Telset.id – Motorola Signature 27 akhirnya resmi diperkenalkan sebagai flagship paling ambisius Motorola hingga kini, dengan harga mulai 1.599 dolar AS atau sekitar Rp25 jutaan. Ponsel ini membawa baterai 7.000 mAh, layar dengan kecerahan puncak 12.000 nits, dan chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Langkah ini menempatkan Motorola berhadapan langsung dengan Samsung Galaxy S26 Ultra dan iPhone 18 Pro Max di segmen premium tertinggi.
Harga tersebut membuat Signature 27 menjadi salah satu flagship termahal di pasar. Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy S26 Ultra versi 512GB juga dibanderol 1.599 dolar AS, sementara iPhone 18 Pro Max berada di kisaran harga yang sama. Motorola bahkan menyiapkan konfigurasi 256GB yang lebih murah, meski tetap berada di kelas premium. Di Eropa, harga rekomendasinya mencapai 1.899 euro, dengan sebagian retailer dan partner di negara tertentu menjualnya 1.399 euro.
Ini bukan kali pertama nama Signature muncul. Motorola Signature 27 sebelumnya sudah beberapa kali muncul ke permukaan, termasuk saat cetak skor Geekbench dan konfirmasi jadwal peluncuran pada 5 November. Kini seluruh spesifikasi dan tanggal ketersediaannya sudah terbuka.
Spesifikasi Layar dan Performa Motorola Signature 27
Motorola Signature 27 mengandalkan layar 6,78 inci beresolusi 1.5K yang disebut “Extreme AMOLED Duo”. Panel tandem dengan dua lapisan emisif ini memiliki refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 12.000 nits pada 1% average pixel level. Motorola mengklaim panel tersebut hingga 34% lebih hemat energi dan bertahan hingga 121% lebih lama dibanding AMOLED biasa di Signature generasi pertama. Satu sumber bahkan menyebut angka kecerahan puncak 12.400 nits, sehingga keterangan antar media berbeda-beda.
Dapur pacunya adalah Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, chipset yang baru diumumkan September dan disebut satu generasi di depan chipset Galaxy S26. Motorola menyediakan opsi RAM 12GB atau 16GB serta penyimpanan 256GB atau 512GB. Untuk menjaga suhu, Motorola menyematkan sistem pendingin bernama ArcticMesh yang menggabungkan thermal gel berisi mikro-diamond dengan vapor chamber seluas 8.384 mm², atau 40% lebih besar dari pendahulunya. Sebagai catatan, Motorola Edge 70 Pro juga sudah mulai kebagian Android 17, menandakan ekosistem perangkat Motorola bergerak ke versi terbaru.
Signature 27 berjalan di Android 17 dengan dukungan Gemini Intelligence yang akan bergulir dalam beberapa bulan ke depan, plus asisten Qira milik Motorola. Motorola menjanjikan tujuh pembaruan OS mayor, setara dengan kebijakan dukungan Samsung dan Google. Yang menarik, ini juga menjadi ponsel Motorola pertama yang mendukung GrapheneOS, sistem operasi berbasis Android Open Source Project yang berfokus pada privasi. Klaim Motorola, Signature 27 adalah ponsel mainstream pertama di AS yang mendukung GrapheneOS.
Baca Juga:
Kamera, Baterai, dan Ketersediaan
Di sektor fotografi, Motorola Signature 27 membawa kamera utama 50MP dengan sensor Sony Lytia 910, teknologi LOFIC, aperture f/1.6, dan OIS. Ada kamera ultrawide 50MP dengan autofokus dan field of view 122 derajat, serta kamera periskop telefoto 200MP dengan zoom optik 3x dan Super Zoom Pro hingga 100x. Bagian depan memakai kamera selfie 50MP dengan autofokus dan perekaman 4K. Kamera belakang sanggup merekam video 8K 30fps dan 4K hingga 120fps dengan Dolby Vision.
Yang jadi pembeda adalah EVS atau Event Vision Sensor, yang diklaim Motorola sebagai sensor aksi khusus pertama di smartphone. Sensor ini mendeteksi perubahan intensitas cahaya pada level piksel secara terpisah dari kamera lain, lalu bekerja bersama fitur Action Shot untuk membekukan subjek yang bergerak cepat. Motorola juga menyertakan audio racikan Bang & Olufsen dengan arsitektur speaker yang didesain ulang, plus speaker stereo Dolby Atmos. Signature 27 tercatat meraih DXOMARK Gold Label untuk kemampuan kameranya.
Baterainya berjenis silicon-carbon berkapasitas 7.000 mAh, atau 35% lebih besar dari pendahulunya. Pengisian daya mendukung 90W via kabel dan 50W nirkabel, meski pengisian nirkabel 50W memerlukan charger proprietary Motorola. Ada pula reverse wireless 5W dan reverse wired 4,5W. Satu hal yang absen adalah magnet Qi2 bawaan. Dari sisi bodi, Signature 27 berukuran 162,01 x 77,04 x 7,99 mm dengan bobot 227 gram, lebih tebal dan berat dibanding Signature orisinal yang setebal 7 mm dan berbobot 186 gram. Rangkanya aluminium dengan material keramik dan kaca Gorilla Glass Ceramic 3, rating IP68/IP69, serta sertifikasi MIL-STD-810H.
Konektivitas mencakup desain enam antena dengan dukungan Wi-Fi 8. Pilihan warnanya ada dua, yaitu Pantone Coal Smoke dengan finishing tactical weave dan Pantone Capulet Olive dengan finishing terinspirasi tekstil. Signature 27 tersedia di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika pada 16 November. Di AS, pre-order dibuka 19 November dan penjualan dimulai 26 November. Di Inggris, harga retailnya 1.299,99 poundsterling. Motorola juga mengumumkan Moto Watch Fit 27 dengan klaim baterai hingga 12 hari serta Moto Buds 27 dengan Bose ANC dan rating IP57 untuk earbuds maupun case, keduanya mulai 99,99 poundsterling dan 179,99 poundsterling di Eropa dan Inggris dalam beberapa pekan ke depan. Untuk perangkat lain di jajaran Motorola, moto pad 70 juga sudah resmi masuk Indonesia.
Dengan spesifikasi di atas kertas yang menyaingi bahkan melampaui rivalnya di beberapa area, tantangan terbesar Motorola Signature 27 bukanlah hardware, melainkan apakah harga 1.599 dolar AS bisa diterima pasar yang sudah punya Samsung dan Apple sebagai nama mapan di kelas flagship.






Komentar
Belum ada komentar.