📑 Daftar Isi

Kamera Insta360 Luna Ultra di atas rumput hijau

Paten Kamera Vlogging: DJI vs Insta360 Saling Gugat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • DJI menggugat Insta360 atas pelanggaran 2 paten desain dan 4 paten utilitas pada Luna Ultra
  • DJI meminta injeksi permanen penjualan Luna Ultra dan ganti rugi finansial
  • Insta360 balik menggugat DJI atas pelanggaran 5 paten gimbal dan stabilisasi
  • Sengketa berpusat pada Osmo Pocket 3 DJI dan Insta360 Luna Ultra
  • DJI terkendala larangan FCC di AS, menggunakan merek Xtra untuk menjual produk
  • Kasus ini menjadi preseden penting bagi industri kamera gimbal global

Telset.id – Dua raksasa kamera aksi, DJI dan Insta360, tengah terlibat sengketa paten sengit menyusul klaim pelanggaran hak kekayaan intelektual pada produk kamera vlogging andalan mereka. DJI menggugat Insta360 pada 11 Juni 2026 atas dugaan pelanggaran dua paten desain dan empat paten utilitas pada produk terbaru Insta360, yaitu Insta360 Luna Ultra. Langkah ini langsung dibalas oleh Insta360 dengan gugatan balik yang menuduh DJI melanggar lima paten gimbal dan stabilisasi miliknya.

Perseteruan hukum ini berpusat pada dua produk unggulan di segmen kamera vlogging, yaitu Osmo Pocket 3 milik DJI dan Insta360 Luna Ultra yang baru saja dirilis. DJI menuduh bahwa desain dasar Luna Ultra melanggar paten Osmo Pocket, termasuk bentuk bodi handheld, desain leher yang menghubungkan bodi dengan lengan gimbal, scroll wheel, tombol rekam, serta layar putar pada perangkat tersebut. Gugatan terpisah juga menyebut Insta360 melanggar paten yang berfokus pada teknologi pelacakan gimbal.

DJI Minta Injeksi Penjualan Luna Ultra

Dalam gugatannya, DJI tidak hanya menuntut kompensasi finansial. Menurut laporan PetaPixel yang dikutip oleh Engadget, DJI meminta pengadilan untuk mengeluarkan perintah permanen yang melarang Insta360 menjual Luna Ultra. Selain itu, DJI juga menuntut ganti rugi berupa “royalti yang wajar”, pembayaran keuntungan yang telah diperoleh Insta360 dari penjualan Luna Ultra, serta tambahan denda karena dianggap melanggar paten secara sengaja.

Tuntutan ini menunjukkan betapa seriusnya DJI dalam melindungi produk mereka. Sebagai informasi, DJI baru saja meluncurkan penerus Osmo Pocket 3, yaitu Osmo Pocket 4, pada April 2026. Keberadaan Luna Ultra jelas menjadi ancaman langsung bagi pangsa pasar kamera gimbal milik DJI. Untuk memahami lebih dalam tentang produk pesaing ini, Anda bisa membaca ulasan lengkap mengenai Fitur Terbaru dari Luna Ultra.

Tak tinggal diam, Insta360 langsung melancarkan serangan balik. Dalam gugatannya, Insta360 mengklaim bahwa justru DJI-lah yang melanggar paten miliknya. Paten yang disebut dilanggar oleh DJI mencakup teknologi “gimbal stabilization, gimbal directional control, camera smooth stabilization, telemetry overlay and panoramic video stabilization.” Teknologi-teknologi ini disebut-sebut hadir di berbagai lini produk DJI, termasuk seri Osmo Pocket, produk Ronin, lini Osmo Mobile, dan Osmo 360.

Sebagai pembelaan, Insta360 juga menekankan bahwa teknologi inti yang digunakan pada Luna Ultra sebenarnya sudah ada pada produk-produk terdahulu mereka, seperti seri webcam Link Series dan gimbal Flow Series. Hal ini menjadi dasar bagi Insta360 untuk menolak tuduhan pelanggaran paten yang dilayangkan DJI. Bagi Anda yang penasaran dengan spesifikasinya, simak Spesifikasi Lengkap Luna Ultra di artikel kami.

Taruhan Besar di Pasar Kamera Vlogging

Pertarungan hukum ini memiliki implikasi yang berbeda bagi kedua perusahaan. Bagi DJI, kemampuan untuk menjual produk pesaing langsung Luna Ultra, yaitu Osmo Pocket 4, di Amerika Serikat tengah terhambat. Pada Desember 2025, Federal Communications Commission (FCC) menempatkan DJI ke dalam “Covered List”, yang melarang perusahaan tersebut menjual drone dan kamera buatan asing yang baru di AS.

DJI saat ini disebut-sebut mengakali larangan tersebut dengan menjual kamera mereka di bawah merek baru bernama “Xtra”. Namun, dengan memenangkan perintah permanen terhadap Insta360, DJI dapat menempatkan kompetitornya pada posisi yang sama-sama sulit di pasar AS. Hal ini tentu akan mengubah peta persaingan di industri kamera vlogging secara signifikan.

Persaingan sengit antara DJI dan Insta360 ini juga menjadi cerminan dari dinamika industri kamera aksi yang semakin panas. Sebagai perbandingan, kita bisa melihat bagaimana kompetitor lain seperti GoPho harus melakukan restrukturisasi besar-besaran untuk bertahan. Baca artikel tentang Restrukturisasi Perusahaan untuk melihat gambaran lebih luas.

Hingga berita ini diturunkan, Engadget telah menghubungi kedua perusahaan untuk meminta komentar terkait gugatan yang saling dilayangkan. Belum ada tanggapan resmi yang diberikan oleh DJI maupun Insta360. Perkembangan kasus ini tentu akan menjadi sorotan utama di industri teknologi, terutama bagi para kreator konten yang menggunakan produk dari kedua merek tersebut.

Keputusan pengadilan nantinya tidak hanya akan menentukan nasib produk Luna Ultra dan Osmo Pocket 4 di pasar global, tetapi juga bisa menjadi preseden penting bagi perlindungan paten di industri kamera gimbal yang semakin kompetitif. Bagi para penggemar teknologi, sengketa ini menjadi tontonan menarik tentang bagaimana inovasi dan hak kekayaan intelektual saling berbenturan di pasar yang sangat dinamis.

Komentar

Belum ada komentar.