Telset.id ā Qualcomm resmi meluncurkan Snapdragon C Platform, prosesor entry-tier terbaru yang dirancang untuk laptop murah dengan harga mulai USD 300 atau sekitar Rp4,8 jutaan. Chip ini membawa kemampuan AI ke segmen yang selama ini jarang tersentuh fitur modern.
Pengumuman dilakukan pada akhir Mei 2026. Snapdragon C Platform menyasar kalangan pelajar, keluarga, dan pelaku bisnis skala kecil yang membutuhkan perangkat komputasi terjangkau tanpa mengorbankan fitur esensial. Qualcomm tidak memangkas teknologi modern meski menargetkan segmen harga rendah.
Salah satu keunggulan utama platform ini adalah kehadiran NPU (Neural Processing Unit) terintegrasi. Komponen ini memungkinkan laptop entry-level menjalankan berbagai kemampuan berbasis kecerdasan buatan secara lokal. Fungsionalitas perangkat untuk belajar dan bekerja pun meningkat signifikan.
Performa Harian dan Efisiensi Daya
Snapdragon C Platform menjanjikan performa responsif untuk aktivitas digital harian. Pengguna dapat menjelajah internet, menonton video streaming, menjalankan aplikasi produktivitas kantoran dan sekolah, serta melakukan panggilan video dengan lancar.
Mengadopsi arsitektur efisiensi daya khas Qualcomm, chip ini menawarkan daya tahan baterai sepanjang hari. Pengguna tidak perlu sering mencari colokan listrik saat bepergian. Manajemen termal yang hemat daya juga memungkinkan laptop beroperasi stabil tanpa kipas pendingin besar.
Hasilnya, desain laptop bertenaga Snapdragon C tetap tipis, dingin saat dipangku, dan senyap tanpa bising kipas. Ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan perangkat ringan dan nyaman dibawa ke mana saja.
Kedar Kondap, Senior Vice President and General Manager of Compute and Gaming Qualcomm, menyatakan bahwa Snapdragon C menghadirkan kombinasi komputasi bernilai tinggi, ketahanan baterai, kemampuan AI, dan performa responsif dalam perangkat yang dingin dan senyap. Tujuannya memperluas pilihan platform di tengah meningkatnya biaya dan ekspektasi pelanggan.
Baca Juga:
Kemitraan dengan Produsen Laptop
Qualcomm telah bekerja sama dengan sejumlah produsen komputer terkemuka seperti Acer, HP, dan Lenovo untuk mengadopsi platform baru ini. Berbagai perangkat laptop entry-level bertenaga Snapdragon C diperkirakan mulai membanjiri pasar global maupun Indonesia pada akhir tahun 2026.
Langkah ini menunjukkan komitmen Qualcomm untuk memperluas ekosistem komputasi Windows berbasis ARM ke segmen yang lebih luas. Sebelumnya, Qualcomm juga merilis chip untuk laptop premium melalui seri Snapdragon X. Kini dengan Snapdragon C, perusahaan menjangkau konsumen dengan budget terbatas.
Kehadiran NPU di segmen entry-level menjadi pembeda utama dibanding prosesor kompetitor di kelas harga serupa. Fitur AI yang biasanya hanya ada di laptop mahal kini bisa dinikmati pengguna dengan anggaran lebih rendah. Ini berpotensi mengubah lanskap persaingan laptop murah di pasar Indonesia.
Dengan harga mulai Rp4,8 jutaan, laptop berbasis Snapdragon C menawarkan nilai lebih bagi pelajar dan pekerja lepas yang membutuhkan perangkat produktif tanpa membebani keuangan. Ketahanan baterai sepanjang hari dan desain tanpa kipas menjadi daya tarik tambahan bagi pengguna mobile.
Implikasinya, pasar laptop entry-level akan semakin kompetitif dengan kehadiran opsi berbasis ARM yang efisien. Konsumen Indonesia, yang sensitif terhadap harga, kemungkinan besar akan menyambut positif kehadiran laptop murah dengan spesifikasi modern seperti yang ditawarkan Snapdragon C Platform.





Komentar
Belum ada komentar.