Telset.id â Ring, divisi smart home milik Amazon, mengumumkan standar enkripsi baru bernama TAKE (Throw Away the Key Encryption) sebagai pengaturan default untuk enkripsi video dan kontrol pengguna. Langkah ini diambil untuk menjawab kekhawatiran privasi yang selama ini membayangi reputasi perusahaan.
Standar baru ini memungkinkan Ring melindungi privasi pengguna tanpa bergantung pada end-to-end encryption yang justru dapat membatasi sejumlah fitur seperti pencarian video, deskripsi video, dan berbagi video dengan pengguna tepercaya. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu, 26 Agustus 2026, dan akan mulai digulirkan ke seluruh pengguna secara bertahap mulai September.
Bagaimana Cara Kerja Enkripsi TAKE?
TAKE menggunakan âkunci enkripsi unik yang berputarâ untuk melindungi video Ring. Salinan kunci tersebut dikirim ke âenclave aman di dalam cloudâ dan hanya digunakan untuk mengaktifkan fitur smart home yang telah diaktifkan pengguna. Setelah permintaan selesai, kunci tersebut akan dihapus dari cloud dalam waktu 24 jam.
Ring menggunakan analogi kunci rumah untuk menjelaskan konsep ini. Perusahaan menulis bahwa orang yang âmembuat kunci Anda tidak menyimpan salinan kuncinyaâ. Dengan demikian, Ring sebagai perusahaan tidak memiliki akses berkepanjangan ke video pengguna.
Meski kunci dihapus, pelanggan Ring tetap dapat mengakses rekaman melalui perangkat yang terdaftar. Video juga masih bisa dibagikan kepada pengguna tepercaya. Standar ini memungkinkan Ring mendekripsi dan memproses video pengguna sementara waktu untuk menawarkan fitur berbasis cloud seperti Smart Alerts, yang memberi tahu pengguna ketika ada orang, kendaraan, atau paket yang masuk bidang pandang kamera.
âMelalui TAKE, Ring menghadirkan fitur cerdas yang Anda sukai dan andalkan, seperti Smart Alerts, lalu membuang dan menghapus kunci enkripsi. Hanya Anda yang menyimpan kunci video Anda,â demikian pernyataan perusahaan dalam blog resminya.
Baca Juga:
Standar TAKE dikembangkan dengan basis Messaging Layer Security (MLS), sebuah standar pesan terbuka yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force. Informasi ini tercantum dalam white paper yang dirilis Amazon untuk menjelaskan detail teknis standar tersebut.
Pemulihan Akses dan Opsi End-to-End Encryption
Ring juga menjelaskan mekanisme pemulihan akses bagi pengguna yang kehilangan perangkat. Jika pengguna kehilangan akses ke perangkat dan membeli yang baru, mereka dapat mengautentikasi diri dengan berdiri di dekat kamera Ring untuk memulihkan kunci enkripsi. Alternatif lain termasuk menggunakan passphrase, cadangan berbasis cloud, perangkat lain yang disetujui, atau passkey untuk memulihkan akun.
Pengguna yang menginginkan perlindungan lebih ketat tetap dapat memilih end-to-end encryption secara manual sebagai pengganti TAKE. Namun perlu dicatat, end-to-end encryption dapat membatasi sejumlah fitur smart home. Sebelumnya, Ring sudah menyediakan akses penuh ke end-to-end encryption bagi pengguna yang menginginkannya.
Sementara itu, TAKE akan menjadi standar default di seluruh dunia dan digulirkan bertahap mulai September. Meski demikian, peluncuran ini mungkin membutuhkan waktu sebelum menjangkau seluruh pengguna Ring.
Rekam Jejak Privasi Ring yang Bermasalah
Kabar baik bagi pengguna ini datang di tengah reputasi Ring yang buruk dalam hal privasi. Selama bertahun-tahun, polisi dapat meminta rekaman kamera keamanan dari Ring tanpa harus mengungkapkan apa pun kepada publik. Hal ini bahkan bisa terjadi tanpa izin dari pemilik kamera. Fitur permintaan akses untuk penegak hukum ini baru diakhiri pada 2024.
Setelah itu, Ring sempat bekerja sama dengan Flock, perusahaan pengawasan, untuk melakukan hal serupa. Integrasi tersebut akan memungkinkan pengguna membagikan rekaman kamera kepada polisi berdasarkan permintaan. Program ini tidak pernah diluncurkan ke publik dan resmi dibatalkan karena Ring menyatakan membutuhkan âwaktu dan sumber daya yang jauh lebih banyakâ dari perkiraan. Pembatalan ini diduga merupakan respons terhadap reaksi publik.
Ring juga sempat menjadi sorotan karena memasang iklan Super Bowl untuk mempromosikan fitur bernama Search Party. Fitur bertenaga AI ini dipasarkan sebagai cara menemukan hewan peliharaan yang hilang dengan menghubungkan kamera Ring dalam jaringan pengawasan. Para pengkritik mencatat teknologi ini dapat dengan mudah digunakan untuk melacak orang, bukan hanya anjing. Fitur ini cukup mudah untuk dinonaktifkan.
Fitur Familiar Faces dan Kekhawatiran yang Masih Ada
Perlu dicatat bahwa Ring tampaknya belum banyak berubah dalam filosofi pengawasannya. Kisah Flock dan Search Party terjadi tahun ini, dan fitur Familiar Faces masih aktif meskipun menghadapi gugatan hukum yang sedang berlangsung.
Familiar Faces menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi pengunjung rumah. Kombinasi potensial antara fitur Search Party yang menghubungkan kamera Ring dan alat Familiar Faces yang mengidentifikasi orang telah membuat banyak orang yang peduli privasi merasa khawatir. Pada bulan Juni, sebuah gugatan class action menuduh Amazon menyimpan gambar orang yang lewat tanpa persetujuan.
Kekhawatiran ini tidak mereda ketika CEO Ring Jamie Siminoff baru-baru ini mengatakan bahwa ia âkini dapat melihat masa depan di mana kami mampu menghilangkan kejahatan hingga nol di lingkungan perumahanâ.
Langkah Ring menerapkan TAKE sebagai standar default menunjukkan upaya perusahaan untuk mengatasi sebagian kekhawatiran privasi tersebut. Namun, perubahan filosofi perusahaan secara keseluruhan masih menjadi pertanyaan terbuka. Bagi pengguna yang peduli privasi, opsi end-to-end encryption secara manual tetap tersedia sebagai alternatif yang lebih ketat.
Dengan peluncuran bertahap mulai September, pengguna Ring di Indonesia dan seluruh dunia akan segera merasakan perubahan standar enkripsi ini. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana implementasi TAKE berjalan di lapangan dan apakah perusahaan benar-benar konsisten menghapus kunci enkripsi sesuai janji dalam waktu 24 jam.





Komentar
Belum ada komentar.