Telset.id – Headphone TDM Neo resmi tersedia di Amerika Serikat setelah debut di CES 2026 dan sukses lewat kampanye crowdfunding di Kickstarter pada Februari lalu. Kehadiran TDM Neo menghadirkan fungsi yang jarang ditemui: headphone ini bisa digulung dan diubah menjadi speaker Bluetooth, menjadikannya salah satu perangkat audio paling tidak konvensional yang dijual di pasar saat ini.
Produk dari Tomorrow Doesn’t Matter (TDM) ini dijual melalui toko online resmi TDM serta peritel seperti Amazon dan Walmart. Harganya dipatok $249 atau sekitar Rp4 jutaan dengan pilihan warna hitam atau putih, lengkap dengan carrying case dalam paket penjualannya.
Keunikan TDM Neo terletak pada desain ear cup-nya. Alih-alih memakai ear cup yang berputar 180 derajat untuk memancarkan suara ke luar, TDM menanamkan sepasang driver 40mm di dalam setiap ear cup dan sepasang driver 40mm tambahan di bagian luar. Saat dipakai sebagai headphone biasa, hanya driver bagian dalam yang aktif. Namun ketika digulung, driver yang menghadap ke luar itu berfungsi sebagai sepasang speaker berdaya 5 watt.
Pendekatan ini berbeda dari headphone konvensional yang mengandalkan putaran ear cup untuk mode speaker. Desain TDM Neo membuat headphone ini bisa benar-benar dilipat menjadi bentuk yang lebih ringkas sekaligus tetap berfungsi sebagai pemutar audio terpisah.
Baca Juga:
Soal daya tahan, TDM mengklaim Neo mampu memberikan lebih dari 200 jam waktu mendengarkan ketika digunakan sebagai headphone. Baterainya bisa dilepas dan diganti, begitu pula dengan memory foam ear cushion yang disematkan pada perangkat ini. Artinya, pengguna tidak perlu mengganti seluruh unit ketika komponen tersebut mengalami penurunan performa.
Ketika beralih ke mode speaker Bluetooth, estimasi daya tahan baterainya turun signifikan menjadi sekitar 16 jam. Meski begitu, TDM menyebut waktu pakai bisa lebih panjang lagi jika sumber audio tidak mendukung Bluetooth dan koneksi dilakukan lewat kabel audio 3.5mm ke Neo.
Konsep baterai dan bantalan yang bisa diganti pengguna ini sejalan dengan tren yang mulai muncul di pasar audio. Sejumlah produsen mulai mengadopsi pendekatan serupa, seperti yang terlihat pada baterai yang bisa diganti pada perangkat audio terbaru belakangan ini.
Pengalaman langsung dengan TDM Neo sendiri sudah dirasakan John Higgins dari The Verge saat mengunjungi CES 2026. Dalam kesempatannya mencoba perangkat tersebut, ia menilai Neo terdengar sedikit terlalu berat di bass dan secara fisik terasa berat karena adanya perangkat speaker tambahan di dalamnya. Meski demikian, Higgins menilai headphone ini tetap terdengar bagus dengan desain yang mudah dan menyenangkan untuk digulung.
Posisi TDM Neo di Pasar Audio
Kehadiran TDM Neo menambah daftar perangkat audio yang mengedepankan fungsi ganda. Sejumlah produk lain di kategori serupa juga mengusung pendekatan wireless dengan spesifikasi yang berbeda-beda, misalnya MMX 100 Wireless yang menyasar segmen gamer.
Di sisi lain, inovasi wireless juga terus berkembang di berbagai kategori perangkat, seperti yang ditunjukkan oleh RTX 5060 Ti wireless pada perangkat komputasi. Tren serupa juga muncul di industri otomotif lewat wireless charging 11 kW pada kendaraan listrik.
Yang membedakan TDM Neo adalah kombinasi headphone dan speaker dalam satu perangkat. Selama ini, headphone dengan mode speaker biasanya hanya memutar ear cup agar suara keluar ke arah pengguna. TDM memilih jalur berbeda dengan menambahkan driver terpisah di sisi luar, sehingga fungsi speaker benar-benar berdiri sendiri.
Pilihan warna hitam dan putih yang ditawarkan juga memperlihatkan bahwa TDM menyasar konsumen yang menginginkan perangkat audio dengan tampilan tidak jauh berbeda dari headphone wireless pada umumnya. Dari sisi bentuk, Neo memang terlihat seperti headphone nirkabel biasa, hanya saja ear cup-nya tampak sedikit lebih besar dibandingkan kebanyakan model di pasaran.
Ketersediaan dan Pertimbangan Harga
Dengan harga $249, TDM Neo berada di segmen headphone premium. Perangkat ini sudah bisa dibeli melalui toko online TDM, Amazon, dan Walmart di Amerika Serikat. Paket penjualannya sudah mencakup carrying case, sehingga pengguna bisa langsung membawa perangkat ini saat bepergian.
Daya tarik utama Neo terletak pada fleksibilitasnya. Pengguna bisa memakainya sebagai headphone untuk mendengarkan musik dalam waktu lama, lalu menggulungnya menjadi speaker saat ingin berbagi audio dengan orang lain di sekitar. Mode speaker ini menghasilkan output 5 watt dari driver yang menghadap ke luar.
Untuk koneksi non-Bluetooth, TDM menyediakan opsi kabel audio 3.5mm. Jalur ini disebut bisa memperpanjang waktu pakai di mode speaker, meskipun angka pastinya tidak disebutkan secara rinci oleh TDM. Yang jelas, kombinasi driver ganda, baterai yang bisa diganti, dan ear cushion yang bisa dilepas menjadi nilai jual tersendiri bagi perangkat ini.
Bagi konsumen yang mempertimbangkan daya tahan jangka panjang, kemampuan mengganti baterai dan bantalan telinga bisa menjadi faktor penting. Alih-alih membuang headphone ketika baterainya menurun, pengguna cukup mengganti komponen yang tersedia. Pendekatan ini memberi umur pakai yang lebih panjang dibandingkan headphone dengan baterai tertanam.
Namun, bobot tambahan akibat perangkat speaker di dalamnya perlu menjadi pertimbangan. Higgins dari The Verge menyebut Neo terasa berat secara fisik, meski ia tetap menilai kualitas suaranya bagus. Karakter bass yang cukup kuat juga bisa menjadi nilai plus atau minus tergantung preferensi pendengar.
Secara keseluruhan, TDM Neo menawarkan konsep yang berbeda dari headphone kebanyakan. Fungsi ganda sebagai speaker Bluetooth, baterai yang bisa diganti, dan bantalan telinga yang bisa dilepas menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang mencari perangkat audio dengan fleksibilitas lebih. Ketersediaannya di Amerika Serikat melalui TDM, Amazon, dan Walmart membuat perangkat ini kini bisa dijangkau konsumen yang tertarik mencoba pendekatan baru dalam mendengarkan musik.





Komentar
Belum ada komentar.