📑 Daftar Isi

Ilustrasi panel OLED LG Display dengan teknologi FLiPP

LG Display Kenalkan Metode Produksi OLED FLiPP Tanpa Metal Mask

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • LG Display umumkan metode produksi OLED baru bernama FLiPP
  • FLiPP menggantikan metode fine metal mask (FMM) yang mahal dan kurang fleksibel
  • Klaim peningkatan brightness 1,6 kali, umur panel 2,4 kali, dan pengurangan konsumsi daya 13 persen
  • Dapat memproduksi panel dari ukuran 1 inci hingga 100 inci
  • Awalnya untuk tablet dan monitor, berpotensi meluas ke smartwatch dan TV
  • Produksi massal dimulai paling cepat akhir 2027
  • TCL berpotensi mendahului dengan metode inkjet OLED 27 inci 4K RGB

Telset.id – LG Display mengumumkan metode produksi OLED baru bernama FLiPP yang diklaim mampu meningkatkan brightness hingga 1,6 kali, memperpanjang umur panel 2,4 kali, dan mengurangi konsumsi daya hingga 13 persen. Metode ini menjadi kabar baik bagi industri layar karena dapat menghadirkan panel OLED dengan kualitas lebih baik tanpa menggunakan fine metal mask (FMM).

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh LG Display melalui siaran pers resmi mereka. Metode FLiPP diklaim mampu mendepositkan piksel RGB tanpa menggunakan pelat FMM yang selama ini menjadi standar dalam produksi panel OLED. Dengan pendekatan baru ini, LG Display membuka peluang produksi panel OLED dengan fleksibilitas ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan metode konvensional.

Selama ini, LG memproduksi panel OLED menggunakan proses fine metal mask (FMM) yang menguapkan material OLED melalui lubang-lubang kecil pada pelat logam. Metode tersebut dinilai mahal dan kurang fleksibel tergantung pada skala panel yang diproduksi. Kehadiran FLiPP menjadi alternatif yang menjanjikan untuk mengatasi keterbatasan tersebut.

Keunggulan Metode FLiPP Dibanding FMM

Dalam siaran persnya, LG Display menyatakan bahwa panel yang diproduksi dengan FLiPP memiliki sejumlah keunggulan signifikan dibandingkan panel yang dibuat menggunakan FMM dalam kondisi identik. Selain peningkatan brightness dan umur panel, metode ini juga diklaim lebih presisi dalam menempatkan piksel pada posisi yang akurat.

LG Display juga merilis video penjelasan yang membandingkan metode FMM dengan proses seni stensil berundak, sementara FLiPP disebut mampu mengamankan piksel pada posisi yang lebih presisi. Penghapusan pelat logam juga berpotensi mengurangi bobot panel, meskipun pengaruhnya mungkin tidak terlalu signifikan untuk dicatat.

The Dream OLED patterning technology: LG Display's FLiPP First Unveiled - YouTube

Perusahaan mengklaim bahwa metode produksi baru ini dapat digunakan untuk memproduksi panel OLED RGB mulai dari ukuran 1 inci hingga 100 inci. Fleksibilitas ini menjadikan FLiPP sebagai teknologi yang hampir universal, yang dapat diterapkan tidak hanya pada panel konvensional tetapi juga pada layar VR dan AR.

“Salah satu keunggulan terbesar FLiPP adalah bebas dari batasan ukuran panel dan resolusi. Secara teori, teknologi ini dapat digunakan untuk memproduksi layar mulai dari 1 inci hingga 100 inci dan dapat diterapkan tidak hanya pada panel konvensional tetapi juga pada layar VR dan AR, menjadikannya teknologi yang hampir universal dan ‘teknologi pamungkas’,” demikian pernyataan resmi LG Display.

Pada tahap awal, LG Display disebut akan memulai produksi untuk tablet dan monitor. Namun, teknologi ini berpotensi diperluas ke berbagai perangkat lain, mulai dari smartwatch hingga TV. Meski demikian, produksi massal diperkirakan baru akan dimulai paling cepat pada akhir tahun 2027.

Persaingan dengan Metode Inkjet OLED

LG Display berpotensi menjadi salah satu perusahaan pertama yang meninggalkan metal mask di tingkat komersial, terutama untuk TV. Namun, TCL berpotensi mendahului LG dalam hal ini. Tahun lalu, TCL memamerkan metode pencetakan OLED berbasis inkjet, dan pada Juli lalu OLED-Info melaporkan bahwa perusahaan tersebut mulai memasuki produksi massal dengan layar RGB 4K berukuran 27 inci.

Perbedaan utama antara kedua metode ini adalah skala produksi. Saat ini, masih belum jelas apakah layar OLED hasil cetak inkjet dapat diperbesar hingga ukuran TV yang lebih besar, meskipun pengembangan terus dilakukan. Sementara itu, metode FLiPP dari LG Display diklaim bebas dari batasan ukuran panel.

LG C1 OLED TV

Dengan adanya perkembangan ini, industri layar OLED diprediksi akan mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Monitor OLED, TV, dan berbagai perangkat lainnya berpotensi menjadi lebih menarik dengan hadirnya teknologi produksi baru yang lebih efisien dan fleksibel ini.

Metode FLiPP menawarkan pendekatan baru yang berbeda dari metode konvensional. Dengan kemampuan produksi yang lebih fleksibel dan kualitas panel yang lebih baik, teknologi ini dapat menjadi fondasi bagi generasi baru layar OLED di masa mendatang. Meskipun produksi massal masih membutuhkan waktu, pengumuman ini menandai langkah penting dalam evolusi teknologi layar.

Bagi konsumen, perkembangan ini berarti panel OLED di masa depan berpotensi memiliki brightness lebih tinggi, umur pakai lebih panjang, dan konsumsi daya lebih efisien. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi mereka yang menginginkan kualitas layar terbaik untuk berbagai kebutuhan, baik untuk perangkat mobile maupun TV rumah.

Dengan jadwal produksi yang dimulai pada akhir 2027, industri dan konsumen memiliki waktu untuk menantikan realisasi teknologi ini. Sementara itu, persaingan antara metode FLiPP dari LG Display dan metode inkjet dari TCL akan menjadi perkembangan menarik untuk diikuti dalam industri layar global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.