Telset.id ā Samsung memang telah berhasil mengurangi tampilan lipatan layar pada Galaxy Z Fold 8 Ultra secara signifikan, namun klaim bahwa lipatan tersebut telah sepenuhnya hilang ternyata tidak akurat. Berdasarkan pengalaman langsung menggunakan perangkat ini selama sehari penuh, lipatan layar masih terlihat dalam kondisi pencahayaan tertentu.
Meskipun Samsung mengklaim telah membuat kemajuan besar, kenyataannya lipatan layar pada Galaxy Z Fold 8 Ultra belum sepenuhnya tersembunyi dari pandangan. Hal ini menjadi catatan penting bagi calon pembeli yang mungkin berharap pada pengalaman layar yang mulus tanpa cela.

Perbandingan dengan pendahulunya, Galaxy Z Fold 7, menunjukkan peningkatan yang jelas. Lipatan pada Z Fold 8 Ultra jauh lebih sulit dilihat sekilas, terutama jika dibandingkan dengan Z Fold 7 yang masih memiliki lipatan cukup menonjol di tengah layar lipatnya. Namun, visibilitas lipatan sangat bergantung pada aktivitas layar dan kondisi pencahayaan.
Saat layar dalam keadaan menyala, lipatan menjadi jauh lebih sulit dikenali dibandingkan saat layar mati. Cahaya langsung yang terang menjadi faktor terburuk yang memperjelas keberadaan lipatan. Meskipun Z Fold 8 Ultra dilengkapi lapisan anti-reflektif baru dan layar 3.000-nit untuk performa di kondisi terang, lekukan dan gelombang yang membentang di tengah layar tetap tidak bisa disembunyikan.

Sebaliknya, jika pengguna berpindah ke lokasi tanpa cahaya langsung yang terang, lipatan praktis menghilang di depan mata, selama layar tetap dalam keadaan menyala. Lingkungan terang juga sangat menyoroti gelombang di sekitar bagian tengah ponsel, meskipun tingkat keparahannya tidak separah yang terlihat pada Z Fold 7. Pada Z Fold 7, gelombang tersebut cukup untuk merusak tampilan konten di layar, terutama di lingkungan terang.
Memiringkan layar juga dapat merusak ilusi bahwa lipatan tidak ada, namun selama pengguna menghindari cahaya langsung, masih cukup sulit untuk melihat lipatan pada Z Fold 8 Ultra.
Baca Juga:
Aspek Sentuhan: Belum Ada Perbaikan Signifikan
Melihat Z Fold 8 Ultra hanyalah satu bagian dari persamaan mengenai lipatan layar. Samsung tampaknya belum membuat kemajuan dalam mengurangi sensasi lipatan saat jari pengguna menggeseknya. Terdapat tonjolan yang terasa, diikuti oleh cekungan, dan tonjolan lainnya. Sensasi ini tidak halus dan hampir identik dengan yang dirasakan pada Galaxy Z Fold 7.
Hal ini mengindikasikan bahwa desain engsel mungkin tidak berubah sejak tahun lalu, dan layar Flex Titanium yang baru tampaknya tidak banyak membantu meredam struktur di bawah panel layar. Ini adalah poin penting yang perlu dipertimbangkan, terutama bagi pengguna yang sering berinteraksi dengan layar besar.
Dampak dari sensasi ini pada pengalaman pengguna akan bergantung pada bagaimana seseorang menggunakan Z Fold 8 atau 8 Ultra. Jika menggunakan layar besar dalam mode lanskap, dengan lipatan membentang dari kiri ke kanan, ibu jari secara alami akan sering berguling melewati lipatan tersebut. Sebaliknya, jika ponsel dipegang dengan lipatan membentang dari atas ke bawah, pengalaman yang dirasakan akan sangat berbeda.
Hal ini tentu menjadi sesuatu yang perlu disadari oleh calon pemilik Galaxy Z Fold 8. Samsung mungkin telah mengurangi visibilitas lipatan secara signifikan, namun bukan berarti lipatan tersebut tidak akan terasa. Entah itu karena berada di lingkungan terang, atau karena jari terus-menerus menggesek lipatan saat melakukan aktivitas dasar sehari-hari di layar besar.
Meskipun demikian, Samsung patut diapresiasi atas peningkatan yang telah dilakukan pada tampilan layar Galaxy Z Fold 8 Ultra. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana perbandingannya dengan iPhone Ultra lipat yang akan datang. Apple dilaporkan sangat memperhatikan masalah lipatan hingga menunda peluncuran ponsel tersebut sampai masalahnya dapat dieliminasi sepenuhnya. Kita harus menunggu hingga pertengahan hingga akhir September untuk mengetahuinya secara pasti.
Bagi pengguna yang menginginkan Fitur Terbaru dari Samsung, penting untuk memahami bahwa meskipun lipatan layar telah berkurang secara visual, aspek sentuhan masih menjadi tantangan. Integrasi dengan layanan seperti Strava dan Samsung di Galaxy Watch9 juga menunjukkan komitmen Samsung pada ekosistem yang lebih luas.








Komentar
Belum ada komentar.