iPhone Ultra dalam warna hitam dengan desain lipat book-style

Minat iPhone Ultra Cuma 4,85%, Harga Selangit Jadi Biang Kerok

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Minat beli iPhone Ultra sangat rendah, hanya 4,85% responden dalam polling PhoneArena
  • iPhone 18 Pro Max menjadi pilihan utama dengan 46,84% suara
  • Harga diperkirakan $2.000+ menjadi faktor utama rendahnya minat
  • iPhone Ultra menggunakan desain book-style dengan layar 7,8 inci dan 5,5 inci
  • Spesifikasi meliputi baterai 5.000-5.500 mAh, RAM 12 GB, penyimpanan hingga 1 TB
  • Apple optimalkan iOS 27 untuk fitur multitasking dan AI
  • Pesaing Android foldable sudah lebih matang di pasar

Telset.id – Apple akan segera merilis iPhone pertama yang bisa dilipat, yaitu iPhone Ultra, pada September 2026. Namun, hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan minat terhadap perangkat ini sangat rendah. Hanya 4,85% responden yang berniat membeli iPhone Ultra, jauh di bawah model iPhone 18 Pro Max yang mencapai 46,84%.

Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa konsumen belum siap mengeluarkan dana besar untuk produk generasi pertama. Faktor utama yang disebutkan adalah harga selangit yang diperkirakan mencapai lebih dari $2.000 atau sekitar Rp 32 jutaan. Sebagai perbandingan, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max menjadi pilihan utama karena dianggap lebih masuk akal dari segi harga dan fitur.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh PhoneArena melibatkan pertanyaan sederhana: “iPhone mana yang akan kamu beli pada September nanti?” Hasil lengkapnya adalah sebagai berikut:

  • iPhone Ultra – 4,85%
  • iPhone 18 Pro – 31,43%
  • iPhone 18 Pro Max – 46,84%
  • Tidak satupun – 16,88%

Dominasi iPhone 18 Pro Max tidak mengejutkan. Semakin banyak pengguna yang beralih ke layar besar sebagai perangkat utama mereka, menggantikan laptop. Namun, mereka belum percaya pada iPhone Ultra sebagai produk lipat pertama Apple.

Meski hasil polling terlihat suram, bukan berarti iPhone Ultra gagal total. Beberapa analis memperkirakan perangkat ini bisa menjadi “late bloomer” atau produk yang baru populer setelah beberapa bulan dirilis. Jika ulasan mendalam pada September, Oktober, dan November menunjukkan performa positif, minat bisa meningkat signifikan pada Desember 2026.

Faktor kunci yang akan menentukan kesuksesan iPhone Ultra adalah kualitas produk itu sendiri. Apple dikabarkan menggunakan desain book-style dengan layar dalam 7,8 inci dan layar luar 5,5 inci, lebih kecil dari kebanyakan pesaing. Fokus utama Apple adalah mengurangi bekas lipatan pada layar menggunakan ultra-thin glass canggih dan engsel yang didesain ulang.

iPhone in black.

Alih-alih Face ID, iPhone Ultra diperkirakan akan menggunakan sensor sidik jari Touch ID yang terletak di samping. Baterai berkapasitas besar antara 5.000 hingga 5.500 mAh, RAM 12 GB, dan opsi penyimpanan hingga 1 TB menjadi spesifikasi unggulan. Sistem kamera belakang dikabarkan hanya memiliki dua kamera 48MP tanpa lensa telephoto khusus.

Apple juga dikabarkan akan mengoptimalkan iOS 27 untuk perangkat lipat, menghadirkan fitur multitasking baru dan peningkatan AI. Ini menjadi aspek krusial yang diharapkan bisa menjadi pembeda dari para pesaing yang sudah lebih matang di pasar ponsel lipat.

Sementara itu, redesain Apple Watch 2027 juga menjadi perhatian, menunjukkan Apple terus berinovasi di berbagai lini produk. Di sisi lain, Apple perbarui Creator Studio dengan AI baru untuk memperkuat ekosistem kreatif mereka.

Pesaing Android sudah jauh lebih matang. Ponsel lipat Android telah berevolusi dari perangkat rapuh dengan masalah layar menjadi produk yang hampir sempurna. Apple yang datang terlambat ke pasar harus menghadapi banyak pesaing tangguh, dan harga $2.000+ jelas tidak membantu daya tarik iPhone Ultra.

Meski demikian, penggemar Apple dikenal memiliki kantong yang lebih dalam dibanding pengguna merek lain. Harga tinggi mungkin bukan hambatan mutlak, asalkan produk yang ditawarkan benar-benar inovatif dan andal. Pertanyaan besarnya adalah: apakah iPhone Ultra cukup keren untuk membuat orang rela merogoh kocek lebih dalam?

Kesimpulannya, masa depan iPhone Ultra masih bergantung pada kualitas produk dan strategi Apple dalam meyakinkan konsumen. Jika ulasan positif dan optimasi software berhasil, bukan tidak mungkin perangkat ini akan menjadi hit di akhir tahun. Namun, untuk saat ini, konsumen jelas lebih memilih produk yang sudah terbukti seperti iPhone 18 Pro Max.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.