Chip prosesor Zilog Z80 yang legendaris, kini memiliki tiruan open-source yang siap menjadi penggantinya.

Proyek Z80 Open-Source Siap Gantikan Chip Legendaris 8-bit

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Zilog Z80 telah mencapai akhir masa pakai (end-of-life) pada Juni 2024
  • Proyek open-source oleh Renaldas Zioma berhasil membuat tiruan Z80 yang fungsional
  • Chip tiruan difabrikasi pada node 130nm dan 180nm, target bentuk DIP40
  • Kecepatan clock tiruan mencapai 50 MHz, lebih cepat dari 4 MHz asli
  • Tujuan akhir adalah menjadi drop-in replacement untuk ZX Spectrum dan RC2014
  • Zilog juga menghentikan eZ80L92 karena hampir tidak ada permintaan

Telset.id – Prosesor Zilog Z80 yang legendaris, chip 8-bit yang telah memicu revolusi komputasi pribadi, kini memiliki harapan baru untuk terus hidup. Sebuah proyek open-source berhasil menciptakan tiruan fungsional yang siap menjadi pengganti langsung, menjawab kekhawatiran para penggemar retro computing setelah Zilog resmi menghentikan produksi chip asli pada Juni 2024.

Proyek yang digagas oleh Renaldas Zioma ini muncul segera setelah Zilog, anak perusahaan Littelfuse, mengeluarkan pemberitahuan akhir masa pakai (end-of-life) pada 15 April 2024. Pemberitahuan tersebut mengonfirmasi bahwa pabrik wafer mereka tidak lagi mendukung keluarga Z84C00, dengan pesanan terakhir ditutup pada Juni 2024. Bagi para kolektor dan pengguna sistem lawas, ini adalah pukulan telak.

Namun, kabar baik datang dari komunitas open-source. Versi pertama dari tiruan Z80 ini telah berhasil difabrikasi dan dikonfirmasi berfungsi melalui repositori GitHub proyek tersebut. Chip awal dibuat pada node 130nm milik SkyWater melalui Tiny Tapeout 7, dengan ukuran die hanya 0,064mm². Sebuah versi QFN64 dengan 40 pin yang terekspos kemudian menyusul melalui shuttle Efabless CI2406. Dua proses fabrikasi selanjutnya dilakukan melalui proses 130nm milik IHP, dan proses saat ini menargetkan faktor bentuk DIP40 klasik menggunakan perakitan chip-on-board pada node GF180MCU 180nm milik GlobalFoundries melalui Wafer.Space.

Tujuan akhir dari proyek ini adalah untuk memproduksi pengganti langsung (drop-in replacement) untuk mesin-mesin ikonik seperti ZX Spectrum dan kit RC2014. Desainnya dibangun di sekitar inti Verilog TV80 milik Guy Hutchison. Halaman Tiny Tapeout proyek tersebut menyebutkan bahwa implementasi CMOS 130nm seharusnya mendukung clock hingga 50 MHz, jauh lebih cepat dibandingkan 4 MHz pada bagian NMOS asli.

Z80 asli, yang pertama kali dijual pada Juli 1976, berisi 8.500 transistor pada proses 4μm dan biasanya berjalan pada 2,5 MHz. Varian CMOS kemudian mencapai 20 MHz. Kompatibilitas biner dengan Intel 8080 memungkinkannya menyerap basis perangkat lunak CP/M yang sudah ada, ditambah dengan penghitung refresh DRAM on-die yang mengurangi jumlah chip pendukung yang dibutuhkan suatu sistem. Pengembangan prototipe yang berfungsi menghabiskan biaya sekitar $400.000 dari total pendanaan $500.000 dari Exxon, menurut Computer History Museum.

Chip ini telah menjadi otak dari berbagai perangkat legendaris, termasuk ZX Spectrum, TRS-80, mesin MSX, Nintendo Game Boy, Sega Master System, kabinet arkade Pac-Man, dan kalkulator grafik Texas Instruments. Setelah era komputasi rumahan beralih ke penerus yang lebih kuat, Z80 terus dikirimkan dalam pengontrol industri selama beberapa dekade.

Zilog juga sedang mengurangi lini penerus resmi Z80. Pemberitahuan perubahan produk pada Oktober lalu menempatkan eZ80L92, bersama dengan beberapa mikrokontroler seri Z8F, ke dalam status akhir masa pakai karena “hampir tidak ada permintaan.” Pesanan terakhir ditutup pada 20 Januari tahun ini, dengan pengiriman dijadwalkan hingga 20 April, dengan persyaratan non-cancelable dan non-returnable. eZ80L92 adalah satu-satunya bagian eZ80 yang disebutkan dalam pemberitahuan tersebut; arsitektur eZ80 pipelined, yang diperkenalkan pada tahun 2001 dan masih digunakan di kalkulator TI-84 Plus CE, masih tersisa dalam katalog Zilog.

Para penghobi terus menemukan kegunaan baru untuk chip asli ini. Contohnya, awal tahun ini, seorang pengembang berhasil menjalankan AI percakapan kecil pada Z80 dengan RAM 64KB.

Proyek open-source Z80 ini adalah contoh sempurna bagaimana komunitas dapat mengambil alih ketika produsen asli memutuskan untuk berhenti. Ini bukan hanya tentang melestarikan sejarah, tetapi juga memberikan kehidupan baru pada platform yang masih dicintai oleh banyak orang. Keberhasilan fabrikasi tiruan ini membuka jalan bagi produksi massal chip pengganti yang lebih cepat dan lebih efisien, memastikan bahwa Z80 akan terus berdetak di hati para penggemar retro computing selama bertahun-tahun yang akan datang.

The Z80 CPU is nearing its End of Life, but one developer hopes to resurrect it with a clone.

Dengan hadirnya tiruan open-source ini, masa depan Z80 kini berada di tangan komunitas. Proyek ini tidak hanya menghidupkan kembali chip legendaris, tetapi juga membuktikan bahwa semangat inovasi dan kolaborasi dapat mengatasi batasan komersial. Bagi para pengguna setia Z80, ini adalah kabar yang sangat menggembirakan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.