perangkat pintar. Perusahaan terus memperluas integrasi antar perangkat, termasuk melalui pembaruan perangkat lunak yang menyentuh pengalaman pengguna lintas produk. Sejumlah pembaruan terbaru bahkan menyentuh tampilan antarmuka aplikasi pendukung, seperti yang terlihat pada SmartThings terbaru.
Samsung juga tengah memperluas lini perangkat pintarnya ke kategori baru. Perusahaan dikabarkan menyiapkan perangkat wearable berbasis Android yang akan meluncur dalam waktu dekat, sebagaimana terungkap pada rencana peluncuran Samsung Intelligent Eyewear. Langkah ini menunjukkan strategi Samsung dalam memperkuat ekosistem Android di berbagai bentuk perangkat.
Di segmen smartphone, Samsung juga terus memperbarui portofolionya. Baru-baru ini, perusahaan resmi memasarkan Galaxy M08 dan F08 di pasar India, memperluas pilihan perangkat entry-level bagi konsumen.
Dengan munculnya Samsung XE940XSA di Geekbench, perhatian kini tertuju pada bagaimana Samsung akan memposisikan Googlebook pertamanya di antara Galaxy Book yang berbasis Windows dan Galaxy Chromebook yang berbasis ChromeOS. Ketiga lini tersebut berpotensi melengkapi strategi Samsung di pasar laptop, dengan segmen pengguna yang berbeda-beda.
Untuk saat ini, informasi yang tersedia masih terbatas pada hasil benchmark. Nama resmi, konfigurasi penyimpanan final, harga, dan ketersediaan pasar Samsung XE940XSA belum diumumkan. Pengguna yang tertarik dengan laptop Android berbasis Snapdragon X Elite perlu menantikan pengumuman resmi dari Samsung.





Komentar
Belum ada komentar.