📑 Daftar Isi

iPhone 18 Pro dengan kamera utama 48MP variable aperture dan enam bilah lensa yang dapat membuka serta menutup

iPhone 18 Pro Bawa Kamera Variable Aperture, Harga Naik Rp100

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • iPhone 18 Pro dan Pro Max hadir dengan kamera utama 48MP variable aperture berisi enam bilah logam yang bergerak mengatur cahaya
  • Empat pengaturan aperture tersedia: f/1.48, f/1.8, f/2.8, dan f/4.0 untuk kebutuhan foto low-light hingga depth of field maksimum
  • Pro controls memungkinkan pengaturan aperture, shutter speed, dan white balance secara manual
  • Harga awal iPhone 18 Pro naik $100, termasuk lini iPhone lama
  • Pembaruan lain mencakup baterai lebih baik, chip baru, dan warna baru termasuk hitam
  • AirPods 5 hadir dengan ANC lebih baik dan kontrol volume di batang, mulai $129

Telset.id – Apple resmi memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dengan kamera utama variable aperture, teknologi yang memungkinkan lensa mengatur jumlah cahaya masuk secara otomatis maupun manual. Pembaruan ini menjadi salah satu perubahan paling signifikan di lini Pro tahun ini, meski harga awal kedua perangkat dilaporkan naik sebesar $100 dibanding generasi sebelumnya.

Kenaikan harga tidak hanya berlaku untuk iPhone 18 Pro dan Pro Max, tetapi juga menyentuh lini iPhone lama yang masih dijual Apple. Bagi calon pembeli yang ingin mencicil perangkat baru, tersedia skema Apple Upgrade sebagai alternatif pembelian tanpa terikat operator.

Menurut Apple CEO John Ternus, teknologi variable aperture menjadi pembeda utama iPhone 18 Pro dari model foldable iPhone Duo yang lebih banyak dibicarakan. iPhone Duo tidak hanya absen dari lensa telephoto yang ada di iPhone 18 Pro, tetapi juga tidak mendapatkan kamera utama variable aperture yang baru.

Kamera Variable Aperture dan Empat Pengaturan f-stop

Pada kamera utama 48MP iPhone 18 Pro dan Pro Max terdapat bilah logam yang dipotong laser di dalam lensa. Bilah ini bergerak untuk mengatur masuknya cahaya sesuai kondisi pemotretan. Ternus menyebut ada enam bilah kecil di dalamnya yang dapat membuka dan menutup.

“Variable aperture adalah teknologi yang luar biasa. Kami punya bilah-bilah kecil ini. Ada enam di dalamnya, dan mereka bisa membuka dan menyempit. Saat Anda membuka aperture, lebih banyak cahaya masuk, sehingga Anda mendapatkan fotografi low-light yang lebih baik,” ujar Ternus dalam wawancara dengan Tom’s Guide dan TechRadar.

Kamera memilih dari empat pengaturan aperture berbeda, yakni f/1.48, f/1.8, f/2.8, dan f/4.0. Ketika memotret potret, iPhone 18 Pro dapat memilih f/1.48 yang memasukkan cahaya paling banyak sekaligus menciptakan blur latar belakang. Untuk foto grup keluarga yang membutuhkan ketajaman merata, kamera dapat memilih f/4.0 sehingga bilah menutup ke pengaturan terkecil dan menghasilkan depth of field maksimum.

“Saat Anda mengambil foto grup, kemampuan memastikan orang di depan fokus dan orang di belakang juga fokus itu sangat powerful,” kata Ternus.

Pengguna juga dapat memanfaatkan pengaturan berbeda sesuai subjek, misalnya menonjolkan sumber cahaya titik dengan pengaturan lebih kecil seperti f/2.8 atau f/4.0 untuk menciptakan efek stardust pada hasil akhir.

