Prototipe Microsoft Surface Laptop Ultra dengan chip Nvidia RTX Spark N1X terlihat dari samping

Prototype Surface Laptop Ultra dengan RTX Spark N1X Bocor, Performa Masih Bermasalah

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Prototipe Microsoft Surface Laptop Ultra dengan chip Nvidia RTX Spark N1X bocor dan diuji oleh pengguna TechPowerUp.
  • Chip N1X memiliki 10 core ARM MediaTek, GPU setara RTX 4070/5070, dan dukungan RAM hingga 128 GB.
  • Hasil uji menunjukkan performa belum stabil, banyak tes gagal, dan driver pra-produksi bermasalah.
  • Performa GPU dalam 3DMark setara RTX 3060/3060 Ti, di bawah klaim awal.
  • Game seperti Helldivers 2 crash, dan performa game lambat dengan stutter.
  • Kualitas build perangkat dipuji, namun klaim kemudahan servis diragukan karena banyak panel tipis yang mudah rusak.

Telset.id – Sebuah prototipe Microsoft Surface Laptop Ultra yang ditenagai chip Nvidia RTX Spark N1X bocor dan diuji oleh seorang pengguna forum TechPowerUp. Hasil pengujian menunjukkan bahwa performa perangkat ini masih belum stabil dan penuh dengan masalah driver, sehingga belum bisa dijadikan tolak ukur kemampuan sesungguhnya dari platform AI laptop generasi baru ini.

Prototipe yang dijuluki “Fouquin” ini secara tidak sengaja menemukan perangkat tersebut dan melakukan serangkaian tes. RTX Spark N1X sendiri merupakan chip yang dirancang untuk menjadi alternatif bagi perangkat seperti Mac Studio, Ryzen AI Max, dan Macbook Pro, dengan fokus pada kemampuan AI berkat memori terpadu (unified memory) yang besar dan GPU yang mumpuni.

Chip N1X ini mengemas 10 core CPU ARM buatan MediaTek dengan konfigurasi 5 core performa (P-core) dan 5 core efisiensi (E-core), serta mendukung multi-threading sehingga total mampu menangani 20 thread. Untuk urusan grafis, GPU yang tertanam diklaim setara dengan desktop RTX 4070 atau mobile RTX 5070. Chip ini juga dapat dikonfigurasi dengan RAM LPDDR5X onboard hingga 128 GB dalam satu pool memori terpadu, meskipun unit yang diuji hanya memiliki 24 GB.

Fouquin mengakui bahwa dirinya bukanlah seorang ahli AI, namun ia tetap mencoba menjalankan Phoronix AI test suite. Hasilnya, hanya sedikit tes yang berjalan dengan baik, yang kemungkinan besar disebabkan oleh driver pra-produksi yang belum matang. Beberapa tes Vulkan berhasil berjalan, dan performa yang dilaporkan memang mendekati klaim awal, yaitu setara RTX 4070. Namun, ada dua catatan penting yang perlu digarisbawahi.

Surface Laptop Ultra

Pertama, sistem dan driver pada prototipe ini tampak sangat bermasalah dan tidak optimal, terutama dalam manajemen daya. Fouquin menyebutkan bahwa perangkat datang dengan driver lawas versi 591.33 dari November 2025, yang kemudian diperbarui ke driver pratinjau 616.00 dengan dukungan CUDA dan Vulkan. Sayangnya, tidak ada satu pun tes CUDA dari Phoronix yang berhasil menghasilkan output. Selain itu, TDP (Thermal Design Power) dan power plan perangkat juga bekerja secara tidak menentu.

Kedua, perbandingan performa secara head-to-head dengan kartu grafis desktop menjadi sulit karena kartu RTX desktop memiliki VRAM yang lebih terbatas jika dibandingkan dengan 24 GB yang ada pada mesin uji ini. Ada kemungkinan besar bahwa perangkat keras final akan berperformja lebih baik, mengingat prototipe ini juga menunjukkan masalah pada layar LCD, konsumsi arus idle, dan tidak adanya perbedaan performa saat dicolokkan atau menggunakan baterai.

Menariknya, meskipun driver 616.00 menambahkan fitur baru, performa justru mengalami penurunan yang signifikan. Dalam tes Cinebench 2024 multi-threaded CPU, prototipe ini hanya meraih 1386 poin, tertinggal dari Macbook M4 Pro 12-core. Sementara di Cinebench 2026, skornya 5771, masih di bawah Apple M4 Max.

Hasil tes GPU juga beragam. Di 3DMark, hasil terbaik justru didapatkan dengan driver lama. Port Royal mencatatkan 26-31 FPS, sementara Nomad mendapat 20-21 FPS. Di sisi lain, Unigine Superposition justru meningkat dengan driver 616.00, mencapai maksimum 56-58 FPS. Jika dibandingkan dengan kartu desktop, hasil ini kira-kira setara dengan RTX 3060 atau RTX 3060 Ti, sekali lagi menegaskan bahwa perangkat dan drivernya masih dalam tahap pengembangan awal.

Kisah yang sama juga terjadi pada pengujian game. Fouquin mengatakan bahwa sebagian besar game di library-nya berjalan, namun performanya sangat lambat dengan stutter yang berlangsung beberapa detik dan kecepatan clock GPU yang tidak stabil. Game seperti Helldivers 2 bahkan membuat sistem crash, begitu pula dengan tes integer GPGPU. Fouquin meyakini bahwa semua masalah ini spesifik pada implementasi N1X di perangkat ini, bukan masalah pada platform secara keseluruhan. Perlu dicatat juga bahwa game-game tersebut kemungkinan berjalan di bawah lapisan emulasi ARM, yang bisa menimbulkan masalah tersendiri.

Terlepas dari masalah pada chip N1X-nya, Fouquin sebenarnya menyukai perangkat ini. Ia memuji kualitas build yang tinggi, rasa keyboard, input touchpad, dan kualitas layar. Namun, ia juga menemukan bahwa klaim bahwa perangkat ini mudah diservis adalah tidak sepenuhnya benar. Saat dibongkar, banyak panel aluminium tipis yang menutupi hampir semua komponen utama, bahkan membungkus SSD. Hal ini membuat upaya untuk memperbaiki perangkat justru berisiko merusak komponen.

Dengan segala masalah yang ada pada prototipe ini, jelas bahwa Microsoft dan Nvidia masih memiliki pekerjaan rumah yang besar sebelum Surface Laptop Ultra dengan RTX Spark N1X siap dipasarkan. Para pengamat industri dan calon pengguna harus bersabar menunggu perangkat final yang diharapkan memiliki driver yang lebih matang dan performa yang lebih stabil.

Internals of Surface Laptop Ultra with RTX Spark

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.