Philips Skylight dipasang di langit-langit ruangan dengan cahaya alami buatan yang terang

Philips Skylight Hadirkan Cahaya Matahari Buatan di Dalam Rumah

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Philips meluncurkan Skylight, lampu LED yang mereplikasi cahaya matahari alami di dalam ruangan
  • Tersedia dalam dua ukuran (medium dan large) dengan teknologi NatureConnect dari Signify
  • Memiliki rating IP44 untuk ketahanan debu dan air, cocok untuk kamar mandi
  • Fitur rhythm menyesuaikan intensitas cahaya sepanjang hari; lima preset cahaya tersedia
  • Varian Skylight VitaUp dilengkapi modul UV-B untuk produksi Vitamin D dengan kontrol keamanan 8 jam
  • Bukan bagian dari ekosistem Philips Hue; tidak mendukung Wi-Fi, Matter, atau Zigbee
  • Dikendalikan via remote; tidak kompatibel dengan sakelar dinding tradisional
  • Harga mulai 500 euro, dijual di Eropa mulai akhir bulan ini; belum ada info ketersediaan di AS

Telset.id – Philips resmi meluncurkan Skylight, sebuah lampu LED yang dirancang untuk mereplikasi cahaya matahari alami di dalam ruangan. Produk ini hadir dalam dua ukuran, medium dan large, serta mengandalkan teknologi NatureConnect milik Signify, perusahaan induk Philips, untuk menghasilkan kecerahan dan suhu warna yang mirip dengan cahaya siang hari sesungguhnya.

Produk ini menjawab kebutuhan ruangan yang tidak memiliki akses langsung ke cahaya alami. Dengan rating IP44 untuk ketahanan terhadap debu dan air, Skylight dapat dipasang di area lembap seperti kamar mandi. Philips juga menyematkan fitur rhythm yang secara otomatis menyesuaikan intensitas dan suhu cahaya sepanjang hari—lebih dingin di pagi hari dan lebih hangat di sore serta malam hari—untuk meniru siklus matahari.

Bagi pengguna yang menginginkan pengaturan spesifik, tersedia lima preset cahaya, mulai dari focused daytime hingga evening ambiance. Philips juga menghadirkan varian khusus bernama Skylight VitaUp yang dilengkapi modul penghasil sinar UV-B. Menurut klaim perusahaan, sinar UV-B ini dapat membantu tubuh memproduksi Vitamin D. Varian ini dibekali kontrol keamanan terintegrasi yang secara otomatis mematikan lampu setelah delapan jam untuk mencegah risiko sengatan matahari.

Meskipun berasal dari Philips dan Signify, Skylight bukan bagian dari ekosistem Philips Hue. Artinya, produk ini tidak mendukung konektivitas pintar seperti Wi-Fi, Matter, atau Zigbee. Pengguna harus mengandalkan remote yang sudah disertakan dalam paket penjualan untuk mengontrol lampu, karena tidak ada cara mudah untuk menghubungkannya ke sakelar dinding tradisional.

Philips Skylight dijadwalkan mulai dijual di Eropa pada akhir bulan ini dengan harga mulai 500 euro. Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai ketersediaan produk tersebut di Amerika Serikat atau kawasan lainnya.

Philips Skylight memungkinkan Anda menempatkan cahaya alami buatan di mana saja di rumah.

Bagi pengguna yang penasaran dengan inovasi lain dari Philips, ada beberapa produk menarik yang bisa disimak. Salah satunya adalah program Fixables yang memungkinkan pencetakan 3D suku cadang produk perawatan diri. Selain itu, jajaran lampu Philips Hue juga terus diperbarui dengan kecerahan yang lebih tinggi.

Dengan hadirnya Skylight, Philips menawarkan solusi bagi mereka yang mendambakan cahaya alami di dalam rumah tanpa harus merenovasi atap. Namun, ketiadaan fitur pintar dan harga yang cukup tinggi menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon pembeli.

Komentar

Belum ada komentar.