Pro Controls dan Refinement Lini Pro

Selain kamera variable aperture, iPhone 18 Pro dan Pro Max untuk pertama kalinya menawarkan Pro controls. Fitur ini memungkinkan pengguna memilih salah satu dari empat pengaturan aperture secara manual saat pengambilan gambar. Kontrol lain mencakup shutter speed dan white balance, jenis pengaturan yang sebelumnya hanya tersedia lewat aplikasi pihak ketiga seperti Halide.

“Ini semacam yang terbaik dari kedua dunia. Anda bisa memilih untuk tidak memikirkannya, atau Anda bisa menyelami lebih dalam,” ujar Ternus.

Sebagai gambaran penggunaan, dalam situasi di klub yang redup, pengguna dapat memfokuskan kamera pada gelas minuman di depan dengan efek blur memakai f/1.48, atau memilih f/4.0 agar orang yang duduk di seberang meja dan gelas sama-sama tajam.

iPhone 18 Pro sendiri disebut sebagai tahun penyempurnaan bagi seri Pro. Selain lensa utama variable aperture, pembaruan mencakup baterai yang lebih baik, chip baru, dan warna baru termasuk hitam. Ternus menilai pembaruan baterai saja mungkin sudah cukup menjadi alasan untuk melakukan upgrade.

Dari sisi lini audio, Apple turut memperbarui AirPods 5. Model open-ear terbaru ini memiliki active noise cancellation yang lebih baik, dan untuk model yang lebih mahal tersedia kontrol volume di batang seperti yang ditawarkan pada AirPods Pro. Harga AirPods 5 dimulai dari $129.

Bagi pengguna yang memantau kesehatan lewat perangkat wearable, isu soal Apple Health yang memakai AI Google menjadi perhatian tersendiri bagi pemilik Fitbit.

Pasar perangkat audio juga diramaikan langkah Sony yang menghadirkan generasi kedua kejutan untuk headphone XM4 setelah versi orisinalnya dihentikan tahun lalu. Sony WH-1000XM4C tampil dengan profil suara yang diperbarui dan peningkatan ke Bluetooth 6. Daya tahan baterainya dilaporkan sedikit menurun, menjadi 27 jam dengan active noise cancellation aktif. Dengan harga $299.99, sekitar $150 lebih murah dari XM6, XM4 yang di-refresh ini berpotensi menjadi penawaran menarik.

Di sisi lain, Meta mencoba membawa AI agent ke khalayak luas lewat Muse AI agent yang dapat diajak mengobrol, diminta mencari di web, dan dihubungkan ke aplikasi seperti Instagram dan Gmail. Layanan ini gratis dengan batas penggunaan, meski dalam pengujian sehari pengguna tidak mendekati batas tersebut. Muse dinilai cepat, tetapi masih sering berhalusinasi, termasuk mengarang lirik lagu.

Philips juga menghadirkan Play Screen Sync, kamera yang diletakkan di atas TV dan menyinkronkan apa yang tampil di layar dengan lampu Hue. Aksesori ini dibanderol $119.99. Sementara Ugreen meluncurkan MagFlow Pro Magnetic Power Bank berkapasitas 10.000mAh dengan pendingin cair dan “coolant yang terlihat mengalir”, dijual seharga $149.99.

Untuk pengguna yang menantikan pembaruan perangkat lunak dan ekosistem, topik seputar Apple Health Pakai AI masih menjadi sorotan karena menyangkut data kesehatan pengguna.

Kembali ke iPhone 18 Pro, kombinasi variable aperture dan Pro controls menempatkan seri ini sebagai pilihan utama bagi pengguna yang mengutamakan kualitas kamera tertinggi di lineup Apple saat ini. Namun, kenaikan harga awal sebesar $100 membuat keputusan pembelian perlu dihitung lebih matang, terutama dengan adanya opsi leasing Apple Upgrade.

Ulasan lengkap iPhone 18 Pro dan Pro Max disebut akan menyertakan banyak test shot dengan kamera variable aperture untuk membuktikan sejauh mana teknologi ini berdampak pada hasil foto sehari-hari.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.